Minggu, 19 April 2015

PUASA BULAN RAJAB.



عُثْمَانُ بْنُ حَكِيمٍ الْأَنْصَارِيُّ قَالَ سَأَلْتُ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ عَنْ صَوْمِ رَجَبٍ وَنَحْنُ يَوْمَئِذٍ فِي رَجَبٍ فَقَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لَا يَصُومُ
Utsman bin Hakim al-Anshari berkata, “Saya bertanya kepada Sa’id bin Jubair tentang puasa di bulan Rajab, kami pada saat itu berada di bulan Rajab”. Ia menjawab, “Saya telah mendengar Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah Saw melaksanakan puasa hingga kami mengatakan ia tidak berbuka, dan Rasulullah Saw berbuka hingga kami mengatakan Rasulullah Saw tidak puasa”. (Hadits riwayat Imam Muslim).
Penjelasan hadits ini menurut Imam an-Nawawi:
الظاهر أن مراد سعيد بن جبير بهذا الاستدلال أنه لا نهى عنه ولا ندب فيه لعينه بل له حكم باقي الشهور ولم يثبت في صوم رجب نهى ولا ندب لعينه ولكن أصل الصوم مندوب إليه وفي سنن أبي داود أن رسول الله صلى الله عليه و سلم ندب إلى الصوم من الأشهر الحرم ورجب أحدها والله أعلم
Pada zahirnya, maksud Sa’id bin Jubair berdalil dengan hadits ini bahwa tidak ada larangan dan tidak ada anjuran puasa di bulan Rajab. Hukum puasa di bulan Rajab sama seperti puasa di bulan-bulan lain. Tidak ada hadits tentang puasa bulan Rajab, hadits melarang atau pun menganjurkan. Akan tetapi hukum asal berpuasa itu dianjurkan, dalam kitab Sunan Abi Daud Rasulullah Saw menganjurkan puasa di bulan-bulan haram/mulia, bulan Rajab adalah salah satu dari bulan haram/mulia. Wallahu a’lam.
( Syarh an-Nawawi ‘ala Shahih Muslim, juz.VIII, hal.39).
Hadits dalam Sunan Abi Daud yang dimaksud Imam an-Nawawi:
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ سَعِيدٍ الْجُرَيْرِيِّ عَنْ أَبِي السَّلِيلِ عَنْ مُجِيبَةَ الْبَاهِلِيَّةِ عَنْ أَبِيهَا أَوْ عَمِّهَا أَنَّهُ أَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ انْطَلَقَ فَأَتَاهُ بَعْدَ سَنَةٍ وَقَدْ تَغَيَّرَتْ حَالُهُ وَهَيْئَتُهُ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَمَا تَعْرِفُنِي قَالَ وَمَنْ أَنْتَ قَالَ أَنَا الْبَاهِلِيُّ الَّذِي جِئْتُكَ عَامَ الْأَوَّلِ قَالَ فَمَا غَيَّرَكَ وَقَدْ كُنْتَ حَسَنَ الْهَيْئَةِ قَالَ مَا أَكَلْتُ طَعَامًا إِلَّا بِلَيْلٍ مُنْذُ فَارَقْتُكَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِمَ عَذَّبْتَ نَفْسَكَ ثُمَّ قَالَ صُمْ شَهْرَ الصَّبْرِ وَيَوْمًا مِنْ كُلِّ شَهْرٍ قَالَ زِدْنِي فَإِنَّ بِي قُوَّةً قَالَ صُمْ يَوْمَيْنِ قَالَ زِدْنِي قَالَ صُمْ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ قَالَ زِدْنِي قَالَ صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ وَقَالَ بِأَصَابِعِهِ الثَّلَاثَةِ فَضَمَّهَا ثُمَّ أَرْسَلَهَا
Hadits Rasulullah Saw memerintahkan laki-laki dari al-Bahilah melaksanakan puasa di bulan-bulan haram/mulia (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab):
حدثنا عبد الله حدثني أبي ثنا إسماعيل ثنا الجريري عن أبي السليل قال حدثتني مجيبة عجوز من باهلة عن أبيها أو عن عمها قال : أتيت رسول الله صلى الله عليه و سلم لحاجة مرة فقال من أنت قال أو ما تعرفني قال ومن أنت قال أنا الباهلي الذي أتيتك عام أول قال فإنك أتيتني وجسمك ولونك وهيئتك حسنة فما بلغ بك ما أرى فقال اني والله ما أفطرت بعدك الا ليلا قال من أمرك أن تعذب نفسك من أمرك أن تعذب نفسك من أمرك أن تعذب نفسك ثلاث مرات صم شهر الصبر رمضان قلت اني أجد قوة وأني أحب أن تزيدني فقال فصم يوما من الشهر قلت اني أجد قوة وأني أحب أن تزيدني قال فيومين من الشهر قلت اني أجد قوة وأني أحب أن تزيدني قال وما تبغى عن شهر الصبر ويومين في الشهر قال قلت اني أجد قوة وأني أحب أن تزيدني قال فثلاثة أيام من الشهر قال والحم عند الثالثة فما كاد قلت اني أجد قوة وأني أحب ان تزيدني قال فمن الحرم وافطر
Hadits ini terdapat dalam Musnad Ahmad. Menurut Syekh Syu’aib al-Arna’uth, status hadits ini: Hasan li ghairihi.
                Berdasarkan keterangan di atas maka tidak ada dalil khusus melaksanakan puasa khusus di hari khusus, dengan jumlah bilangan khusus, dengan cara khusus, dengan balasan khusus di bulan Rajab. Tapi jika ada yang puasa di bulan Rajab secara umum, maka itu baik, karena ada hadits umum tentang itu. Wallahu a’lam bi as-shawab.

