Jumat, 10 Juni 2016

Shalat Sunnat Lagi Setelah Witir, bolehkan ?




مسلم من طريق أبي سلمة عن عائشة أنه - صلى الله عليه وسلم - كان يصلي ركعتين بعد الوتر وهو جالس
“Rasulullah Saw shalat dua rakaat setelah Witir. Beliau shalat dalam keadaan duduk”.
Hadits riwayat Muslim, dari Aisyah ra.
Makna hadits ini menurut Imam an-Nawawi:
وحمله النووي على أنه - صلى الله عليه وسلم - فعله لبيان جواز التنفل بعد الوتر وجواز التنفل جالسا
Boleh shalat sunnat lagi setelah shalat Witir.
Boleh shalat sunnat dalam keadaan duduk.

40 komentar:

  1. Assalamualaikum wr wb.

    Ustad Abdul Somad, Lc MA terimakasih ustad ceramahnya sangat bermanfaat cocok, bermutu, elegan penyampaiannya, santun pembawaannya.

    Sama dg ustad di Rasil 720 AM atau www.radiosilaturahim.com utk streamingnya ... ada habib husein al atas, ustad salman alfarisi ustad zein m bahmid, ustad jazuli kholil dll.
    Smg ustad sehat selalu dan istiqomah dan selalu dirahmati serta diridhoi Allah, aamiin

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum...
    Bisa minta WA ustd?
    WA saya juni Kardi; 081371001652

    BalasHapus
  3. assalamu'alaikum.
    ustad, ditempat saya ada imam yang jika sholat sunat saya perhatikan kepalanya melihat kearah kiri dan kanan. dan pernah saya perhatikan pada saat sholat wajib (sengaja saya jadi masbuk) pada rakaat pertama tidak dilakukannya (pada rakaat 2 dan seterusnya saya tidak tahu). yang jadi pertanyaan. apakah sah sholat kita yang makmum jika dia menjadi imamnya, dan pernah saya bertanya pada guru dipengajian, guru itu bilang tidak sah.
    bagaimana menurut ustad. karena masalah itu menjadi pikiran saya sehingga saya menjadi kurang untuk sholat berjamaah lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tanyakan alasan bapak itu kenapa pandangan bpk tidak ke arah tempat sujud. Kalaupun mau diganti, itu adalah keputusan dan kesepakatan BKM masjid anda. Bisa jadi karena cuman bapak itu yang mampu dan memenuhi persyaratan menjadi imam, seperti hafal qur'an, bacaannya tartil(makhraj serta panjang pendeknya), dan lain sebagainya.

      Hapus
  4. assalamu alaikum Ust, Sy mau ngundang ust,
    ini no kontak Saya Fithrullah 0821-1414-9299

    BalasHapus
  5. assalamualaikum ust ini wA saya 083129474006. saya dari lombok

    BalasHapus
  6. Mohon ijin ikut menyampaikan kajian Ustadz ke Jamaah yang lain.
    kalau boleh juga minta no WA Panjengan Ustadz. untuk konsultasi jika ada masalah.
    Yogyakarta
    SAMSUDIN MAHMUD
    087838997030 (wa)

    BalasHapus
  7. Assalamualaikum ustadz, maaf sebelumnya saya ingin bertanya tentang bagaimana pergaulan laki dan wanita pada zaman Rasulullah

    Bolehkan bercanda dengan wanita yang bukan mahram?

    Bolehkan memandang wanita walau ia sudah menutup auratnya ?

    Bolehkan mengatakan suka kepada wanita, ?

    Tentang hadits tegur sapa antara muslim atau mengucapkan salam apakah itu juga termasuk kepada wanita sebaya yang bukan mahram ?

    Mohon pencerahannya ustadz karena sudah lama saya mencari hukum tentang ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tak ada pergaulan/pertemanan antara pria dan wanita tanpa diikuti syahwat(nafsu). Perempuan dulu kalau keluar rumah, selalu didampingi emak/bpknya. Tegurlah emak/bapaknya. Tetap tidak boleh memandang wajah perempuan kalau tak ada hajat/keperluan. Itu lah salah 1 Sebab itu lah penggunaan cadar/niqab. Boleh bilang suka, ke bapak anak perempuan itu. Setelah itu anda akan ditest apakah anda layak atau tidak oleh bapak anak perempuan itu utk menjadi imamnya kelak di dunia dan di akhirat.

