Senin, 26 April 2010

Hadits Tentang Mengazankan Bayi Yang Baru Lahir.


عن عبيد الله بن أبي رافع عن ابيه قال : رأيت رسول الله صلى الله عليه و سلم أذن في أذن الحسن بن علي حين ولدته فاطمة بالصلاة

Artinya:

Dari ‘Ubaidullah bin Abi Rafi’, dari Bapaknya, ia berkata, “Saya melihat Rasulullah Saw adzan ke telinga al-Hasan bin Ali ketika Fathimah melahirkannya. Dengan adzan seperti adzan ketika melaksanakan shalat”.

Takhrij Hadits:

  • As-Sunan karya Imam at-Tirmidzi, juz. 4, hal. 97, no. 1514 (Cet. Dar Ihya’ at-Turats al-‘Arabi, Beirut).
  • As-Sunan karya Imam Abu Daud, juz. 2, hal. 749, no. 5105 (Cet. Dar al-Fikr).
  • Al-Musnad karya Imam Ahmad bin Hanbal, juz. 6, hal. 391, no. 27230 (Cet. Mu’assasah Qurthubah, Kairo).
  • Al-Mushannaf karya Imam Abdurrazzaq, juz. 4, hal. 336, no. 7986 (Cet. Al-Maktab al-Islami, Beirut).
  • Al-Mu’jam al-Kabir karya Imam ath-Thabrani, juz. 1, hal. 400, no. 921.
  • Syu’ab al-Iman karya Imam al-Baihaqi, juz. 18, hal. 137, no. 8368.
  • Al-Musnad karya Imam ath-Thayalisi, juz. 1, hal. 130, no. 970 (Cet. Dar al-Ma’rifah, Beirut).

Status/Kualitas Hadits:

Imam at-Tirmidzi berkata, “Ini hadits hasan shahih”. (juz. 4, hal. 97, no. 1514 [Cet. Dar Ihya’ at-Turats al-‘Arabi, Beirut].

Menurut Syekh Nashiruddin al-Albani, hadits ini adalah hadits Hasan. Demikian disebutkan dalam:

  • Mukhtashar al-Irwa’ al-Ghalil, juz. 1, hal. 229, no. 1173 (Cet. Al-Maktab al-Islami, Beirut).
  • Shahih wa Dha’if Sunan Abi Daud, juz. 11, hal. 105, no. 5101.
  • Shahih wa Dha’if Sunan at-Tirmidzi, juz. 4, hal. 14, no. 1514.

Hadits Tentang Keseimbangan Hidup.


Keseimbangan Dalam Hal Melaksanakan Puasa Sunnat dan Qiyamullail.

عَنْ عَبْدِِ اللَّهِ بْنُ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَ:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - : يَا عَبْدَ اللَّهِ أَلَمْ أُخْبَرْ أَنَّكَ تَصُومُ النَّهَارَ وَتَقُومُ اللَّيْلَ.

قُلْتُ: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ .

قَالَ: فَلاَ تَفْعَلْ ، صُمْ وَأَفْطِرْ ، وَقُمْ وَنَمْ ، فَإِنَّ لِجَسَدِكَ عَلَيْكَ حَقًّا ، وَإِنَّ لِعَيْنِكَ عَلَيْكَ حَقًّا ، وَإِنَّ لِزَوْجِكَ عَلَيْكَ حَقًّا (رواه البخاري).

Artinya:

Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash, ia berkata:

Rasulullah Saw berkata, “Wahai Abdullah, tidakkah telah diberitahukan kepadaku bahwa engkau berpuasa di siang hari dan melaksanakan Qiyamullail pada malam hari (secara terus menerus)?”.

Saya jawab, “Benar wahai Rasulullah”.

Rasulullah Saw berkata, “Jangan lakukan! Berpuasalah dan berbukalah. Laksanakan Qiyamullail dan tidurlah. Sesungguhnya tubuhmu memiliki hak terhadapmu, matamu memiliki hak terhadapmu dan istrimu memiliki hak terhadapmu”. (HR. Al-Bukhari).

Keseimbangan Dalam Bersedekah.

عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ: جَاءَنَا رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَعُودُنِى مِنْ وَجَعٍ اشْتَدَّ بِى زَمَنَ حَجَّةِ الْوَدَاعِ فَقُلْتُ: بَلَغَ بِى مَا تَرَى وَأَنَا ذُو مَالٍ وَلاَ يَرِثُنِى إِلاَّ ابْنَةٌ لِى أَفَأَتَصَدَّقُ بِثُلُثَىْ مَالِى؟ قَالَ: لاَ.