Rabu, 11 Februari 2015

AGAMA BAHA'I, mengapa?



Dalam buku AGAMA BAHA’I, pada halaman 7 ada gambar, tertulis di bawah gambar tersebut: MAKAM SANG BAB. Apa dan Siapakah BAB itu?
BAB artinya pintu. Karena dialah satu-satunya pintu menuju Imam Mahdi.
BAB itu adalah gelarAli bin Muhammad Ridha as-Syirazi.
Ia lahir di Syiraz Iran pada tahun 1819M.
(Sumber: Muhadharat fi al-Milal wa an-Nihal, DR.Muhammad Mushthafa as-Syinnawi dan DR.Khalid Ibrahim Hasballah, Mesir 1998, hal.283).
Pada awalnya ia mengaku sebaga BAB, pintu menuju Imam Mahdi.
Pada fase selanjutnya, ia mengaku nabi, BAB; pintu yang menyampaikan kepada Allah.
Akhirnya ia mengaku Allah bersemayam dalam dirinya.
(Sumber: al-Babiyyah wa al-Baha’iyyah fi al-Mizan, hal.51).

Apakah hubungan BAHA’I dengan BAB?
Setelah Ali bin Muhammad Ridha as-Syirazi yang bergelar BAB mati, maka murid-muridnya terpecah menjadi tiga:
PERTAMA: Pengikut BAB yang tetap berpegang pada wasiat Ali bin Muhammad Ridha as-Syirazi.
KEDUA: Pengikut Yahya Ali an-Nuri al-Mazandarani bergelar Shubh Azal.
KETIGA: Pengikut Husain an-Nuri al-Mazandarani bergelar Baha’ullah. Pengikutnya disebut BAHA’I.
Mereka saling mengkafirkan. Meskipun Yahya Ali an-Nuri al-Mazandarani adalah saudara kandung Husain an-Nuri al-Mazandarani (Baha’ullah), tapi ia mengkafirkan Baha’ullah dan pengikutnya dengan sabdanya:
خذوا ما أظهرنا بقوة وأعرضوا عن الإثم لعلكم ترحمون إن الذين يتخذون العجل من بعد نور الله أولئك هم المشركون
“Lawanlah kenyataan yang terjadi di tengah-tengah kita dengan kekuatan. Tolaklah dosa, mudah-mudahan kamu mendapat rahmat. Sesungguhnya orang-orang yang menjadikan anak lembu sebagai tuhan setelah cahaya Allah, mereka itu adalah orang-orang yang musyrik”.
Yahya Ali an-Nuri al-Mazandarani menyamakan Baha’ullah seperti Samiri yang telah menyesatkan Bani Israil dengan membuat patung anak lembu.
(Sumber: Fitnah al-Baha’iyyah, Abu Hafsh Ahmad bin Abdissalam as-Sakandari, hal.13).