      Hapus
  8. Assalamualaikum ustadz, maaf sebelumnya saya ingin bertanya tentang bagaimana pergaulan laki dan wanita pada zaman Rasulullah

    Bolehkan bercanda dengan wanita yang bukan mahram?

    Bolehkan memandang wanita walau ia sudah menutup auratnya ?

    Bolehkan mengatakan suka kepada wanita, ?

    Tentang hadits tegur sapa antara muslim atau mengucapkan salam apakah itu juga termasuk kepada wanita sebaya yang bukan mahram ?

    Mohon pencerahannya ustadz karena sudah lama saya mencari hukum tentang ini

    BalasHapus
  9. Assalamualaikum warahmatullah wabarakatu ustad abdul somad, kebetula saya Abdul Somad LCMA juga, tapi saya lcma nya (Lagi Cari Mukjizat Aja. Spesialis Blogger Panduan Tekhnik Listrik

    BalasHapus
  10. Assalamualaikum ustadz, maaf sebelumnya saya ingin bertanya tentang bagaimana hubungan menantu laki2 terhadap mertua laki2,,apa derajat mertua sama dg ortunya. saya udh menikah 3 tahun ust, pi belum dikash momongan...selama 3 tahun pernikahan Bapak saya selalu memnta tolong + curhat kpada saya ttg mslahna dlm sgala hal karena ibu saya & adik2 g akur dg bpak karna sifat bpak saya yg jauh dr sift Pemimpin dlm rumh tangga ust.,akhirna suami saya menegur sya agar tdk terlalu mnuruti keinginn bpak + curhtana karena suami saya berpikir saya stress + Capek gr2 bpak saya(wlaupun sbnarna iy ust, pi dsatu si2 coz saya ank prempuan satu2na & saya gmpang iba lht bpak saya susah bagaimnapun jlekna dy ttp bpak saya)jd sya harus gmna ust, pa saya ttp mengikuti kata suami scra ksluruhan. Sdgkn suami & bpak saya tidk trllu akur karena sft bpak sya yg g bgus & bpak saya g prnah mmnta izin kpad suami saya jika mnyurh sya. Mohon pencerahannya ustadz karena saya sbg istri & anak bingung, sya jd takut salah mlangkah .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya. Sama derajatnya dengan orang tua kandung. Karena pernikahan adalah penggabung antara keluarga pihak perempuan dan pihak laki2(merger). Berbaikan kepada semua org itu harus, jalin komunikasi yg baik, dan cari tahu apa yang membuat konflik seperti itu terjadi. Selesaikan semuanya dgn baik.

      Hapus
  11. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya templatenya minta diganti ni ustadz... Biar lebih responsive dan kalau dipencarian di google bisa ada di halaman pertama... Jadi kemanfaatan ilmu ustadz banyak di serap oleh orang2 yg mencari pengetahuan, sehingga dia tdk salah mencari info....

      Hapus
  12. Assalaamu'alaikum Ustadz Abdul Shomad, afwan Ustadz, boleh saya minta no WA ustadz? Ini no saya, 089631295057 (Akhmad Sutrisna). Jazaakumullohu khoiron katsiro,, Semoga Ustadz selalu di istiqomahkan dan dalam lindungan Allah SWT. Aamiin

    BalasHapus
  13. Assalammualaikum, ustad Abdul somad yg smoga dimulaikan Allah, saya afif mabruri dari Aceh Utara, saya ingin bertanya tentang hukum uang digital atau bitcoin yg sedang marak sekarang ini seperti misalnya pada media" Steemit " kita mengunggah sebuah postingan apa saja.. Lalu para pengguna media tersebut memberi like dan like nya dikonfersikan ke mata uang digital, dan bisa dicairkan dalam bentuk rupiah. Dan dunia coin serta beberapa media sosial yang menawarkan uang digital kepada penggunanya.
    Mohon pencerahannya.
    Wassalammualaikum

    BalasHapus
  14. Assalamualaikum warohmatullah
    Terima kasih pak ustadz atas ilmu yang di berikan, semoga keberkahan selalu tercurah kepada kita semua Aamiin.