قُلْتُ: بِالشَّطْرِ؟

قَالَ: لاَ.

قُلْتُ: الثُّلُثُ؟

قَالَ: الثُّلُثُ كَثِيرٌ، أَنْ تَدَعَ وَرَثَتَكَ أَغْنِيَاءَ خَيْرٌ مِنْ أَنْ تَذَرَهُمْ عَالَةً يَتَكَفَّفُونَ النَّاسَ وَلَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِى بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلاَّ أُجِرْتَ عَلَيْهَا حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِى فِى امْرَأَتِكَ. (رواه البخاري).

Dari ‘Amir bin Sa’ad, dari Bapaknya, ia berkata, “Rasulullah Saw datang kepada kami, beliau mengunjungi saya ketika saya mengalami sakit keras pada masa haji Wada’. Saya berkata kepada beliau, “Sakit yang saya alami seperti yang telah engkau lihat. Saya memiliki harta, tidak ada yang mewarisi saya kecuali seorang anak perempuan saya. Apakah boleh saya bersedekah dua pertiga dari harta saya?”.

Rasulullah Saw menjawab, “Tidak”.

Saya katakan, “Setengah?”.

Rasulullah Saw menjawab, “Tidak”.

Saya katakan, “Sepertiga?”.

Rasulullah Saw menjawab, “Sepertiga itu banyak, engkau tinggalkan ahli warismu dalam keadaan berkecukupan, itu lebih baik daripada engkau biarkan mereka miskin meminta-minta kepada orang lain. Tidaklah engkau memberikan sesuatu dengan mengharap kemuliaan Allah, melainkan engkau diberi balasan atas pemberian itu, meskipun itu pemberian (nafkah) yang engkau berikan kepada istrimu sendiri”. (HR. Al-Bukhari).

Hadits Tentang Sifat Amal Yang Paling Dicintai Allah Swt.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- : أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ.

قَالَ وَكَانَتْ عَائِشَةُ إِذَا عَمِلَتِ الْعَمَلَ لَزِمَتْهُ. (مسلم).

Artinya:

Dari ‘Aisyah ra, ia berkata: Rasulullah Saw bersabda, “Amal yang paling dicintai Allah Swt adalah amal yang dilaksanakan secara terus-menerus, meskipun amal itu sedikit”. Jika ‘Aisyah ra melaksanakan suatu amal, beliau melaksanakannya secara terus menerus. (HR. Muslim).

Hadits Tentang Fithrah.


فَإِنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ - رضى الله عنه - كَانَ يُحَدِّثُ قَالَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم- « مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلاَّ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ ، كَمَا تُنْتَجُ الْبَهِيمَةُ بَهِيمَةً جَمْعَاءَ هَلْ تُحِسُّونَ فِيهَا مِنْ جَدْعَاءَ » .

ثُمَّ يَقُولُ أَبُو هُرَيْرَةَ - رضى الله عنه - ] فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّه ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُِ[. (رواه البخاري).

Artinya:

Sesungguhnya Abu Hurairah ra meriwayatkan hadits, Rasulullah Saw bersabda, “Tidaklah anak yang lahir itu melainkan dilahirkan dalam keadaan fithrah. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi atau Nashrani atau Majusi. Sebagaimana hewan yang dilahirkan dalam keadaan sempurna, apakah kamu merasa ada anggota tubuhnya yang terputus”.

Kemudian Abu Hurairah membacakan ayat: “(Tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus”. (Qs. ar-Rum [30]: 30). (HR. al-Bukhari).

Hadits Tentang Istiqamah Dalam Keimanan.

عَنْ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الثَّقَفِىِّ قَالَ:

قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قُلْ لِى فِى الإِسْلاَمِ قَوْلاً لاَ أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا بَعْدَكَ.

قَالَ: قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ فَاسْتَقِمْ. (رواه مسلم)

Artinya:

Dari Sufyan bin Abdillah ats-Tsaqafi,

Saya berkata, “Wahai Rasulullah, nyatakanlah kepada saya suatu kalimat tentang Islam yang saya tidak akan menanyakannya kepada seorang pun setelah engkau”.

Rasulullah Saw berkata, “Katakanlah, ‘Aku beriman kepada Allah’, kemudian istiqamahlah!”. (HR. Muslim).