Apakah BAHA’I itu?
تعريف البهائية:
ديانة منحرفة أسستها طائفة خرجت في إيران ، جعلت لها كتاباً بدل القرآن سموه: البيان , وكتابا آخر اسمه: الأقدس , وهم يعتقدون أن البيان والأقدس أفضل من القرآن، وإنهما ناسخان له
Definisi Baha’i.
Baha’i adalah agama menyimpang yang didirikan oleh suatu kelompok di Iran. Kelompok ini membuat kitab suci pengganti al-Qur’an, mereka sebut dengan al-Bayan. Satu lagi kitab al-Aqdas. Mereka meyakini bahwa al-Bayan dan al-Aqdas lebih utama daripada al-Qur’an. Al-Bayan dan al-Aqdas telah menghapus al-Qur’an.
(Prof. DR. Thal’at Zahran as-Sakandari, al-Baha’iyyah, hal.20).

Mengapa Istana BAHA’I bisa ada di ISRAEL?
Konflik saudara kandung (Yahya Ali an-Nuri al-Mazandarani bergelar Shubh Azal dan
Husain an-Nuri al-Mazandarani bergelar Baha’ullah). Shubh Azal pernah berusaha meracun Baha’ullah dan Baha’ullah pula melakukan percobaan pembunuhan terhadap Shubh Azal. Akhirnya, Shubh Azal diasingkan ke Cyprus, sedangkan Baha’ullah diasingkan ke ‘Akka Palestina. Shubh Azal mati di Cyprus. Kepemimpinan ia wasiatkan kepada puteranya yang akhirnya masuk Kristen, pengikutnya pun terpecah. Sedangkan Baha’ullah di ‘Akka lebih beruntung, ia mendapatkan bantuan dari Zionis Israel. Mereka membuatkan istana megah untuknya, disebut Istana al-Bahjah. Di sanalah dimakamkan Baha’ullah. Kaum Baha’i menjadikannya kiblat ritual dan berhaji. Terlihat jelas campur tangan asing dalam Baha’i.
(Sumber: Fitnah al-Baha’iyyah, Abu Hafsh Ahmad bin Abdissalam as-Sakandari, hal.13).

Bagaimanakah akhir hayat BAHA’ULLAH?
Di akhir hayatnya, Allah menjadikannya sebagai pelajaran, ia tertimpa penyakit GILA. Ia menutup wajahnya dengan kain seperti wanita, agar para pengikutnya tidak bisa melihatnya, hingga membuat anak tertuanya bernama Abbas Affandi Abdul Baha’ mengurungnya agar tidak dilihat orang banyak karena ia dalam kondisi GILA. Akhirnya ia menderita demam panas di seluruh tubuhnya. Sampai akhirnya, setelah penderitaan panjang itu, Allah membinasakannya pada bulan Mei 1892M.
(Sumber: Fitnah al-Baha’iyyah, Abu Hafsh Ahmad bin Abdissalam as-Sakandari, hal.16).


Bagaimanakah perkembangan BAHA’I setelah kematian Baha’ullah?
Selanjutnya kepemimpinan Baha’i dipimpin oleh Abbas Affandi Abdul Baha’.

Apakah Sikap BAHA’I terhadap penjajahan ISRAEL terhadap Palestina?
Jelas terlihat dukungan BAHA’I terhadap ISRAEL, bisa dilihat dalam pidato Abbas Affandi:
وفي هذا الزمان وفي تلك الدورة سيجتمع بنو إسرائيل في الأرض المقدسة ويمتلكون الأراضي والقرى ويسكنون فيها ويزدادون تدريجيا إلى أن تصير فلسطين كلها وطنا لهم
“Pada masa ini, pada fase tersebut, bangsa Israel akan berkumpul di tanah suci, mereka akan menguasai dan memiliki tanah-tanah dan desa-desa. Mereka akan mendiaminya. Secara perlahan-lahan mereka akan terus bertambah hingga seluruh Palestina akan menjadi negeri Israel”.
(Sumber: Fitnah al-Baha’iyyah, Abu Hafsh Ahmad bin Abdissalam as-Sakandari, hal.17).
Bagaimanakah ‘AQIDAH BAHA’I?
Mereka meyakini bahwa tuhan bersemayam dalam diri para pendiri mereka. Ini jelas dalam ucapan Baha’ullah saat mewasiatkan kepemimpinan kepada Abbas Afandi dengan berfirman
من الله العزيز الحكيم إلى الله اللطيف الخبير
“Dari Allah Yang Maha Kuasa dan Bijaksana kepada Allah Yang Maha Lembut dan Mengetahui”. Maksudnya: dari Baha’ullah kepada Abbas Affandi. Karena mereka meyakini tuhan bersemayam dalam diri mereka.
(Sumber: Fitnah al-Baha’iyyah, Abu Hafsh Ahmad bin Abdissalam as-Sakandari, hal.16).
Dalam kitab suci mereka  al-Aqdas disebutkan:
"من عرفني فقد عرف المقصود ، ومن توجه إلي فقد توجه إلى المعبود‍".
“Siapa yang mengenal aku (Baha’ullah), maka ia telah mengenal yang dimaksud.
Siapa yang menghadap kepadaku, maka ia telah menghadap kepada yang disembah”.