    BalasHapus
  15. assalamu'alaikum pak ustadz maaf ustdazsaya ingin bertanya,bagaimana pandangan agama jika ada anak yang bilang"aku anak emak yang akan bawa mak ke neraka" setau saya dia berkata seperti itu krna merasa perlakuan orang tua tidak adil terhadapnya dengan saudara lain bapak.mohon jawabnnya ustadz syukron ustadz

    BalasHapus
  16. Assalamualaikum Ustadz Abdul Somad.. bolehkah no.whatshapp saya dimasukkan ke group Ustadz.no.saya ±60167518824.minta no.whatshapp UAS.. terima kasih.. wassalamu'alaikum..

    BalasHapus
  17. Assalamualaikum warohmatullah
    Terima kasih pak ustadz atas ilmu yang di berikan, semoga bermanfaat buat saya dan saudara2 seiman..mohon sekiranya bisa dimasukan ke group UAS ,wa saya 081272912962 ( Lampung)

    BalasHapus
  18. Assalamu'alaikum
    pak ustadz mohon doanya supaya penyakit saya cepat diangkat Allah. dan supaya saya cepat dapat jodoh

    BalasHapus
  19. Assalamualaikum, pak ustad saya ingin bertanya, bagaimana hukumnya menemukan uang d jalan namun kiya menitipkan kepada orang lain agar uang itu d masukkan k mesjid atau mencari pemilik aslinya? Mohon bimbingannya pak ustad

    BalasHapus
  20. Semoga Ustad Somad Sehat lahir bathin

    BalasHapus
  21. Assalamu alaikum w.b pak ustadz mau tanya masalah jumroh.bolehkah melontar jumroh ula wustho dan aqobah selepas jam 12 malam.dan berapa jam waktu mabit di mina wassalam

    BalasHapus
  22. Asalamu alaikum W.b pak ustadz mohon doakan saya pak, semoga di lapangkan hati dan di kokoh kan niat tobat saya,
    sekarang saya mulai sholat dan saya laksana kan apa yg ustadz ucap kan di yotube...apa kah sekarang saya menjadi murid pak ustadz? sebab teman saya bertanya siapa guru saya....saya bilang guru saya Ustadz Abdul somad......mohon maaf...apakah saya boleh???? terimakasi :(

    BalasHapus
  23. izin berkunjung dari tim Doaharian, terima kasih tulisannya ustadz.

    salam hormat.

    BalasHapus
  24. Assalamualaikum
    Warohmatullahi
    Wabarakatuh
    Salam silaturrahim pak ustazd.sy mau tanya bolehkh kita sholat tahajjud di bln puasa.karna sebagian berpendapat tidak ada sholat sunnah sesudah sholat witir mohon pencerahan nya pak ustazd..
    Wassalam,slam hormat saya
    Muhammad Nasiruddin Sahdi NTB

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh shalat tahajud tp tak usah shalat witir lagi.

      Hapus
  25. Assalamualaikum ustadz.Tolong masuk kan no wa saya d group pyn.dan kalo boleh minta no wa pyn?

    BalasHapus
  26. Mf ketinggalan Ni no wa uln 085705696127

    BalasHapus
  27. Assalamu'alaikum warrohmatullaahi wabarokaatuh?

    Ustadz saya ingin bertanya sebelumnya saya minta maaf karena pertanyaan saya jauh dari materi ini..

    Apakah boleh jika kita pindah madzab dari madzhab satu ke madzab yang lain?