Hadits Tentang Terlepasnya Iman.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ - رضى الله عنهما – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - : لاَ يَزْنِى الْعَبْدُ حِينَ يَزْنِى وَهُوَ مُؤْمِنٌ ، وَلاَ يَسْرِقُ حِينَ يَسْرِقُ وَهُوَ مُؤْمِنٌ ، وَلاَ يَشْرَبُ حِينَ يَشْرَبُ وَهُوَ مُؤْمِنٌ ، وَلاَ يَقْتُلُ وَهُوَ مُؤْمِنٌ .

قَالَ عِكْرِمَةُ: قُلْتُ لاِبْنِ عَبَّاسٍ كَيْفَ يُنْزَعُ الإِيمَانُ مِنْهُ؟

قَالَ: هَكَذَا - وَشَبَّكَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ ثُمَّ أَخْرَجَهَا - فَإِنْ تَابَ عَادَ إِلَيْهِ هَكَذَا وَشَبَّكَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ (رواه البخاري).

Artinya:

Dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: Rasulullah Saw bersabda, “Tidaklah seorang hamba itu berzina ketika ia berzina sedangkan ia seorang mu’min, tidaklah ia mencuri ketika mencuri sedangkan ia mu’min, tidaklah ia minum (khamar) ketika minum (khamar) sedangkan ia mu’min dan tidaklah ia membunuh ketika membunuh sedangkan ia mu’min”.

‘Ikrimah berkata, “Saya katakan kepada Ibnu Abbas, ‘Bagaimanakah iman tercabut dari dirinya?’.

Ibnu Abbas menjawab, “Seperti ini -Ibnu Abbas menjalin jari-jemarinya kemudian melepasnya-. Jika ia bertaubat, maka imannya kembali kepada dirinya seperti ini –Ibnu Abbas menjalin jari-jemarinya kembali-“. (HR. Al-Bukhari).

Hadits Tentang 73 Golongan.


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- افْتَرَقَتِ الْيَهُودُ عَلَى إِحْدَى أَوْ ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً وَتَفَرَّقَتِ النَّصَارَى عَلَى إِحْدَى أَوْ ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِى عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً.

Artinya:

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Rasulullah Saw bersabda, “Yahudi terpecah menjadi 71 atau 72 golongan, Nashrani terpecah menjadi 71 atau 73 golongan dan ummatku akan terpecah menjadi 73 golongan”.

Dalam riwayat lain terdapat pertanyaan,

قالوا : من هي يا رسول الله ؟

قال : الجماعة

Mereka berkata, “Siapakah golongan itu wahai Rasulullah?”.

Rasulullah Saw menjawab, “Mereka adalah jamaah”.

وفي رواية : ما أنا عليه وأصحابي

Dalam riwayat lain terdapat jawaban,

“Mereka adalah yang berada pada jalanku dan para shahabatku”.

Takhrij:

Hadits ini disebutkan dalam:

  • As-Sunan karya Imam Abu Daud, juz. 2, hal. 608, no. 4596 (Cet. Dar al-Fikr).
  • Al-Musnad karya Imam Ahmad bin Hanbal, juz. 2, hal. 332, no. 8377 (Cet. Mu’assasah Qurthubah, Kairo).
  • Ash-Shahih karya Ibnu Hibban, juz. 14, hal. 140, no. 6247.
  • As-Sunan al-Kubra karya Imam al-Baihaqi, juz. 10, hal. 208, no. 20690 (Cet. Dar al-Baz, Makkah al-Mukarramah).
  • Al-Mustadrak karya Imam al-Hakim, juz. 1, hal. 217, no. 441.
  • Al-Musnad karya Imam Abu Ya’la, juz. 10, hal. 317, no. 5910. Syekh Husein Salim Asad, “Sanadnya hasan”.

Status/Kualitas Hadits:

Imam adz-Dzahabi berkata dalam komentar beliau terhadap al-Mustadrak, “Shahih menurut syarat Imam Muslim”. Syekh al-Albani berkata, “Hadits hasan shahih”. (Shahih wa Dha’if Sunan Abi Daud, juz.10, hal. 96, no. 4596). Syekh Syu’aib al-Arna’uth berkata, “Sanadnya hasan”. Dan Syekh Husein Salid Asad berkata dalam tahqiq beliau terhadap Musnad Abi Ya’la, “Sanadnya hasan”.