BAHA’I meyakini semua agama benar.
Inilah yang membuat mereka bisa diterima semua golongan, karena memberikan pembenaran. Abbas Affandi Abdul Baha’ mengajarkan pluralisme agama. Ia berkata dalam al-Khithabat Abd al-Baha’, pidatonya  halaman 99:
اعلم أن الملكوت ليس خاصا بجمعية مخصوصة فإنك يمكن أن تكون بهائيا مسيحيا وبهائيا ماسونيا وبهائيا يهوديا وبهائيا مسلما
“Ketahuilah bahwa kuasa tuhan tidak hanya khusus pada kelompok tertentu, Anda bisa menjadi seorang Baha’i Kristen, Baha’i Freemasonry, Baha’i Yahudi dan Baha’i Muslim”.

BEBERAPA PENYIMPANGAN BAHA’I,
disebutkan Prof.DR.Thal’at Zahran as-Sakandari dalam al-Baha’iyyah:
·         Tidak boleh shalat berjamaah. Kecuali shalat jenazah. Ritual ibadah mereka hanya tiga kali saja; shubuh, zhuhur dan sore. Setiap satu ritual terdiri dari tiga rakaat, caranya tidak ditentukan, dilaksanakan secara bebas.
·         Arah kiblat ke istana al-Bahjah di ‘Akka di Palestina.
·         Wudhu’ hanya pada wajah dan tangan dengan air bunga mawar dengan mengucapkan: Bismillah al-Athhar al-Athhar sebanyak lima kali.
·         Tidak ada najis dan junub. Karena semua orang yang meyakini BAHA’I maka ia telah suci.
·         Mengagungkan angka 19.
·         Puasa hanya 19 hari dalam setahun. Dari tanggal 2 sampai 21 Maret. Disebut dengan bukan al-‘Ala’, akhir bulan Baha’i.
·         Zakat sebanyak 19% dari total harta.
·         Haji ke makam Baha’ullah di istana al-Bahjah di ‘Akka.
·         Tidak ada hukuman.
·         Boleh menikah bagi pasangan homo dan lesbi. Ini yang membuat BAHA’I diterima di Eropa yang memang masyarakat sakit.
·         Mengharamkan hijab bagi wanita. Oleh sebab itu di buku AGAMA BAHA’I banyak sekali gambar wanita tidak menutup aurat.
·         Mengharamkan jihad. Itulah rahasia mengapa mereka mendapatkan bantuan dan support dari barat dan Israel.
·         Menyatakan kenabian para tokoh seperti Sidarta Gautama, Konghucu, Zaratusta dan para filosof India, Cina dan Persia.
·         Mengingkari mukjizat para nabi.
·         Membolehkan nikah mut’ah (nikah kontrak).
·         Agama BAHA’I menghapus syariat nabi Muhammad Saw.
·         Kitab al-Aqdas lebih hebat daripada al-Qur’an.
·         Wahyu masih terus ada, tidak terputus, karena makna Khatam adalah hiasan, bukan penutup.
·         Tidak boleh berzikir. Dalam kitab al-Aqdas disebutkan:
o   ليس لأحد أن يحرك لسانه ويلهج بذكر الله أمام الناس ، حين يمشي في الطرقات والشوارع
·         “Tidak seorang pun boleh menggerakkan lidahnya atau menyibukkan diri berzikir mengingat Allah di hadapan manusia, ketika berjalan di jalan dan pasar”.
·         Tidak percaya kepada surga dan neraka.
·         Tidak percaya kepada malaikat dan jin.
·         Tidak percaya kepada alam barzakh. Menurut mereka, makna barzakh itu adalah fase antara nabi Muhammad Saw dan BAB.