    Syukron ustadz

    BalasHapus
  28. Waalaikumsalam.... Penjelasane panjang, tp akan coba saya jawab.
    Mazhab itu sarana untuk memudahkan dlm mengamalkan agama secara baik dan benar.
    Bukan untuk membuat ribet alias repot meski disaat yg sama berfungsi untuk mengatur agar hukum agama tidak dijalankan seEnak'e dewe.
    Kalangan yg melarang, bukanlah melarang seseorang pindah2 mazhab secara mutlaq.
    Yg dilarang adalah talfiq, karena bisa jadi ajang mengamalkan agama semaunya sendiri.
    juga kalangan yg membolehkan secara mutlak ganti2 pendapat fiqih.
    Yg dibolehkan adalah mengikuti pendapat yg bisa dipertanggungjawabkan, bukan mengikuti hawa nafsu dan selera pribadi.
    Jika kita bisa memahami maksud dan tujuannya,
    kita akan bisa memadukan dlm prinsip sederhana,  "Sebaiknya bermazhab, tp jangan fanatik"
    Jadi masalah boleh tidaknya pindah2 mazhab, kalangan ulama ada dua pendapat,
    Pertama ada yg tidak membolehkan, kecuali dengan syarat dan tatacara yg memang dibolehkan.
    Kedua, ada kalangan yg cenderung mutlak membolehkan.
    #Kalangan yg melarang pindah2 mazhab maksudnya agar tidak terjadi kerancuan dlm ibadah.,
    Sebab tiap2 amaliyah suatu mazhab  itu dihasilkan dari proses penyimpulan hukum yg menggunakan kaidah pakem utowo paten.
    TAPI, kalangan ini bukan mutlak melarang,
    Yg dilarang itu pindah2 mazhab dengan tujuan mencari-cari perkara yg mudah dalam permasalahan agama.
    CONTOH,,, berwudhu dengan cara Malikiyah yg tidak mengharuskan tertib (mazhab ini membolehkan dibolak balik, misal membasuh kaki dulu, terus muka dll) Tp saat membasuhkan air ia menggunakan mazhab syafi'i yg tidak mengharuskan adanya gosokan. (Mazhab Maliki mewajibkan anggota tubuh yg dibasuh digosok dengan tangan).
    Niatannya melakukan itu dngan tujuan mencari-cari yg mudah, itulah yg dilarang.
    Tp pindah2 mazhab klo bukan talfiq.,
    (Talfiq itu ngoplos pendapat mazhab dlm satu permasalahan ibadah) Mayoritas kelompok pendapat ini membolehkan, meski niatannya untuk mencari-cari yg mudah2.
    MISAL,, berwudhu dengan mazhab Maliki, shalat  dzuhur dengan mazhab Syafi'i, lalu shalat ashar dengan mazhab lain lagi. Ini dibolehkan karena bukan termasuk talfiq.
    Alasan dilarangnya praktek talfiq karena condong mengikuti hawa nafsu, sementara syari‘at itu datang untuk mengekang liarnya hawa nafsu. Jadi setiap perkara harus dikembalikan pd syari‘at bukan pd hawa nafsu.
    #Kalangan yg membolehkan baik talfiq atau bukan, itu karena tidak ada dalil yg memerintahkan seseorang untuk berpegang disatu pendapat. Yg ada hanya perintah dari Allah: "Maka bertanyalah kpada orang yg mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui" (QS. An-Nahl : 43)
    Ayat diatas hanya mengisyaratkan seorang muslim bertanya kpada ulama mengenai urusan agama.
    Dan Allah tidak membatasi hanya kpada satu dua ulama, Sperti Rasulullah dulu juga tidak membatasi orang2 untuk bertanya dalam urusan agama kpada satu sahabat saja. Tp beliau membolehkan siapapun sahabat itu untuk dijadikan rujukan persoalan agama.

    Itu yg bisa saya sampaikan. Smoga dapat dipahami.
    Wallahu a'lam.

    BalasHapus
  29. Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
    Semoga Ustad Abdul Somad selau dalam lindungan dari Allah selalu.
    Aufan Ustad, Saya Bertanya di luar topik pembahasan di atas.
    Bertanya tentang langkah untuk membangun Rumah Yatim Piatu.
    Saya ingin menanyakan apa saja langkah-langkah yang harus saya lakukan ?? Sedangkan status Saya sekarang adalah Mahasiswa...
    Sukron.

    BalasHapus