Rabu, 21 April 2010

Shalat Isyraq


حدثنا عبد الله بن معاوية الجمحي البصري حدثنا عبد العزيز بن مسلم حدثنا أبو ظلال عن أنس [ بن مالك ] قال : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم من صلى الغداة في جماعة ثم قعد يذكر الله حتى تطلع الشمس ثم صلى ركعتين كانت له كأجر حجة وعمرة

Abdullah bin Mu’awiyah al-Jumahi al-Bashri meriwayatkan kepada kami: Abdul Aziz bin Muslim meriwayatkan kepada kami: Abu Zhilal meriwayatkan kepada kami: Dari Anas [bin Malik], ia berkata: Rasulullah Saw bersabda, “Siapa yang melaksanakan shalat Shubuh berjama’ah, kemudian ia duduk (berzikir) mengingat Allah hingga terbit matahari. Kemudian ia shalat dua rakaat. Maka ia mendapat balasan seperti balasan haji dan umrah”.

Hadits ini terdapat dalam kitab Sunan at-Tirmidzi, juz. 2, hal. 481, no. 586.

Menurut Syekh Nashiruddin al-Albani hadits ini adalah hadits Hasan (as-Silsilah ash-Shahihah, juz. 9, hal. 189, no. 3403).

Dua rakaat setelah terbit matahari tersebut disebut dengan shalat al-Isyraq, karena dilaksanakan beberapa saat setelah terbitnya matahari.

Dalam Fatawa ar-Ramli (juz. 2, hal. 46) disebutkan bahwa shalat Isyraq adalah shalat Dhuha.

Dalam Majmu’ Fatawa wa Rasa’il Ibni ‘Utsaimin (juz. 14, hal. 211) disebutkan bahwa shalat Isyraq sama dengan shalat Dhuha, hanya saja waktu pelaksanaannya lebih awal daripada shalat Dhuha, yaitu kira-kira lima belas menit setelah terbitnya matahari.

Diterjemahkan Oleh:

H. Abdussomad, Lc., MA.

somadku@yahoo.com

Nama Anak Hasil Perbuatan Zina.


عنوان الفتوى : تسمية ولد الزنا

تاريخ الفتوى : 01 ذو القعدة 1424

السؤال: بما أن ابن الزنا لا ينتسب إلى أبيه فكيف يعامل في المجتمع وهو لا يحمل أوراق ثبوتية؟

الفتوى:

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أما بعد: فولد الزنا لا ينسب إلى أبيه من الزنا لأنه ليس بأبيه شرعاً، ولكن يمكن أن ينسب إلى اسم معبد لله تعالى، كعبد الله بن عبد الرحمن، ويسجل به في الأوراق الرسمية، كشهادة الميلاد أو شهادة الدراسة ونحو ذلك. والله أعلم.

المفتي: مركز الفتوى بإشراف د.عبدالله الفقيه

Terjemah:

Judul Fatwa: Nama Anak Zina.

Tanggal: 01 Dzulqa’dah 1424H.

Pertanyaan:

Anak zina tidak dinisbatkan kepada bapaknya, bagaimana interaksinya di tengah masyarakat karena anak zina tersebut tidak memiliki surat-surat keterangan identitas?

Fatwa:

Alhandulillah, shalawat dan salam kepada Rasulullah, keluarga dan shahabatnya.

Amma ba’du, anak zina tidak dinisbatkan kepada bapaknya (yang melakukan perbuatan zina), karena orang tersebut bukan bapaknya menurut syariat Islam. Akan tetapi dapat dinisbatkan kepada nama yang menunjukkan kepada hamba Allah, misalnya Abdullah bin Abdurrahman. Kemudian didaftarkan dengan nama tersebut dalam surat-surat resmi seperti akte kelahiran, ijazah sekolah dan lainnya. Wallahu a’lam.

Mufti: Pusat Fatwa asy-Syabakah al-Islamiyah.

Pengawas: DR. Abdullah al-Faqih.

Membunuh Dua Binatang Hitam Dalam Shalat.


وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ { اُقْتُلُوا الْأَسْوَدَيْنِ فِي الصَّلَاةِ : الْحَيَّةَ ، وَالْعَقْرَبَ }

Artinya:

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Bunuhlah dua yang hitam dalam shalat; ular dan kalajengking”.

Disebutkan dalam kitab: Sunan Abi Daud, 1/305 (Dar al-Fikr, Beirut), Sunan at-Tirmidzi, 2/232 (Dar Ihya’ at-Turats al-‘Arabi, Beirut), Sunan an-Nasa’i, 1/189 (Dar al-Kutub al-‘Ilmiah, Beirut) dan Sunan Ibnu Majah, 1/394 (Dar al-Fikr, Beirut)., dinyatakan shahih oleh Imam Ibnu Hibban dan Syekh al-Albani.