Apakah Fatwa ULAMA tentang BAHA’I?
نص فتوى دار الإفتاء بالأزهر :
" بسم الله ، والحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله ، وبعد:...
فالبهائية فرقة مرتدة عن الإسلام ، لا يجوز الإيمان بها ، ولا الاشتراك فيها ، ولا السماح لها بإنشاء جمعيات أو مؤسسات ؛ لأنها تقوم على عقيدة الحلول ، وتشريع غير ما أنزل الله ، وادعاء النبوة ، بل والألوهية ، وهذا ما أفتى به مجمع البحوث الإسلامية في عهد الشيخ جاد الحق ، وأقره المجمع الحالي .
Teks Fatwa Darul Ifta’ (Lembaga Fatwa) di Al-Azhar, Mesir.
Bismillah, walhamdulillah, shalawat dan salam kepada Rasulullah Saw, amma ba’du:
Adapun Baha’i adalah kelompok murtad dari agama Islam. Tidak boleh mempercayainya. Tidak boleh bergabung dengan kelompok ini. Tidak boleh memberikan izin pendirian persatuan atau lembaga untuk kelompok ini. Karena kelompok ini berdiri atas dasar ‘aqidah al-Hulul (tuhan menempati makhluk/Baha’ullah). Menetapkan syariat selain yang diturunkan Allah. Menyatakan kenabian. Bahkan menyatakan diri sebagai tuhan. Demikian fatwa Majma’ al-Buhuts al-Islamiyyah (Lembaga Riset Islam) pada masa Syekh Jad al-Haq. Masih berlaku sampai sekarang.

يقول فضيلة الشيخ جاد الحق علي جاد الحق شيخ الأزهر السابق - رحمه الله - :
.. والبابية أو البهائية فكر خليط من فلسفات وأديان متعددة ، ليس فيها جديد تحتاجه الأمة الإسلامية لإصلاح شأنها وجمع شملها ، بل وضُح أنها تعمل لخدمة الصهيونية والاستعمار ، فهي سليلة أفكار ونحل ابتليت بها الأمة الإسلامية حربا على الإسلام وباسم الدين " ا.هـ .
Syekh Jad al-Haq Ali Jad al-Haq Pimpinan Tertinggi (Grand Syekh) lembaga al-Azhar berkata:
Al-Babiyah atau Baha’i adalah pemikiran yang menggabungkan antara filsafat dan pluralisme agama. Di dalamnya tidak ada hal baru yang dibutuhkan ummat Islam untuk memperbaiki ummat Islam dan untuk menyatukan ummat Islam. Bahkan jelas bahwa Baha’i bekerja untuk Zionis Israel dan penjajahan. Baha’i adalah aliran pemikiran dan sekte yang menjadi ujian bagi ummat Islam, memerangi Islam dengan nama agama.
(Prof. DR. Thal’at Zahran as-Sakandari, al-Baha’iyyah, hal.22)

FATWA SYEKH ABDUL AZIZ IBNU BAZ MUFTI KERAJAAN SAUDI ARABIA:
فتوى الشيخ ابن باز مفتي المملكة السعودية - رحمه الله -: الذين اعتنقوا مذهب (بهاء الله) الذي ادعى النبوة ، وادعى أيضا حلول الله فيه ، هل يسوغ للمسلمين دفن هؤلاء الكفرة في مقابر المسلمين؟
Para pengikut Baha’i atau Baha’ullah yang mengaku nabi, ia juga menyatakan Hulullah (Allah bersemayam dalam dirinya). Apakah kaum muslimin boleh memakamkan mereka di pemakaman kaum muslimin?
فأجاب: إذا كانت عقيدة البهائية كما ذكرتم فلا شك في كفرهم وأنه لا يجوز دفنهم في مقابر المسلمين ؛ لأن من ادعى النبوة بعد نبينا محمد –صلى الله عليه وسلم- فهو كاذب وكافر بالنص وإجماع المسلمين ؛ لأن ذلك تكذيب لقوله تعالى: {مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ} (40) سورة الأحزاب ، ولما تواترت به الأحاديث عن رسول الله –صلى الله عليه وسلم- أنه خاتم الأنبياء لا نبي بعده ، وهكذا من ادعى أن الله سبحانه حال فيه ، أو في أحد من الخلق فهو كافر بإجماع المسلمين ؛ لأن الله سبحانه لا يحل في أحد من خلقه بل هو أجل وأعظم من ذلك ، ومن قال ذلك فهو كافر بإجماع المسلمين
Jawaban:
Jika aqidah Baha’i seperti yang kamu sebutkan, maka tidak diragukan lagi bahwa mereka itu kafir. Mereka tidak boleh dikuburkan di pemakaman kaum muslimin. Karena siapa yang menyatakan kenabian setelah nabi Muhammad Saw maka dia adalah pendusta dan kafir berdasarkan nash dan Ijma’ kaum muslimin. Karena perbuatan itu telah mendustakan firman Allah Swt, “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”. (Qs. al-Ahzab [33]: 40). Juga telah mengingkari hadits-hadits Mutawatir dari Rasulullah Saw bahwa Nabi Muhammad Saw adalah penutup para nabi. Tidak ada nabi lagi setelah nabi Muhammad Saw. Demikianlah, maka siapa yang menyatakan diri bahwa Allah Swt telah bersemayam dalam dirinya, atau pada salah satu dari makhluk-Nya, maka ia telah kafir berdasarkan Ijma’ Kaum muslimin. Karena Allah Swt tidak berdiam di dalam salah satu makhluk-Nya. Allah Swt Maha Agung dan Mulia dari sifat itu. Siapa yang menyatakan demikian, maka ia kafir berdasarkan Ijma’ kaum muslimin.
(Prof.DR.Thal’at Zahran as-Sakandari, al-Baha’iyyah, hal.22)

SYI'AH KAFIR?



Siapakah ulama yang mengkafirkan Syi’ah?

Jawaban:
PENDAPAT IMAM MALIK:
روى الخلال عن أبي بكر المروذي قال: سمعت أبا عبد الله يقول: قال الإمام مالك: الذي يشتم أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم ليس لهم اسم - أو قال -: نصيب في الإسلام
[الخلال/ السنة: 2/557، قال محقق الرسالة: إسناده صحيح.].
Al-Khallal meriwayatkan dari Abu Bakr al-Marwazi, ia berkata, “Saya mendengar Abu Abdillah berkata, ia berkata, Imam Malik berkata:
“Orang yang mencaci maki shahabat nabi, mereka tidak punya bagian dalam Islam/KAFIR”.

IMAM SYAFI’I.
وأخرج الهروي عن يوسف بن يحيي البويطي قال ( سألت الشافعي أأصلي خلف الرافضي ؟ قال : لا تصل خلف الرافضي ولا القدري ولا المرجئ . قلت : صفهم لنا , قال : من قال : الإيمان قول فهو مرجئ , ومن قال : إن أبابكر وعمر ليسا بإمامين فهو رافضي , ومن جعل المشيئة إلى نفسه فهو قدري
Al-Harawi meriwayatkan dari Yusuf bin Yahya al-Buwaithi, ia berkata, “Saya bertanya kepada Imam Syafi’i, ‘Apakah saya shalat di belakang syi’ah Rafidhah?”.
Imam Syafi’i menjawab, “Janganlah engkau shalat di belakang syi’ah rafidhah, qadariyah dan murji’ah”.
Al-Buwaithi: “Sebutkanlah ciri-ciri mereka”.
Imam Syafi’i: “Siapa yang mengatakan bahwa iman itu cukup ucapan saja, berarti dia murji’ah. Siapa yang mengatakan bahwa Abu Bakar dan Umar bukan khalifah, maka ia syi’ah rafidhah. Siapa yang menyatakan bahwa kehendak itu hanya dirinya sendiri, berarti ia qadari”.
(sumber: Siyar A’lam an-Nubala’, Imam adz-Dzahabi, juz.X, hal.31).

PENDAPAT IMAM HANBALI:
"هم الذين يتبرؤون من أصحاب محمد صلى الله عليه وسلم ويسبونهم، ويتنقصون ويكفرون الأئمة إلا أربعة: علي، وعمار، والمقداد، وسلمان، وليست الرافضة من الإسلام في شيء" [السنة للإمام أحمد: ص82، تصحيح الشيخ إسماعيل الأنصاري.].
Mereka yang mengkafirkan dan mencaci maki shahabat nabi, mencela dan mengkafirkan para imam, kecuali empat: Ali, Ammar, al-Miqdad dan Salman. Syi’ah Rafhidhah bukan Islam”. (sumber: as-Sunnah, hal.82).

PENDAPAT IMAM ABDURRAHMAN IBNU MAHDI:
قال عبد الرحمن بن مهدي: هما ملتان: الجهمية والرافضية [خلق أفعال العباد للبخاري: ص125
Al-Jahamiyyah dan Syi’ah Rafidhah adalah  dua agama (Bukan Islam).
(Sumber: Khalq Af’al al-’Ibad: hal.125).

PENDAPAT IMAM AL-BUKHARI:
قال - رحمه الله -: ما أبالي صليت خلف الجهمي والرافض، أم صليت خلف اليهود والنصارى، ولا يسلم عليهم ولا يعادون ولا يناكحون ولا يشهدون ولا تؤكل ذبائحهم [الإمام البخاري/ خلق أفعال العباد: ص125.].
Imam al-Bukhari berkata:
“Saya tidak peduli apakah saya shalat di belakang penganut mazhab Jahamiyah atau Syi’ah Rafidhah, di belakang Yahudi dan Nasrani (Mereka KAFIR). Tidak boleh mengucapkan salam kepada mereka, tidak boleh dijenguk, tidak boleh dinikahi, tidak boleh bersaksi, tidak dimakan sembelihan mereka”.
(Sumber: Khalq Af’al al-’Ibad, hal.125).


IMAM AL-GHAZALI:
فلو صرح مصرح بكفر أبي بكر وعمر - رضي الله عنهما - فقد خالف الإجماع وخرقه، ورد ما جاء في حقهم من الوعد بالجنة والثناء عليهم والحكم بصحة دينهم وثبات يقينهم وتقدمهم على سائر الخلق في أخبار كثيرة.. ثم قال: "فقائل ذلك إن بلغته الأخبار واعتقد مع ذلك كفرهم فهو كافر.. بتكذيبه رسول الله صلى الله عليه وسلم، فمن كذبه بكلمة من أقاويله فهو كافر بالإجماع
“Jika seseorang secara jelas mengkafirkan Abu Bakar dan Umar, maka ia telah bertentangan dengan Ijma’ dan merusaknya. Menolak hak shahabat yaitu janji mendapat surga, pujian, kebenaran agama, kokoh keyakinan, didahulukan dari selua makhluk. Orang yang mengingkari semua itu, jika hadits telah sampai kepadanya, namun ia tetap kafir, MAKA IA KAFIR, karena ia telah mendustakan Rasulullah Saw. Siapa yang mendustakan Rasulullah Saw dengan satu kalimat, maka ia KAFIR menurut Ijma’”
(Sumber: Fadha’ih al-Bathiniyyah, 149).

PENDAPAT IMAM ABDUL QAHIR AL-BAGHDADI:
"وأما أهل الأهواء الجارودية الهاشمية والجهمية، والإمامية الذين أكفروا خيار الصحابة.. فإنا نكفرهم، ولا تجوز الصلاة عليهم عندنا ولا الصلاة خلفهم" [الفرق بين الفرق: ص357.].
“Adapun ahli hawa seperti kelompok al-Jarudiyah, al-Hasyimiyah, al-Jahamiyah dan Syi’ah Imamiyah yang telah mengkafirkan para shahabat, maka kami MENGKAFIRKAN mereka. Mereka tidak boleh dishalatkan dan tidak boleh shalat di belakang mereka”.
(Sumber: al-Farq Bain al-Firaq: hal.357).

PENDAPAT IMAM IBNU HAZM:
وأما قولهم (يعني النصارى) في دعوى الروافض تبديل القرآن فإن الروافض ليسوا من المسلمين [يعني فلا حاجة في كلامهم على المسلمين، ولا على كتابهم.]، إنما هي فرقة حدث أولها بعد موت رسول الله صلى الله عليه وسلم بخمس وعشرين سنة. وهي طائفة تجري مجرى اليهود والنصارى في الكذب والكفر [الفصل: 2/213.].
“adapun pendapat mereka (Nasrani) sama seperti pendapat Syi’ah Rafidhah tentang pertukaran al-Qur’an. Sesungguhnya Syi’ah Rafidhah itu bukan kaum muslimin. Mereka adalah kelompok yang muncul setelah 25 tahun kematian Rasulullah Saw. Kelompok ini sama seperti Yahudi dan Nasrani dalam hal dusta dan KEKAFIRAN”.
(Sumber: al-Fishal, juz.II, hal.213).

PENDAPAT IMAM FAKHRUDIN AR-RAZI:
         الأشاعرة يكفرون الروافض من ثلاثة وجوه:
         أولها: أنهم كفروا سادات المسلمين، وكل من كفر مسلماً فهو كافر لقوله عليه السلام: "من قال لأخيه: يا كافر فقد باء بها أحدهما" [سيأتي تخريجه.] فإذن يجب تكفيرهم.
         وثانيها: أنهم كفروا قوماً نص الرسول عليه السلام بالثناء عليهم وتعظيم شأنهم، فيكون تكفيرهم تكذيباً للرسول عليه السلام.
         وثالثها: إجماع الأمة على تكفير من كفر سادات الصحابة [الرازي/ نهاية العقول، الورقة 212 (مخطوط).].
Ulama mazhab Asy’ari mengkafirkan Syi’ah Rafidhah
Dari tiga aspek:
Pertama, mereka mengkafirkan kaum muslimin. Siapa yang mengkafirkan kaum muslimin, maka ia kafir. Berdasarkan hadits. Maka mereka WAJIB DIKAFIRKAN.
Kedua, mereka mengkafirkan orang-orang yang dipuji nabi, berarti mereka mendustakan nabi.
Ketiga, Ijma’ untuk MENGKAFIRKAN orang yang telah mengkafirkan para shahabat nabi”.
(Sumber: Nihayat al-’Uqul: kertas: 212).

Apakah Syi’ah di Indonesia itu syi’ah rafidhah? Hingga fatwa-fatwa di atas berlaku bagi mereka?
Ya, karena mereka mencaci maki shahabat.

Apa buktinya?
Fakta, mereka menyatakan:
      Abu Bakar Munafiq
      Umar arogan.
      Utsman hedonis.
      Abu Bakar dan Umar adalah Iblis.
Dalam buku “KECUALI ALI”.
Penerbit al-Huda, Jakarta.
Cetakan Pertama: Juli 2009.

Mereka nyatakan:
      Aisyah biang fitnah.
      Aisyah licik dan pembohong.
      Abu Hurairah pemalsu hadits.
      Abu Hurairah Yahudi pura-pura masuk Islam.
Buku “ANTOLOGI ISLAM”.
Penerbit al-Huda Jakarta.
Cetakan pertama Januari 2005.

Mereka nyatakan:
      Laknat Syi’ah terhadap Abu Bakar
      Abu Bakar dan Umar pelaku bid’ah.
Buku “THE SHI’A”.
Penerbit Lentera Jakarta.
Cetakan pertama Maret 2008

Mereka nyatakan:
      Laknat Syi’ah terhadap Abu Bakar
      Abu Bakar dan Umar pelaku bid’ah.
Buku “40 MASALAH SYI’AH”.
Penulis :Emilia Renita.
Editor: Jalaluddin Rakhmat
Penerbit IJABI (Ikatan Jamaah Ahli Bait Indonesia)
Hal.194: Abu Bakr la
(laknatullah ‘alaihi: Allah melaknatnya).

Mereka nyatakan:
      Aisyah berdusta
      Manipulasi nama tempat dalam hadits.
Buku  : Al-Mustafa Pengantar Studi Kritis Tarikh Nabi Saw.
Penulis: Jalaluddin Rakhmat.
Penerbit: Muthahhari Press
Cetakan Pertama Juni 2002

إذا ظهرت البدعُ فى أمتى وشُتِمَ أصحابى فليُظْهِر العالمُ علمَه فإنْ لم يفعلْ فعليه لعنةُ اللهِ (الديلمى عن معاذ)
Apabila telah muncul bid’ah-bid’ah di tengah ummatku, para shahabatku dicaci maki, maka hendaklah orang yang mengetahui menunjukkan pengetahuannya.
Jika ia tidak melakukan itu, maka laknat Allah baginya”.
(HR. ad-Dailami dari Mu’adz. Hadits dha’if. Bisa dipakai untuk at-Targhib wa at-Tarhib).

من سكت عن الحق فهو شيطان اخرس
“Siapa yang diam tidak menyuarakan kebenaran, maka ia adalah SETAN BISU”.
(Ucapan Imam Abu ‘Ali ad-Daqqaq dikutip oleh Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim).