Rabu, 11 Februari 2015

SYI'AH KAFIR?



Siapakah ulama yang mengkafirkan Syi’ah?

Jawaban:
PENDAPAT IMAM MALIK:
روى الخلال عن أبي بكر المروذي قال: سمعت أبا عبد الله يقول: قال الإمام مالك: الذي يشتم أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم ليس لهم اسم - أو قال -: نصيب في الإسلام
[الخلال/ السنة: 2/557، قال محقق الرسالة: إسناده صحيح.].
Al-Khallal meriwayatkan dari Abu Bakr al-Marwazi, ia berkata, “Saya mendengar Abu Abdillah berkata, ia berkata, Imam Malik berkata:
“Orang yang mencaci maki shahabat nabi, mereka tidak punya bagian dalam Islam/KAFIR”.

IMAM SYAFI’I.
وأخرج الهروي عن يوسف بن يحيي البويطي قال ( سألت الشافعي أأصلي خلف الرافضي ؟ قال : لا تصل خلف الرافضي ولا القدري ولا المرجئ . قلت : صفهم لنا , قال : من قال : الإيمان قول فهو مرجئ , ومن قال : إن أبابكر وعمر ليسا بإمامين فهو رافضي , ومن جعل المشيئة إلى نفسه فهو قدري
Al-Harawi meriwayatkan dari Yusuf bin Yahya al-Buwaithi, ia berkata, “Saya bertanya kepada Imam Syafi’i, ‘Apakah saya shalat di belakang syi’ah Rafidhah?”.
Imam Syafi’i menjawab, “Janganlah engkau shalat di belakang syi’ah rafidhah, qadariyah dan murji’ah”.
Al-Buwaithi: “Sebutkanlah ciri-ciri mereka”.
Imam Syafi’i: “Siapa yang mengatakan bahwa iman itu cukup ucapan saja, berarti dia murji’ah. Siapa yang mengatakan bahwa Abu Bakar dan Umar bukan khalifah, maka ia syi’ah rafidhah. Siapa yang menyatakan bahwa kehendak itu hanya dirinya sendiri, berarti ia qadari”.
(sumber: Siyar A’lam an-Nubala’, Imam adz-Dzahabi, juz.X, hal.31).

PENDAPAT IMAM HANBALI:
"هم الذين يتبرؤون من أصحاب محمد صلى الله عليه وسلم ويسبونهم، ويتنقصون ويكفرون الأئمة إلا أربعة: علي، وعمار، والمقداد، وسلمان، وليست الرافضة من الإسلام في شيء" [السنة للإمام أحمد: ص82، تصحيح الشيخ إسماعيل الأنصاري.].
Mereka yang mengkafirkan dan mencaci maki shahabat nabi, mencela dan mengkafirkan para imam, kecuali empat: Ali, Ammar, al-Miqdad dan Salman. Syi’ah Rafhidhah bukan Islam”. (sumber: as-Sunnah, hal.82).

PENDAPAT IMAM ABDURRAHMAN IBNU MAHDI:
قال عبد الرحمن بن مهدي: هما ملتان: الجهمية والرافضية [خلق أفعال العباد للبخاري: ص125
Al-Jahamiyyah dan Syi’ah Rafidhah adalah  dua agama (Bukan Islam).
(Sumber: Khalq Af’al al-’Ibad: hal.125).

PENDAPAT IMAM AL-BUKHARI:
قال - رحمه الله -: ما أبالي صليت خلف الجهمي والرافض، أم صليت خلف اليهود والنصارى، ولا يسلم عليهم ولا يعادون ولا يناكحون ولا يشهدون ولا تؤكل ذبائحهم [الإمام البخاري/ خلق أفعال العباد: ص125.].
Imam al-Bukhari berkata:
“Saya tidak peduli apakah saya shalat di belakang penganut mazhab Jahamiyah atau Syi’ah Rafidhah, di belakang Yahudi dan Nasrani (Mereka KAFIR). Tidak boleh mengucapkan salam kepada mereka, tidak boleh dijenguk, tidak boleh dinikahi, tidak boleh bersaksi, tidak dimakan sembelihan mereka”.
(Sumber: Khalq Af’al al-’Ibad, hal.125).


IMAM AL-GHAZALI:
فلو صرح مصرح بكفر أبي بكر وعمر - رضي الله عنهما - فقد خالف الإجماع وخرقه، ورد ما جاء في حقهم من الوعد بالجنة والثناء عليهم والحكم بصحة دينهم وثبات يقينهم وتقدمهم على سائر الخلق في أخبار كثيرة.. ثم قال: "فقائل ذلك إن بلغته الأخبار واعتقد مع ذلك كفرهم فهو كافر.. بتكذيبه رسول الله صلى الله عليه وسلم، فمن كذبه بكلمة من أقاويله فهو كافر بالإجماع
“Jika seseorang secara jelas mengkafirkan Abu Bakar dan Umar, maka ia telah bertentangan dengan Ijma’ dan merusaknya. Menolak hak shahabat yaitu janji mendapat surga, pujian, kebenaran agama, kokoh keyakinan, didahulukan dari selua makhluk. Orang yang mengingkari semua itu, jika hadits telah sampai kepadanya, namun ia tetap kafir, MAKA IA KAFIR, karena ia telah mendustakan Rasulullah Saw. Siapa yang mendustakan Rasulullah Saw dengan satu kalimat, maka ia KAFIR menurut Ijma’”
(Sumber: Fadha’ih al-Bathiniyyah, 149).

PENDAPAT IMAM ABDUL QAHIR AL-BAGHDADI:
"وأما أهل الأهواء الجارودية الهاشمية والجهمية، والإمامية الذين أكفروا خيار الصحابة.. فإنا نكفرهم، ولا تجوز الصلاة عليهم عندنا ولا الصلاة خلفهم" [الفرق بين الفرق: ص357.].
“Adapun ahli hawa seperti kelompok al-Jarudiyah, al-Hasyimiyah, al-Jahamiyah dan Syi’ah Imamiyah yang telah mengkafirkan para shahabat, maka kami MENGKAFIRKAN mereka. Mereka tidak boleh dishalatkan dan tidak boleh shalat di belakang mereka”.
(Sumber: al-Farq Bain al-Firaq: hal.357).

PENDAPAT IMAM IBNU HAZM:
وأما قولهم (يعني النصارى) في دعوى الروافض تبديل القرآن فإن الروافض ليسوا من المسلمين [يعني فلا حاجة في كلامهم على المسلمين، ولا على كتابهم.]، إنما هي فرقة حدث أولها بعد موت رسول الله صلى الله عليه وسلم بخمس وعشرين سنة. وهي طائفة تجري مجرى اليهود والنصارى في الكذب والكفر [الفصل: 2/213.].
“adapun pendapat mereka (Nasrani) sama seperti pendapat Syi’ah Rafidhah tentang pertukaran al-Qur’an. Sesungguhnya Syi’ah Rafidhah itu bukan kaum muslimin. Mereka adalah kelompok yang muncul setelah 25 tahun kematian Rasulullah Saw. Kelompok ini sama seperti Yahudi dan Nasrani dalam hal dusta dan KEKAFIRAN”.
(Sumber: al-Fishal, juz.II, hal.213).

PENDAPAT IMAM FAKHRUDIN AR-RAZI:
         الأشاعرة يكفرون الروافض من ثلاثة وجوه:
         أولها: أنهم كفروا سادات المسلمين، وكل من كفر مسلماً فهو كافر لقوله عليه السلام: "من قال لأخيه: يا كافر فقد باء بها أحدهما" [سيأتي تخريجه.] فإذن يجب تكفيرهم.
         وثانيها: أنهم كفروا قوماً نص الرسول عليه السلام بالثناء عليهم وتعظيم شأنهم، فيكون تكفيرهم تكذيباً للرسول عليه السلام.
         وثالثها: إجماع الأمة على تكفير من كفر سادات الصحابة [الرازي/ نهاية العقول، الورقة 212 (مخطوط).].
Ulama mazhab Asy’ari mengkafirkan Syi’ah Rafidhah
Dari tiga aspek:
Pertama, mereka mengkafirkan kaum muslimin. Siapa yang mengkafirkan kaum muslimin, maka ia kafir. Berdasarkan hadits. Maka mereka WAJIB DIKAFIRKAN.
Kedua, mereka mengkafirkan orang-orang yang dipuji nabi, berarti mereka mendustakan nabi.
Ketiga, Ijma’ untuk MENGKAFIRKAN orang yang telah mengkafirkan para shahabat nabi”.
(Sumber: Nihayat al-’Uqul: kertas: 212).

Apakah Syi’ah di Indonesia itu syi’ah rafidhah? Hingga fatwa-fatwa di atas berlaku bagi mereka?
Ya, karena mereka mencaci maki shahabat.

Apa buktinya?
Fakta, mereka menyatakan:
      Abu Bakar Munafiq
      Umar arogan.
      Utsman hedonis.
      Abu Bakar dan Umar adalah Iblis.
Dalam buku “KECUALI ALI”.
Penerbit al-Huda, Jakarta.
Cetakan Pertama: Juli 2009.

Mereka nyatakan:
      Aisyah biang fitnah.
      Aisyah licik dan pembohong.
      Abu Hurairah pemalsu hadits.
      Abu Hurairah Yahudi pura-pura masuk Islam.
Buku “ANTOLOGI ISLAM”.
Penerbit al-Huda Jakarta.
Cetakan pertama Januari 2005.

Mereka nyatakan:
      Laknat Syi’ah terhadap Abu Bakar
      Abu Bakar dan Umar pelaku bid’ah.
Buku “THE SHI’A”.
Penerbit Lentera Jakarta.
Cetakan pertama Maret 2008

Mereka nyatakan:
      Laknat Syi’ah terhadap Abu Bakar
      Abu Bakar dan Umar pelaku bid’ah.
Buku “40 MASALAH SYI’AH”.
Penulis :Emilia Renita.
Editor: Jalaluddin Rakhmat
Penerbit IJABI (Ikatan Jamaah Ahli Bait Indonesia)
Hal.194: Abu Bakr la
(laknatullah ‘alaihi: Allah melaknatnya).

Mereka nyatakan:
      Aisyah berdusta
      Manipulasi nama tempat dalam hadits.
Buku  : Al-Mustafa Pengantar Studi Kritis Tarikh Nabi Saw.
Penulis: Jalaluddin Rakhmat.
Penerbit: Muthahhari Press
Cetakan Pertama Juni 2002

إذا ظهرت البدعُ فى أمتى وشُتِمَ أصحابى فليُظْهِر العالمُ علمَه فإنْ لم يفعلْ فعليه لعنةُ اللهِ (الديلمى عن معاذ)
Apabila telah muncul bid’ah-bid’ah di tengah ummatku, para shahabatku dicaci maki, maka hendaklah orang yang mengetahui menunjukkan pengetahuannya.
Jika ia tidak melakukan itu, maka laknat Allah baginya”.
(HR. ad-Dailami dari Mu’adz. Hadits dha’if. Bisa dipakai untuk at-Targhib wa at-Tarhib).

من سكت عن الحق فهو شيطان اخرس
“Siapa yang diam tidak menyuarakan kebenaran, maka ia adalah SETAN BISU”.
(Ucapan Imam Abu ‘Ali ad-Daqqaq dikutip oleh Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim).

116 komentar:

  1. terima kasih banyak, ilmu yang sangat bermanfaat dan perlu

    BalasHapus
  2. Semoga menjadi pencerahan bagi pembaca, khususnya saya pribadi akan bahayanya syiah.. pertanyaanya : mengapa setiap ada yang membicarakan tentang syiah dan kesesatannya dianggap orang yang menyebarkan fitnah dan terprofokasi dengan propaganda yahudi/kafir? pesan mereka (pembela syiah/orang yang seperti membela syiah) kepada orang yang lantang menyuarakan gerak gerik syiah dianggap kurang ilmu dan perlu membaca kitab lebih mendalam lagi, termasuk kitab sejarahnya syiah dll... wallahu'alam, semoga ustad Abdul somad diberikan kesabaran dan kekuatan untuk menyurakan kebenaran

    BalasHapus
  3. Semoga allah menjauhkan orang2 mukmin dari agama syiah..ajaran yg di laknat allah..
    Jauhkan kami dari ke sesatan ya allah..

    BalasHapus
  4. Jazakallahu Khairan Ustadz

    BalasHapus
  5. https://secondprince.wordpress.com/2015/08/23/kritik-buku-hitam-di-balik-putih-benarkah-al-kulainiy-menyatakan-shahih-seluruh-hadis-dalam-kitab-al-kafiy/#more-4148

    BalasHapus
  6. https://secondprince.wordpress.com/2014/05/26/shahih-riwayat-syiah-pengakuan-keislaman-ahlus-sunnah/#more-3471

    BalasHapus
  7. Semoga kita semua beruntung dunia akhirat.....amin.

    BalasHapus
  8. sebelumnya saya mohon maaf untuk menanggapi tulisan ustad somad. saya hanya menyarankan lakukanlah tabayun kepada ulama-ulama syiah agar ustad tdk mendapatkan dosa dari menyebarkan fitnah (semoga hal ini bukan dilakukan karena utk popularitas atau rating).

    BalasHapus
  9. saya akan menanggapi satu persatu tulisan ustad diatas. Kita sepakat sebagai seorang muslim diharamkan mencaci muslim yg lainnya dan ini tdk ada kaitannya dgn sebuah mazhab baik itu suni maupun syiah.

    berapa banyak ulama suni mencaci sahabat nabi saw ?? apakah anda akan mengatakan ulama suni itu bukan muslim ??

    aisyah ra mencaci usman bin affan dgn menyebut usman NATSAL (YAHUDI TUA). APAKAH ANDA BERANI MENGATAKAN AISYAH BUKAN ISLAM ??

    URWAH BIN ZUBAIR MENCELA SAHABAT NABI SAW HASAN BIN TSABIT DALAM HADIST IMAM MUSLIM APAKAH URWAH BIN ZUBAIR BUKAN SEORANG MUSLIM /KAFIR MENURUT ANDA ??

    MUAWIYAH MENCACI MAKI IMAM ALI AS DIATAS MIMBAR MESJID DAN DIIKUTI ULAMA SAAT ITU SERTA KHALIFAH BANI UMAYAH SELAMA 80 TAHUN. APAKAH MUAWIYAH ADALAH KAFIR JIKA MENGIKUTI PERKATAAN ULAMA@ ANDA DIATAS ??
    SILAHKAN ANDA JAWAB USTAD SOMAD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mana Hadist nya? Jangan bicarakan dusta, semoga engkau kembali ke jalan yang benar

      Hapus
  10. URWAH BIN ZUBAIR MENCACI SAHABAT NABI SAW.
    Urwah bin Zubair (ulama kutubus as sitah) pernah mencaci Hassan bin Tsabit RA seorang sahabat yang pernah membela Nabi SAW.

    حدثنا أبو بكر بن أبي شيبة وأبو كريب قالا حدثنا أبو أسامة عن هشام عن أبيه أن حسان بن ثابت كان ممن كثر على عائشة فسببته فقالت يا ابن أختي دعه فإنه كان ينافح عن رسول الله صلى الله عليه و سلم
    Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah dan Abu Kuraib yang keduanya berkata telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Hisyam dari Ayahnya [Urwah] bahwa Hassan bin Tsabit termasuk orang yang berlebihan membicarakan Aisyah MAKA AKU MENCACINYA. Aisyah berkata “wahai keponakanku, biarkan saja dia karena sesungguhnya dia pernah membela Rasulullah SAW”. [Shahih Muslim 4/1933 no 2487]

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan belajar memahami kosakata, semoga engkau slalu di berikan awal yang sehat

      Hapus
  11. SAHABAT NABI SAW MUGHIRAH BIN SYU’BAH MENCACI-MAKI IMAM ALI AS (BERANIKAH USTAD SOMAD MENGKAFIRKAN MUGHIRAH BIN SYU'BAH ??).

    عن زياد بن علاقة عن عمه أن المغيرة بن شعبة سب علي بن أبي طالب فقام إليه زيد بن أرقم فقال يا مغيرة ألم تعلم أن رسول الله صلى الله عليه وسلم نهى عن سب الأموات فلم تسب عليا وقد مات
    Dari Ziyad bin Alaqah dari Pamannya bahwa Mughirah bin Syu’bah telah menghina Ali bin Abi Thalib kemudian Zaid bin Arqam berdiri dan berkata ”Hai Mughirah bukankah kamu tahu bahwa Rasulullah SAW melarang untuk menghina orang yang sudah mati jadi mengapa kamu menghina Ali setelah kematiannya”.
    .
    Hadis Riwayat Al Hakim dalam Mustadrak As Shahihain juz 1 hal 541 hadis no 1419, dimana beliau berkata
    هذا حديث صحيح على شرط مسلم ولم يخرجاه
    Hadis ini shahih sesuai persyaratan Imam Muslim tapi beliau tidak meriwayatkannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Brarti Hadist nya tidak kuat, kecuali imam Muslim me riwayat kan. Semoga Allah membuka mata hati mu saudariku

      Hapus
  12. AISAH MENYATAKAN USMAN TELAH KAFIR !!
    Banyak sejarahwan Sunni meriwayatkan bahwa Aisyah suatu kali pernah menemui Utsman dan meminta bagian dari warisan Nabi Muhammad (setelah bertahun-tahun lamanya sejak kematian Nabi Muhammad). Utsman tidak memberi Aisyah uang tersebut dengan mengingatkannya bahwa ia adalah salah satu orang yang memberi kesaksian dengan mendorong Abu Bakar untuk tidak memberi warisan kepada Fathimah. Maka, apabila Fathimah tidak mendapatkan warisan, maka mengapa ia mendapatkannya?

    Aisyah menjadi sangat murka kepada Utsman dan ia keluar sambil berkata, “Bunuh Na’thal ini, karena ia telah menjadi KAFIR!”‘
    {Tarikh, Ibnu Atsir, jilid 3, hal. 206; Lisanul Arab, jilid 14, ha1.141; al-Iqd }

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba cek lagi, jangan salah membaca :)

      Hapus
  13. RIWAYAT AISYAH UMMUL MUKMININ MELAKNAT ‘AMRU BIN ASH?

    Terdapat riwayat shahih yang menyebutkan kalau Aisyah radiallahu ‘anha Ummul Mukminin melaknat salah seorang sahabat Nabi yaitu ‘Amru bin Ash. Silakan perhatikan riwayat berikut
    أخبرنا أبو إسحاق إبراهيم بن محمد بن يحيى ومحمد بن محمد بن يعقوب الحافظ قالا ثنا محمد بن إسحاق الثقفي ثنا قتيبة بن سعيد ثنا جرير عن الأعمش عن أبي وائل عن مسروق قال قالت لي عائشة رضى الله تعالى عنها إني رأيتني على تل وحولي بقر تنحر فقلت لها لئن صدقت رؤياك لتكونن حولك ملحمة قالت أعوذ بالله من شرك بئس ما قلت فقلت لها فلعله إن كان أمرا سيسوءك فقالت والله لئن أخر من السماء أحب إلي من أن أفعل ذلك فلما كان بعد ذكر عندها أن عليا رضى الله تعالى عنه قتل ذا الثدية فقالت لي إذا أنت قدمت الكوفة فاكتب لي ناسا ممن شهد ذلك ممن تعرف من أهل البلد فلما قدمت وجدت الناس أشياعا فكتبت لها من كل شيع عشرة ممن شهد ذلك قال فأتيتها بشهادتهم فقالت لعن الله عمرو بن العاص فإنه زعم لي أنه قتله بمصر
    Telah mengabarkan kepada kami Abu Ishaq Ibrahim bin Muhammad bin Yahya dan Muhammad bin Muhammad bin Ya’qub Al Hafizh dimana keduanya berkata telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ishaq Ats Tsaqafiy yang berkata telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id yang berkata telah menceritakan kepada kami Jarir dari Al A’masy dari Abi Wa’il dari Masruq yang berkata Aisyah radiallahu ta’ala ‘anha berkata kepadaku “aku melihat diriku di atas bukit dan disekitarku banyak hewan ternak yang disembelih”. Maka aku berkata kepadanya “Jika benar apa yang anda lihat maka akan terjadi perperangan di sekitar anda”. Aisyah berkata “aku berlindung kepada Allah dari keburukanmu, betapa jeleknya apa yang engkau katakan”. Aku berkata kepadanya “mungkinkah ini menjadi perkara yang memberatkan anda?”. Aisyah berkata “demi Allah, sekiranya aku jatuh dari langit maka itu lebih aku sukai daripada melakukannya”. Suatu ketika setelah persitiwa itu aku menyebutkan disisinya bahwa Ali radiallahu ta’ala ‘anhu telah membunuh Dzu tsudayyah. Aisyah berkata kepadaku “jika engkau mendatangi Kufah maka tulislah kepadaku orang-orang yang menyaksikan peristiwa itu yaitu dari orang-orang yang dikenal dari penduduk negri”. Ketika aku mendatangi Kufah dan mendapati orang-orang tersebut maka aku menulis kepadanya yaitu mereka sepuluh orang yang termasuk menyaksikan peristiwa tersebut. Maka aku mendatanginya dengan kesaksian mereka kemudian AISYAH BERKATA “ALLAH MELAKNAT ‘AMRU BIN ‘ASH, ia mengaku kepadaku bahwa ia telah membunuhnya [Dzu tsudayyah] di Mesir [Mustadrak Al Hakim juz 4 no 6744]

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sudah baca sebagian refrensi yang anda tunjukan, hanya saja refrensi tersebut sangat lemah. Semoga Allah memberikan hidayah kepada mu, aamiin..

      Hapus
  14. Al Hakim setelah meriwayatkan hadis ini ia berkata “HADIS SHAHIH DENGAN SYARAT BUKHARI DAN MUSLIM TETAPI MEREKA TIDAK MENGELUARKANNYA”. Hal ini juga dinyatakan oleh Adz Dzahabi dalam Talkhis Al Mustadrak. Atsar di atas kedudukannya shahih diriwayatkan oleh para perawi yang tsiqat.berikut para perawinya

    • IBRAHIM BIN MUHAMMAD BIN YAHYA adalah Abu Ishaq Al Mudzakkiy seorang Syaikh Imam shaduq qudwah [teladan]. Ia seorang syaikh yang tsiqat terhormat baik zuhud wara’ dan mutqin [As Siyar Adz Dzahabi 17/295-296 no 179]

    • MUHAMMAD BIN MUHAMMAD BIN YA’QUB adalah Abu Husain Al Hajjaajiy seorang Imam Hafizh syaikh Khurasan. Al Hakim menyebutkan dalam Tarikh-nya bahwa ia seorang yang shalih shaduq dan tsabit [As Siyar Adz Dzahabi 16/240-242 no 169]

    • MUHAMMAD BIN ISHAQ ATS TSAQAFIY adalah Abul Abbas Ats Tsaqafiy seorang Imam hafizh tsiqat syaikh al islam muhaddis Khurasan. Al Khatib berkata “ia termasuk tsiqat tsabit” [As Siyar Adz Dzahabi 14/388-390 no 216]

    • QUTAIBAH BIN SA’ID ATS TSAQAFIY adalah perawi kutubus sittah yang tsiqat. Ahmad bin Hanbal memujinya. Ibnu Ma’in, Abu Hatim dan Nasa’i menyatakan ia tsiqat. Al Hakim berkata “tsiqat ma’mun”. Maslamah bin Qasim menyatakan tsiqat. Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqat [At Tahdzib juz 8 no 641]

    • JARIR BIN ‘ABDUL HAMIID adalah perawi kutubus sittah yang tsiqat. Al Ijli, Abu Hatim dan Nasa’i menyatakan tsiqat. Ibnu Khirasy berkata “shaduq”. Al Lalka’iy berkata “disepakati ketsiqahannya”. Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqat. Abu Ahmad Al Hakim berkata “tsiqat di sisi para ulama”. Al Khalili berkata “tsiqat muttafaq ‘alaihi” [At Tahdzib juz 2 no 116]

    • SULAIMAN BIN MIHRAN AL ‘AMASY perawi kutubus sittah yang dikenal tsiqat. Al Ijli dan Nasa’i berkata “tsiqat tsabit”. Ibnu Ma’in berkata “tsiqat”. Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqat. [At Tahdzib juz 4 no 386].

    • ABU WA’IL AL KUFIY adalah Syaqiq bin Salamah Mukhadhramun yang tsiqat perawi kutubus sittah. Ibnu Ma’in, Waki’, Ibnu Sa’ad dan Ibnu Hibban menyatakan ia tsiqat. [At Tahdzib juz 4 no 619]. Ibnu Hajar menyatakan “tsiqat” [At Taqrib 1/421]

    • MASRUQ BIN AL AJDA’ adalah perawi kutubus sittah yang tsiqat mukhadhramun. Al Ijli menyatakan ia tsiqat. Ibnu Sa’ad berkata “tsiqat memiliki hadis-hadis shalih”. Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqat [At Tahdzib juz 10 no 206]. Ibnu Hajar berkata “tsiqat faqih ahli ibadah mukhadhramun” [At Taqrib 2/175]

    BalasHapus
  15. MUAWIYAHBIN ABU SOFYAN MENCACI IMAM ALI AS

    Di antara bukti itu adalah riwayat shahih yang dikeluarkan Imam Ibnu Mâjah,1/26 hadis no.121 (hadis terakhir dalam Bab Keutamaan Ali bin Ali Thalib ra.) di bawah ini:

    Teks Hadis:

    حدثنا علي بن محمد حدثنا أبو معاوية حدثنا موسى بن مسلم عن ابن سابط وهو عبد الرحمن عن سعد بن أبي وقاص قال قدم معاوية في بعض حجاته فدخل عليه سعد فذكروا عليا فنال منه فغضب سعد وقال تقول هذا لرجل سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول من كنت مولاه فعلي مولاه وسمعته يقول أنت مني بمنزلة هارون من موسى إلا أنه لا نبي بعدي وسمعته يقول لأعطين الراية اليوم رجلا يحب الله ورسوله

    …. DARI SA’AD BIN ABI WAQQÂSH, IA BERKATA, “MU’AWIYAH DATANG DALAM SALAH SATU KESEMPATAN KETIKA IA MENUNAIKAN IBADAH HAJI, LALU SA’AD MENEMUINYA, KETIKA ITU MEREKA (YANG DUDUK-DUDUK BERSAMA MU’AWIYAH) MENYEBUT-NYEBUT ALI, DAN MU’AWIYAH PUN MENCACI-MAKINYA. SA’AD MARAH DAN BERKATA, ‘HAI MU’AWIYAH APAKAH ENGKAU BERKATA DEMIKIAN TERHADAP SEORANG YANG AKU TELAH MENDENGAR RASULULLAH SAW., ‘SESIAPA YANG AKU MAULÂ-NYA MAKA ALI ADALAH MAULÂ-NYA’. DAN AKU MENDENGAR BELIAU BERSABDA, ‘KEDUDUKANMU (HAI ALI) DI SISIKU SEPERTI KEDUDUKAN HARUN DI SISI MUSA HANYA SAJA TIDAK ADA NABI SEPENINGGALKU’. DAN AKU MENDENGAR BELIAU BERSABDA, ‘AKU AKAN SERAHKAN BENDERA KEPANGLIMAAN PERANG INI KEPADA SEORANG YANG MENCINTAI ALLAH DAN RASUL-NYA.’”

    BalasHapus
  16. silahkan apa pendapat ustad ketika org2 yg dumuliakan suni yg berasal dari sahabat atau tabi'in mencaci maki sahabat nabi saw atau mengkafirkan sahabat nabi saw. APAKAH MEREKA YG MENCACI DAN MENGKAFIRKAN SAHABAT TSB MUSLIM ATAU KAFIR ?? sialhkan dijawab wahai ustad somad ??

    BalasHapus
  17. Saya akan membahas ttg youtube ustad bahwa syiah meyakini al-quran sdh diselewengkan.
    Ini adalah fitnah yg keji.
    Jika anda mengatakan ada ulama syiah yg menyatakan al-quran sdh tak asli ini kami terima tapi kalo anda mengatakan syiah meyakini al-quran sdh dipalsukan menurut keyakinan syiah ini jelas fitnah.
    .seperti youtube anda disini dimenit 12:19
    https://www.youtube.com/watch?v=59ZfaCulyOo
    Apakah Syiah Islam? Part SATU - H.Ustadz Abdul Somad Lc.,MA
    .
    Saya tanya keanda bagaimana pendapat anda ketika bukhari, muslim ahmad mengatakan al-quran sdh tak asli lagi ??
    .
    Apakah anda akan mengatakan keyakinan ahlul sunah bahwa al-quran sdh tak asli lagi terbukti bukhari, muslim dan ahmad menyatakan dalam hadist shahihnya al-quran sdh dikurangi.
    .
    Berlaku adillah sebab adil itu mendekati taqwa.


    BalasHapus
  18. PIMPINAN TERTINGGI MAZHAB SYIAH IMAMIYAH AYATULLAH SAYYID AL-UDZMA IMAM ALI KHOMENI TELAH BERFATWA HARAM HUKUMNYA MENCACI SAHABAT, ISTRI DAN SIMBOL-SIMBOL AHLUL SUNAH DAN FATWA INI MENGIKAT BAGI ORANG SYIAH IMAMIYAH

    SILAHKAN ANTUM LIHAT DISINI.
    http://satuislam.wordpress.com/2012/05/14/fatwa-sayid-khamanei-larangan-mencaci-sahabat-dan-simbol-simbol-ahlussunnah/

    BalasHapus
  19. BERDASARKAN HADIST2 SHAHIH BUKHARI, MUSLIM DAN AHMAD AL-QURAN SEKARANG INI SDH TAK ASLI LAGI "MENURUT" ASWAJA

    syiekh-syiekh dan ustad-ustad wahabi/suni sering berteriak-teriak : BAHWA SYIAH MENAMBAH DAN MENGURANGI AL-QURAN. SYIAH MEYAKINI TAHRIF AL-QURAN DALAM HADIST-HADISTNYA…..SYIAH MERAGUKAN KEASLIAN AL-QURAN DALAM HADIST2 MEREKA……itulah ocehan siwahabi yg suka memecah belah umat islam. agar islam suni dan syiah terus memfitnah dan berkelahi. jika hal ini terjadi maka wahabi dan yahudi akan senang sekali dan bertepuk tangan.

    kalo orang wahabi/suni itu memeriksa hadist-hadist yg mereka klaim bahwa kitab hadist bukhari dan muslim adalah kitab tershahih setelah Al-quran maka mereka akan banyak menemukan bahwa keyakinan suni juga sama dengan syiah tentang adanya tahrif Al-quran. TAPI DASAR PEMECAH BELAH UMAT MEREKA SENGAJA MENUTUPI DAN MENYIMPAN HADIST-BUKHARI MUSLIM TENTANG ADANYA TAHRIF AL-QURAN. BERIKUT ANA PAPARKAN BAHWA DIHADIST BUKHARI MUSLIM JUGA TERDAPAT TAHRIF AL-QURAN :

    HADIST-HADIST SUNI YG MENYATAKAN ADANYA TAHRIF DALAM AL-QURAN :

    HR.BUKHARI NO: 4190 (no.hadist berdasarkan 9 kitab imam hadist)
    Imam Bukhari meriwayatkan di dalam kitab sahihnya, dengan bersanad dari Ibnu Abbas yang berkata bahwa Umar bin Khattab telah berkata, “Sesungguhnya Allah telah mengutus Muhammad saw dengan kebenaran dan telah menurunkan Al-Qur’an kepadanya. DI ANTARA AYAT-AYAT YANG DITURUNKAN OLEH ALLAH ITU IALAH AYAT RAJAM, yang kami telah MEMBACANYA, MENGHAPALNYA DAN MEMAHAMINYA. Oleh karena itu, Rasulullah saw melaksanakan hukum rajam, dan begitu juga kami sepeninggalnya. Sungguh aku khawatir jika jaman berlangsung lama atas manusia akan ada orang yang mengatakan, ‘Demi Allah, kami tidak menemukan ayat rajam di dalam Kitab Allah’, maka mereka pun menjadi sesat karena meninggalkan kewajiban yang telah diturunkan Allah…” Hingga Umar bin khattab mengatakan, “Begitu juga kami pernah membaca sebuah ayat di dalam Kitab Allah yang berbunyi,
    ‘JANGANLAH KAMU MEMBENCI BAPAK-BAPAKMU, KARENA YANG DEMIKIAN ITU ADALAH KEKUFURAN BAGIMU, DAN SESUNGGUHNYA KEKUFURAN BAGIMU IALAH KAMU MEMBENCI BAPAK-BAPAKMU

    hal yang sama dapat kita saksikan juga dihadist BUKHARI NO : 6327

    pemerhati bloq dapat langsung mengcrosschek kebenaran hadist bukhari tersebut disini

    http://www.lidwa.com/app/

    pertanyaannya adalah :
    1. silahkan tunjukan kepada ana dimana SURAH DAN AYAT RAJAM TERDAPAT di AL-QURAN sebagaimana yg tertulis dalam hadist tersebut

    2. silahkan tunjukan kepada ana SURAH APA DAN AYAT BERAPA “ JANGANLAH KAMU MEMBENCI BAPAK-BAPAKMU, KARENA YANG DEMIKIAN ITU ADALAH KEKUFURAN BAGIMU, DAN SESUNGGUHNYA KEKUFURAN BAGIMU IALAH KAMU MEMBENCI BAPAK-BAPAKMU”

    Sebab ana yg sedikit ilmu ini belum menemukan kedua ayat tersebut dalam al-quran. Siapa tahu mas doni dapat menunjukan pada ana atau juga teman-teman pemerhati bloq sudi kiranya memberitahu ana. Terima kasih

    BalasHapus
  20. HADISTBUKHARI 6328. Telah menceritakan kepada kami ‘Abdul ‘Aziz bin Abdullah telah menceritakan kepadaku Ibrahim bin Sa’d dari Shalih dari Ibnu Syihab dari ‘Ubaidullah bin Abdullah bin ‘Utbah bin Mas’ud dari Ibnu ‘Abbas mengatakan; aku menyampaikan petuah-petuah untuk beberapa orang muhajirin yang diantara mereka adalah ‘Abdurrahman bin Auf, ketika aku berada di persinggahannya di Mina dan dia bersama Umar bin Khattab, di akhir haji yang dilakukannya…….” Sesungguhnya Allah telah mengutus Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam dengan membawa kebenaran, DAN TELAH ALLAH TURUNKAN AL QUR`AN KEPADANYA, YANG DIANTARA YANG ALLAH TURUNKAN ADALAH AYAT RAJAM SEHINGGA BISA KITA BACA, KITA PAHAMI DAN KITA CERMATI”….dst

    SILAHKAN PARA WAHABI MELIHAT juga HADIST BUKHARI No:6778
    ……..”ALLAH TELAH MENGUTUS MUHAMMAD SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM DENGAN MEMBAWA KEBENARAN DAN MENURUNKAN AL KITAB (AL-QURAN) BERSAMANYA, YANG DIANTARA AYAT YANG DITURUNKAN ADALAH AYAT RAJAM.”

    silahkan lihat dilink ini (antum hanya memasukan nomer hadist dan buktikan sendiri)

    http://www.lidwa.com/app/

    BalasHapus
  21. HR.MUSLIM NO. 1740. ( versi 9 kitab imam hadist-lidwa) Telah menceritakan kepadaku suwaid bin said Telah menceritakan kepada kami ali bin mushir dari daud Dari abu harb bin Abul Aswad, dari bapaknya ia berkata “ketika Abu Musa Al Asy’ari mengutus seorang untuk memanggil Qurra (kelompok ahli Al Qur’an ), maka maka datanglah kepadanya 300 orang yg benar-benar menguasai bacaan Al Qur’an, kemudian ia berkata, ‘Kalian adalah sebaik-baik penduduk Bashrah, dan kalian adalah qurra mereka. maka bacalah, dan jangan kalian meninggalkannya terlalu lama hingga membuat hati kalian akan membatu, seperti mengerasnya hati orang-orang sebelum kalian.’ Sesungguhnya kami membaca sebuah surah yang kami serupakan panjang dan kerasnya Surah bara’ah, kemudian aku dilupakan, tetapi aku masih ingat sedikit darinya (ayat) yaitu “KALAU SEANDAINYA ANAK/CUCU ADAM MEMILIKI HARTA BENDA SEBANYAK DUA BUKIT NISCAYA IA AKAN MENCARI BUKIT YANG KETIGA. DAN TIDAK ADA MEMENUHI PERUT ANAK/CUCU ADA KECUALI TANAH. Saat itu kami juga membaca sebuah surah yang serupa dengan salah satu al-musabbihat ( surat yg diawali dengan sabbaha) kemudian aku dilupakan, tetapi aku masih hapal sedikit daripadanya yaitu berbunyi,’ WAHAI ORANGYANG BERIMAN KENAPA KALIAN MENGATAKAN HAL-HAL YANG TIDAK KAMU LAKUKAN, AKAN DITULIS PERSAKSIAN DI LEHER KALIAN, DAN KELAK PADA HARI KIAMAT KALIAN AKAN DITANYA TENTANG HAL TERSEBUT”

    Silahkan antum tunjukan pada ana ayat yg dimaksud dalam hadist muslim tersebut. ia terdapat disurah apa dan ayat berapa tepatnya kalimat (2 ayat) yg ini

    1. “KALAU SEANDAINYA ANAK/CUCU ADAM MEMILIKI HARTA BENDA SEBANYAK DUA BUKIT NISCAYA IA AKAN MENCARI BUKIT YANG KETIGA. DAN TIDAK ADA MEMENUHI PERUT ANAK/CUCU ADA KECUALI TANAH.

    2. WAHAI ORANGYANG BERIMAN KENAPA KALIAN MENGATAKAN HAL-HAL YANG TIDAK KAMU LAKUKAN,’ AKAN DITULIS PERSAKSIAN DI LEHER KALIAN, DAN KELAK PADA HARI KIAMAT KALIAN AKAN DITANYA TENTANG HAL TERSEBUT”

    http://www.lidwa.com/app/

    BalasHapus
  22. Musnad ahmad no 20260 (versi 9 kitab imam hadist-lidwa)

    Telah menceritakan kepada kami Abdullah Telah menceritakan kepada ku wahab bin baqiyah Telah menceritakan kepada kami Khalid bin Abdullah ath thahan dari yazid bin abu ziyad dari zir bin hubaisy dari Ubay bin Ka’ab yang berkata, “BERAPA AYAT ANDA MEMBACA SURAT AL-AHZAB?” zir bin hubaisy menjawab, ” TUJUH PULUH AYAT LEBIH.” UBAY BIN KA’AB BERKATA,
    “SUNGGUH, SAYA TELAH MEMBACANYA BERSAMA RASULULLAH SAW (PANJANGNYA) SEPERTI SURAT AL-BAQARAH ATAU LEBIH BANYAK DARINYA, DAN DI DALAMNYA TERDAPAT SURAT TENTANG HUKUM RAJAM


    http://www.lidwa.com/app/

    ATAU

    hadist IMAM AHMAD RATUSAN AYAT AL-QURAN TELAH HILANG ( Surat Al Ahzab telah berubah (semula 200 ayat, lalu jadi 73 ayat) )

    Imam Ahmad bin Hanbal mengeluarkan di dalam Musnadnya, dari UBAY BIN KA’AB yang berkata, “BERAPA AYAT ANDAMEMBACA SURAT AL-AHZAB?” DIJAWAB, “SEKITAR TUJUH PULUH TIGA SAMPAI TUJUH PULUH SEMBILAN AYAT.” UBAY BIN KA’AB BERKATA, “Sungguh, saya telah membacanya bersama Rasulullah saw panjangnya seperti surat al-Baqarah, dan di dalamnya
    terdapat ayat rajam “ (Musnad Ahmad, jld. 5, hal. 131.)

    BalasHapus
  23. BUAT WAHABI/SUNI YANG SUKA MEMECAH BELAH UMAT

    JADI INTINYA DIHADIST SUNI DAN SYIAH TERDAPAT TAHRIF AL-QURAN.

    Dan kedua mazhab mengakui kalo hadist ini bertentangan dengan Al-quran. Tapi dilemma mazhab suni sudah terlanjur mengatakan bahwa HADIST BUKHARI-MUSLIM ADALAH KITAB TERSHAHIH SETELAH AL-QURAN sedangkan hadist-hadist dalam kitab syiah tidak demikian bahkan al-kafi kitab standart syiah banyak sekali memuat hadist-hadist dhoif dan ada juga palsu atau maudhu dan ini diakui oleh ulama2 syiah. makanya antum tak pernah mendengar ulama syiah yg muktabar mengatakan kitab hadist al-kafi adalah kitab shahih .

    Sehingga ketika menemukan TAHRIF DALAM HADIST BUKHARI-MUSLIM KALIAN KEBINGUNGAN. Dibilang palsu atau dhoif gugurlah DOKTRIN BAHWA HADIST BUKHARI-MUSLIM ADALAH HADIST TERSHAHIH. MAU DIKATAKAN SHAHIH JELAS SESAT DAN MENYESATKAN KARENA BERTENTANGAN DGN AYAT AL-QURAN.

    BalasHapus
  24. NIKAH MUT'AH
    BERIKUT DALIL NIKAH MUT'AH DARI AL-QURAN
    ADAKAH AYAT AL QUR’AN TENTANG NIKAH MUT’AH?
    SYIAH MENYATAKAN KALAU NIKAH MUT’AH DIHALALKAN DAN TERDAPAT AYAT AL QUR’AN YANG MENYEBUTKANNYA YAITU AN NISAA’ AYAT 24. Salafy yang suka sekali mengatakan nikah mut’ah sebagai zina berusaha menolak klaim Syiah.Mereka mengatakan ayat tersebut bukan tentang nikah mut’ah.
    .
    وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ النِّسَاءِ إِلَّا مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ كِتَابَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَأُحِلَّ لَكُمْ مَا وَرَاءَ ذَلِكُمْ أَنْ تَبْتَغُوا بِأَمْوَالِكُمْ مُحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِينَ فَمَا اسْتَمْتَعْتُمْ بِهِ مِنْهُنَّ فَآَتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ فَرِيضَةً وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا تَرَاضَيْتُمْ بِهِ مِنْ بَعْدِ الْفَرِيضَةِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا
    Dan [diharamkan juga kamu mengawini] wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki [Allah telah menetapkan hukum itu] sebagai ketetapan-Nya atas kamu.Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian [yaitu] mencari istri-istri dengan hartamu untuk dinikahi bukan untuk berzina.MAKA WANITA [ISTRI] YANG TELAH KAMU NIKMATI [ISTAMTA’TUM] DI ANTARA MEREKA, berikanlah kepada mereka maharnya sebagai suatu kewajiban dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana [An Nisaa’ ayat 24]

    BalasHapus
  25. Telah diriwayatkan dengan sanad yang shahih bahwa “penggalan” An Nisaa’ ayat 24 ini berbicara tentang nikah mut’ah.Hal ini telah diriwayatkan dari sahabat dan tabiin yang dikenal sebagai salafus salih [menurut salafy sendiri].ALANGKAH LUCUNYA KALAU SEKARANG SALAFY MEMBUANG JAUH-JAUH VERSI SALAFUS SALIH HANYA KARENA BERTENTANGAN DENGAN KEYAKINAN MEREKA [KALAU NIKAH MUT’AH ADALAH ZINA].
    .
    .
    RIWAYAT PARA SHAHABAT NABI
    حدثنا ابن المثنى قال حدثنا محمد بن جعفر قال حدثنا شعبة عن أبي مسلمة عن أبي نضرة قال قرأت هذه الآية على ابن عباس “ فما استمتعتم به منهن ” قال ابن عباس “ إلى أجل مسمى ” قال قلت ما أقرؤها كذلك! قال والله لأنزلها الله كذلك! ثلاث مرات
    Telah menceritakan kepada kami Ibnu Mutsanna yang berkata telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far yang berkata telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abi Maslamah dari Abi Nadhrah yang berkata : aku membacakan ayat ini kepada Ibnu Abbas “MAKA WANITA YANG KAMU NIKMATI [ISTAMTA’TUM]”, Ibnu Abbas berkata “SAMPAI BATAS WAKTU TERTENTU”.Aku berkata “aku tidak membacanya seperti itu”. Ibnu Abbas berkata “DEMI ALLAH, ALLAH TELAH MEWAHYUKANNYA SEPERTI ITU” [IA MENGULANGNYA TIGA KALI] [Tafsir Ath Thabari 6/587 tahqiq Abdullah bin Abdul Muhsin At Turqiy]
    .

    BalasHapus
  26. RIWAYAT INI SANADNYA SHAHIH.PARA PERAWINYA TSIQAT ATAU TERPERCAYA.Riwayat ini juga disebutkan Al Hakim dalam Al Mustadrak juz 2 no 3192 dan Ibnu Abi Dawud dalam Al Masahif no 185 semuanya dengan jalan dari Syu’bah dari Abu Maslamah dari Abu Nadhrah dari Ibnu Abbas.
    BERIKUT PARA PERAWINYA
    • MUHAMMAD BIN MUTSANNA adalah perawi kutubus sittah yang tsiqat. Ibnu Ma’in menyatakan tsiqat. Adz Dzahiliy berkata “hujjah”. Abu Hatim berkata shalih al hadits shaduq”. Abu Arubah berkata “aku belum pernah melihat di Bashrah orang yang lebih tsabit dari Abu Musa [Ibnu Mutsanna] dan Yahya bin Hakim”. An Nasa’i berkata “tidak ada masalah padanya”. Ibnu Khirasy berkata “MUHAMMAD BIN MUTSANNA TERMASUK ORANG YANG TSABIT”. IBNU HIBBAN MEMASUKKANNYA DALAM ATS TSIQAT. Al Khatib berkata “tsiqat tsabit”. Daruquthni berkata “termasuk orang yang tsiqat”. Amru bin ‘Ali menyatakan tsiqat. Maslamah berkata “tsiqat masyhur termasuk hafizh” [At Tahdzib juz 9 no 698]. Ibnu Hajar berkata “tsiqat tsabit” [At Taqrib 2/129]. Adz Dzahabi berkata tsiqat wara’ [Al Kasyf no 5134]
    .
    • MUHAMMAD BIN JA’FAR AL HUDZALIY ABU ABDULLAH AL BASHRIY yang dikenal dengan sebutan Ghundar adalah perawi kutubus sittah yang tsiqat. Ali bin Madini berkata “ia lebih aku sukai daripada Abdurrahman [Ibnu Mahdi] dalam periwayatan dari Syu’bah”. Abu Hatim berkata dari Muhammad bin Aban Al Balkhiy bahwa Ibnu Mahdi berkata “GHUNDAR LEBIH TSABIT DARIKU dalam periwayatan dari Syu’bah”. ABU HATIM, IBNU HIBBAN DAN IBNU SA’AD MENYATAKAN TSIQAT. Al Ijli menyatakan IA ORANG BASHRAH YANG TSIQAT dan ia adalah orang yang paling tsabit dalam riwayat dari Syu’bah [At Tahdzib juz 9 no 129]
    .
    • SYU’BAH BIN HAJJAJ adalah perawi kutubus sittah yang telah disepakati tsiqat. SYU’BAH SEORANG YANG TSIQAT HAFIZH MUTQIN DAN ATS TSAWRI MENYEBUTNYA “AMIRUL MUKMININ DALAM HADIS” [AT TAQRIB 1/418]
    .
    • ABU MASLAMAH adalah Sa’id bin Yazid bin Maslamah Al Azdi perawi kutubus sittah yang tsiqat. Ibnu Ma’in, Nasa’i, Ibnu Sa’ad, Al Ijli, Al Bazzar menyatakan tsiqat. Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqat [At Tahdzib juz 4 no 168]. Ibnu Hajar menyatakan tsiqat [At Taqrib 1/367]
    .
    • ABU NADHRAH adalah Mundzir bin Malik perawi Bukhari dalam At Ta’liq, Muslim dan Ashabus Sunan. Ibnu Ma’in, Abu Zur’ah, Nasa’i, Ibnu Sa’ad, Ahmad bin Hanbal menyatakan tsiqat [At Tahdzib juz 10 no 528]. IBNU HAJAR MENYATAKAN TSIQAT [At Taqrib 2/213]

    BalasHapus
  27. TAFSIR ATH-THABARI
    حدثنا حميد بن مسعدة قال حدثنا بشر بن المفضل قال حدثنا داود عن أبي نضرة قال سألت ابن عباس عن متعة النساء قال أما تقرأ ” سورة النساء ” ؟ قال قلت بلى! قال فما تقرأ فيها ( فمااستمتعتم به منهن إلى أجل مسمى ) ؟ قلت لا! لو قرأتُها هكذا ما سألتك! قال : فإنها كذا
    Telah menceritakan kepada kami Humaid bin Mas’adah yang berkata telah menceritakan kepada kami Bisyr bin Mufadhdhal yang berkata telah menceritakan kepada kami Dawud dari Abi Nadhrah yang berkata : aku bertanya kepada Ibnu Abbas tentang nikah mut’ah. Ibnu Abbas berkata : TIDAKKAH ENGKAU MEMBACA SURAH AN NISAA’?. Aku berkata “tentu”. Tidakkah kamu membaca “MAKA WANITA YANG KAMU NIKMATI [ISTAMTA’TUM] SAMPAI BATAS WAKTU TERTENTU”)?. Aku berkata “tidak, kalau aku membacanya seperti itu maka aku tidak akan bertanya kepadamu!. IBNU ABBAS BERKATA “SESUNGGUHNYA SEPERTI ITULAH” [ Tafsir Ath Thabari 6/587 tahqiq Abdullah bin Abdul Muhsin At Turqiy].
    .

    BalasHapus
  28. RIWAYAT INI JUGA SHAHIH SANADNYA.
    HUMAID BIN MAS’ADAH termasuk perawi Ashabus Sunan dan Muslim. Abu Hatim berkata “shaduq”. Ibnu Hibban memasukkanya dalam Ats Tsiqat.Nasa’i menyatakan tsiqat [At Tahdzib juz 3 no 83]. Ibnu Hajar berkata “shaduq” [At Taqrib 1/246]. Adz Dzahabi berkata “shaduq” [Al Kasyf no 1257]
    .
    .BISYR BIN MUFADHDHAL adalah perawi kutubus sittah yang dikenal tsiqat. Abu Hatim, Abu Zur’ah, Nasa’i, Ibnu Hibban, Al Ijli, Ibnu Sa’ad dan Al Bazzar menyatakan ia tsiqat [At Tahdzib juz 1 no 844]. Ibnu Hajar berkata “tsiqat tsabit ahli ibadah” [At Taqrib 1/130].
    .
    DAWUD BIN ABI HIND adalah perawi Bukhari dalam At Ta’liq, Muslim dan Ashabus Sunan. Ahmad bin Hanbal berkata “tsiqat tsiqat”. Ibnu Ma’in, Al Ijli, Ibnu Khirasy, Ibnu Sa’ad, Abu Hatim dan Nasa’i menyatakan tsiqat. [At Tahdzib juz 3 no 388]. Ibnu Hajar menyatakan ia tsiqat mutqin [At Taqrib 1/283].

    BalasHapus
  29. DALIL NIKAH MUT’AH JUGA DAPAT ANDA TEMUKAN DALAM RIWAYAT SAHABAT TENTANG TAFSIR AYAT AN-NIS AYAT 24
    .
    حدثنا عبد الله حدثنا نصر بن علي قال أخبرني أبو أحمد عن عيسى بن عمر عن عمرو بن مرة عن سعيد بن جبير ” فما استمتعتم به منهن إلى أجل مسمى ” وقال هذه قراءة أبي بن كعب
    Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah yang berkata telah menceritakan kepada kami Nashr bin ‘Ali yang berkata telah mengabarkan kepadaku Abu Ahmad dari Isa bin ‘Umar dari ‘Amru bin Murrah dari Sa’id bin Jubair “MAKA WANITA YANG KAMU NIKMATI [ISTAMTA’TUM] SAMPAI BATAS WAKTU TERTENTU” ia berkata “INI ADALAH BACAAN UBAY BIN KA’AB”[Al Masahif Ibnu Abi Dawud no 130]
    RIWAYAT INI SHAHIH PARA PERAWINYA TSIQAT.
    BERIKUT PERAWINYA
    .
    ABDULLAH adalah ABDULLAH BIN SULAIMAN BIN AL ASY’AT AS SIJISTANI atau yang dikenal dengan Abu Bakar bin Abi Dawud, ia adalah seorang hafizh yang tsiqat dan mutqin [Irsyad Al Qadhi no 576].
    .
    NASHR BIN ALI AL JAHDHAMIY adalah perawi kutubus sittah yang tsiqat tsabit [At Taqrib 2/243].
    .
    ABU AHMAD AZ ZUBAIRI adalah Muhammad bin ‘Abdullah bin Zubair perawi kutubus sittah yang tsiqat tsabit hanya saja sering salah dalam hadis dari Ats Tsawriy [At Taqrib 2/95].
    .
    ISA BIN UMAR AL ASDIY adalah perawi Tirmidzi dan Nasa’i yang tsiqat [At Taqrib 1/773]. ‘
    .
    AMRU BIN MURRAH ABU ABDULLAH AL KUFIY perawi kutubus sittah yang tsiqat dan ahli ibadah [At Taqrib 1/745].
    .
    SA’ID BIN JUBAIR AL ASDIY adalah tabiin perawi kutubus sittah yang tsiqat tsabit faqih [At Taqrib 1/349]

    BalasHapus
  30. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  31. SYUBHAT YANG PALING LUCU adalah pernyataan BAHWA AN NISAA’ AYAT 24 DI ATAS MENGGUNAKAN KATA ISTIMTAA’ BUKANNYA KATA MUT’AH DAN ISTIMTAA’ MENURUTNYA BUKAN DIARTIKAN MUT’AH.

    Sungguh orang seperti ini patut dikasihani, seharusnya ia membuka dulu berbagai riwayat atau hadis untuk melihat bagaimana Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] dan PARA SAHABAT telah menggunakan kata ISTIMTAA’ UNTUK MENYEBUTKAN NIKAH MUT’AH. Berikut diantaranya

    حدثنا عمرو بن علي قال نا يحيى بن سعيد عن إسماعيل عن قيس عن عبد الله قال كنا نغزو مع رسول الله صلى الله عليه وسلم وليس معنا نساء فاستأذنه بعضنا أن يستخصي أو قال لو أذنت لنا لاختصينا فلم يرخص لنا ورخص لنا في الاستمتاع بالثوب
    Telah menceritakan kepada kami ‘Amru bin ‘Ali yang berkata telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id dari Ismail dari Qais dari ‘Abdullah yang berkata “kami berperang bersama Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] dan kami tidak membawa wanita maka sebagian kami meminta zini untuk mengebiri atau berkata sekiranya diizinkan kepada kami untuk mengebiri maka Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] tidak mengizinkan kami dan Beliau [shallallahu ‘alaihi wasallam] mengizinkan kami untuk ISTIMTAA’ DENGAN PAKAIAN[Musnad Al Bazzar 5/294 no 1671 dengan sanad yang shahih]

    BalasHapus
  32. Apakah maksud dari kata Istimtaa’ dengan pakaian di atas.Apakah maksudnya menikahi wanita secara permanen? Atau maksudnya menikahi wanita secara mut’ah?.Penjelasannya ada dalam hadis berikut.

    حدثنا عبد الله حدثني أبي ثنا وكيع عن بن أبي خالد عن قيس عن عبد الله قال كنا مع النبي صلى الله عليه و سلم ونحن شباب فقلنا يا رسول الله ألا نستخصي فنهانا ثم رخص لنا في ان ننكح المرأة بالثوب إلى الأجل ثم قرأ عبد الله { لا تحرموا طيبات ما أحل الله لكم }
    Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah yang berkata telah menceritakan kepadaku ayahku yang berkata telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Ibnu Abi Khalid dari Qais dari Abdullah yang berkata “kami bersama Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] dan kami masih muda, kami berkata “wahai Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] tidakkah kami dikebiri?.Beliau [shallallahu ‘alaihi wasallam] melarang kami melakukannya kemudian Beliau [shallallahu ‘alaihi wasallam] memberi keringanan kepada kami untuk MENIKAHI WANITA DENGAN PAKAIAN SAMPAI WAKTU YANG DITENTUKAN. Kemudian ‘Abdullah membaca [Al Maidah ayat 87] “janganlah kalian mengharamkan apa yang baik yang telah Allah halalkan kepada kalian” [Musnad Ahmad 1/432 no 4113, Syaikh Syu’aib Al Arnauth berkata “sanadnya shahih dengan syarat Bukhari Muslim]

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagaimana cara nikah muth'ah dgn wanita syiah,,, tapi maunya yg pertama,,,bukan yg ke 100.

      Lantas bagaimana perasaan pengikut syiah,,, bila ada pikiran bahwa ibu nya Imam Komeini itu telah nikah muth'ah 100 x,,, dan lahirlah anak anaknya yg bercampur gen dan dna.


      Hindarilah nikah muth'ah itu,,, bila kita ingin membangun generasi yg terhormat.


      Hapus
    2. Dr HL Abdul Fatah Ak CA
      bagaimana juga perasaan org suni jika abu bakar dan umar doyan nikah mut'ah dan gonta ganti pasangan 100 x juga ?? lalu lahirlah anak2nya dari pasangan nikah mut'ah ??

      jika anda katakan zina nikah mut'ah maka abu bakar dan umar adalah doyan zina

      jika anda katakan nikah mut'ah adalah praktek pelacuran maka abu bakar dan umar telahg mempraktekkan pelacuran !!

      buah jatuh tak jauh dari pohonnya !!
      itulah mengapa anaknya abu bakar yaitu asma bin abu bakar meneruskan praktek bapaknya untuk nikah mut'ah dgn zubair bin awwam. hasil nikah mut'ah mereka lahirlah anak bernama abdullah bin zubair !!

      kira2 seperti itulah mas bro !! hehehe

      Hapus
    3. Coba ditunjukkan referensi jelasnya mba...klo abu bakar dan umar nikah mut'ah..

      Hapus
  33. Maka arti KATA ISTIMTAA’ yang digunakan oleh para sahabat adalah “MENIKAHI SEORANG WANITA SAMPAI BATAS WAKTU YANG DITENTUKAN”.Tidak hanya di hadis ini, bahkan di hadis-hadis yang dijadikan hujjah pengharaman mut’ah, kata yang digunakan untuk MENYEBUTKAN “NIKAH MUT’AH” JUGA DENGAN LAFAL ISTIMTAA’.

    BalasHapus
  34. RIWAYAT PARA TABI’IN
    Tafsir An Nisaa’ ayat 24 sebagai dalil bagi nikah mut’ah bukanlah mutlak milik syi’ah tetapi termasuk pemahaman sahabat [Ibnu ‘Abbas dan Ubay] dan tabiin seperti halnya MUJAHID [seorang imam dalam tafsir], AS SUDDIY DAN AL HAKAM BIN UTAIBAH.
    حدثني محمد بن عمرو قال حدثنا أبو عاصم عن عيسى عن ابن أبي نجيح عن مجاهد فما استمتعتم به منهنقال : يعني نكاح المتعة
    Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin ‘Amru yang berkata telah menceritakan kepada kami Abu ‘Aashim dari ‘Isa dari Ibnu Abi Najih dari Mujahid “MAKA WANITA [ISTRI] YANG KAMU NIKMATI [ISTIMTA’] DIANTARA MEREKA”, ia berkata yaitu NIKAH MUT’AH [Tafsir Ath Thabari 6/586 tahqiq Abdullah bin Abdul Muhsin At Turqiy].
    RIWAYAT INI SANADNYA SHAHIH SAMPAI MUJAHID.
    MUHAMMAD BIN ‘AMRU BIN ‘ABBAS AL BAHILIY adalah syaikh [guru] Ibnu Jarir Ath Thabari, dan dia seorang yang tsiqat [Tarikh Baghdad 4/213 no 1411].
    ABU ‘AASHIM adalah Dhahhak bin Makhlad Asy Syaibani seorang perawi kutubus sittah yang tsiqat tsabit [At Taqrib 1/444].
    ISA BIN MAIMUN AL JURASIY ABU MUSA adalah seorang yang tsiqat [At Taqrib 1/776].
    ABDULLAH BIN ABI NAJIH YASAAR AL MAKKIY adalah perawi kutubus sittah yang tsiqat dan dikakatan melakukan tadlis [At Taqrib 1/541] tetapi periwayatannya dari Mujahid juga diriwayatkan oleh Bukhari Muslim.
    MUJAHID BIN JABR AL MAKKIY adalah perawi kutubus sittah seorang yang tsiqat dan Imam dalam tafsir dan ilmu [At Taqrib 2/159]

    BalasHapus
  35. IMAM ALI AS TIDAK PERNAH MENGHARAMKAN NIKAH MUT'AH. YG MENGHARAMKAN NIKAH MUT'AH ADALAH UMAR. BERIKUT RIWAYAT DARI IMAM ALI AS DALAM HADIST SUNI.

    حدثنا محمد بن المثنى قال حدثنا محمد بن جعفر قال حدثنا شعبة عن الحكم قال سألته عن هذه الآية والمحصنات من النساء إلا ما ملكت أيمانكم إلى هذا الموضع فما استمتعتم به منهن أمنسوخة هي ؟ قال لا قال الحكم وقال علي رضي الله عنه لولا أن عمر رضي الله عنه نهى عن المتعة ما زنى إلا شقي
    Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna yang berkata telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far yang berkata telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Al Hakam [Syu’bah] berkata aku bertanya kepadanya tentang ayat “dan [diharamakan juga menikahi] wanita yang bersuami kecuali budak-budak yang kamu miliki” sampai pada ayat “MAKA WANITA [SITRI] YANG TELAH KAMU NIKMATI [ISTIMTA’] DIANTARA MEREKA” apakah telah dihapus [mansukh]?. [Al Hakam] BERKATA “TIDAK” kemudian Al Hakam berkata dan Ali radiallahu ‘anhu telah berkata SEANDAINYA UMAR RADIALLAHU ‘ANHU TIDAK MELARANG MUT’AH MAKA TIDAK ADA YANG BERZINA KECUALI ORANG YANG CELAKA [Tafsir Ath Thabari 6/588 tahqiq Abdullah bin Abdul Muhsin At Turqiy].

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo kita mutah sehari, berapa maharmu? Di hotel aja ya, harus mau la hahahha

      Hapus
  36. RIWAYAT INI SANADNYA SHAHIH
    MUHAMMAD BIN AL MUTSANNA adalah perawi kutubus sittah yang tsiqat tsabit [At Taqrib 2/129]. MUHAMMAD BIN JA’FAR GHUNDAR adalah perawi kutubus sittah yang tsiqat shahih kitabnya kecuali pernah keliru [At Taqrib 2/63].

    SYU’BAH BIN HAJJAJ adalah perawi kutubus sittah yang telah disepakati tsiqat. Syu’bah seorang yang tsiqat hafizh mutqin dan Ats Tsawri menyebutnya “amirul mukminin dalam hadis” [At Taqrib 1/418].

    AL HAKAM BIN UTAIBAH seorang perawi kutubus sittah yang tsiqat tsabit faqih dikatakan melakukan tadlis [At Taqrib 1/232]. Riwayat Al Hakam menunjukkan kalau ia sendiri menafsirkan bahwa An Nisaa’ ayat 24 itu berkaitan dengan nikah mut’ah sehingga ketika ditanya apakah ayat tersebut telah dihapus ia menjawab “tidak” dan mengutip perkataan Imam Ali tentang mut’ah.
    .

    BalasHapus
  37. .
    KESIMPULAN
    Yang dapat disimpulkan pada pembahasan kali ini adalah memang terdapat AYAT AL QUR’AN YANG MENGHALALKAN NIKAH MUT’AH YAITU AN NISAA’ AYAT 24 DAN TELAH DIRIWAYATKAN DARI SAHABAT DAN TABIIN [SEBAGAI SALAFUS SALIH] BAHWA AYAT TERSEBUT MEMANG BERKENAAN DENGAN NIKAH MUT’AH

    BalasHapus
  38. Jabir bin Abdullah berkata, "Kami menjalankan kawin mut'ah dengan (maskawin) segenggam kurma dan gandum pada hari-hari tertentu di jaman Rasul dan Abu Bakar, kemudian Umar melarangnya setelah peristiwa Amr bin Harits .
    In-book reference : Book 16, Hadith 19
    USC-MSA web (English) reference : Book 8, Hadith 3249

    http://sunnah.com/muslim/16/19

    BalasHapus

  39. Kesaksian Ali bin Abi Thalib NIKAH MUT'AH TIDAK DIHARAMKAM NABI SAW :
    Dari Hakim yang berkata: Ali ra. berkata :"Bila Umar ra. tidak melarang mut'ah, tidak akan ada yang berzina kecuali , orang tersebut sudah jahat keterlaluan (syaqiy)."
    hakim meriwayatkan bahwa tatkala dia ditanyai tentang ayat 'mut'atunnisa (An Nisaa ayat 24): 'Apakah ayat itu telah dimansukh?' ia menjawab, "Tidak!" Dan Ali berkata, "bila Umar tidak melarang mut'ah, tidak akan ada yang berzina kecuali orang yang celaka (syaqiy)."

    Dari Hakam yang berkata tatkala ia ditanya tentang ayat kawin mut'ah (mut'atun nuisaa', apakah sudah dihapus (mansukh), ia menjawab 'Tidak', Maka Ali bin Abi Thalib ra. lalu berkata : Andaikata Umar bin Khattab ra. tidak melarang mut'ah, maka tidak akan ada yang berzina, kecuali benar-benar penjahat', (asyqaa).

    Di bagian lain Hakam berkata :
    'tatkala orang bertanya kepada 'Ali :
    "Apakah ayat tersebut sudah dihapus, mansukh?",
    Ali menjawab, "Tidak."

    Sumber : Thabariy, Tafsir, jilid 5 hlm 9 dengan sanad yang shahih; Tsa'labiy dalam tafsir An Nisaa' 24, Al-Razy, Tafsir, jilid 3 halaman 200; Abi Hayyan, Tafsir, jilid 3, hlm 218; Naisaaburii, tafsir, As-Durrul Mantsuur, jilid 2, halaman 140 dengan jalur berbeda-beda.

    BalasHapus
  40. Para Huffaz Abdurrazaq, Abu Dawud dalam Naskhnya dan Ibnu Jarir Thabariy meriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib yang berkata : "Andaikata belum didahului pandangan Umar, aku akan membolehkan mut'ah sehingga orang tidak akan berzina kecuali orang yang celaka (illaa syaqiiy)." (Kanzul Ummal jilid 8 hal 294)

    BalasHapus
  41. tentang perbedaan rukun iman dan islam versi suni dan syiah.
    secara jelas dan tegas tdk ada dalam al-quran dan hadist shahih suni menyebut rukun iman dan rukun islam.

    adapun ke-5 rukun islam dan 6 rukun iman adalah ijtihad dari ulama suni. begitu juga rukun iman dan islam syiah adalah hasil ijtihad ulama syiah.

    mengatakan rukun iman dan islam yg benar adalah suni, INI ADALAH GAMBARAN ORG YG FANATIQ BUTA.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukankah rukun islam juga disebutkan dari hadits ketika Nabi saw berdiskusi dengan Malaikat Jibril as ketika bersama sahabat?

      Hapus
  42. syiah memasukkan imamiyah atau 12 imam dalam rukun iman syiah mencantumkan percaya dgn 12 imam atau amir atau khalifah. itu sah-sah saja selama ada dalilnya.
    disuni juga dalil ttg 12 imam/khalifah/amir diriwayatkan oleh bukhari, muslim, ahmad dll.

    jika anda tak percaya dgn hadist anda sendiri suni. itu haq anda tapi jgn menyesatkan mazhab lain. hadist 12 imam/khalifah dalam hadist suni adalah shahih dari nabi saw .

    jgn karena anda benci dgn syiah maka hadist2 shahih disisi anda, lalu anda dustai. ini jelas tdk dibenarkan dalam agama

    BalasHapus
  43. TENTANG 12 IMAM/KHALIFAH/AMIR DALAM KITAB SHAHIH SUNI
    Riwayat-Riwayat Dari Ahli Sunnah Berkenaan Dengan Ke-Imamahan 12 Orang Imam

    Tepat sekali kalau pada kajian ini kita bawakan riwayat- riwayat tentang ke-Imamahan para Imam 12 yang termuat dalam kitab-kitab standar Ahli Sunnah, riwayat- riwayat tersebut diantaranya:

    Bukhari menukil dari Jabir bin Samarah:”Aku mendengar rasul bersabda:”setelahku 12 orang pemimpin akan datang.” Saat itu beliau melanjutkan ucapannya yang tak terdengar olehku kemudian ayahku berkata bahwa keseluruhan imam tersebut semuanya dari bangsa Quraisy.” [Sahih Bukhari, jild 9, bab Istikhlaf, halaman 81.]

    BalasHapus
  44. dari Jabir bin Samurah, ia berkata, “Saya masuk bersama ayah saya kepada Nabi SAW. maka saya mendengar beliau berkata, ‘Sesungguhnya urusan ini tidak akan habis sampai melewati dua belas khalifah.’ Jabir berkata, ‘Kemudian beliau berbicara dengan suara pelan. Maka saya bertanya kepada ayah saya, ‘Apakah yang dikatakannya?’ Ia berkata, ‘Semuanya dari suku Quraisy.’ Dalam riwayat yang lain disebutkan, ‘Urusan manusia akan tetap berjalan selama dimpimpin oleh dua belas orang.’ Dalam satu riwayat disebutkan. ‘Agama ini akan senantiasa jaya dan terlindungi sampai dua belas khalifah. (H.R.Shahih Muslim, kitab “kepemimpinan”, bab”manusia pengikut bagi Quraisy dan khalifah dalam kelompok Quraisy”)

    Muslim juga menukil dari Jabir bin samarah:”aku mendengar rasul SAWW bersabda:”Islam akan memiliki pemimpin sampai 12 orang. Kemudian beliau bersabda yang tak bisa kupahami. Aku bertanya pada ayahku tentang apa yang tidak aku pahami itu, ia berkata:”beliau bersabda semuanya dari kaum Quraisy. [Sahih Muslim, jild 6, kitab Al-Amarah, bab annas taba’un li quraisy, halaman 3.]

    Muslim dari Jabir juga menukil, ia (Jabir) berkata:”aku dan ayahku berjalan bersama rasul SAWW saat itu beliau bersabda:”agama ini akan memiliki 12 pemimpin, yang kesemuanya dari bangsa Quraisy. [Sahih Muslim, jild 6, kitab Al-Amarah, bab annas taba’un li quraisy, halaman 3.]

    BalasHapus
  45. Al-Qanduzi al-Hanafi sendiri telah menukilnya di dalam kitabnya Yanabi’ al-Mawaddah. Pada mawaddah kesepuluh dari kitab Mawaddah al-Qurba, bagi Sayyid Ali al-Hamadani —semoga Allah SWT mensucikan jalannya dan mencurahkan keberkahannya kepada kita— disebut-kan, “Dari Abdul Malik bin ‘Umair, dari Jabir bin Samrah yang ber-kata, ‘Saya pernah bersama ayah saya berada di sisi Rasulullah saw, dan ketika itu Rasulullah saw bersabda, ‘Sepeninggalku akan ada dua belas orang khalifah.’ Kemudian Rasulullah saw menyamarkan suar-anya. Lalu saya bertanya kepada ayah saya, ‘Perkataan apa yang disamarkan olehnya?’ Ayah saya menjawab, ‘Rasulullah saw berkata, ‘Semua berasal dari Bani Hasyim.”

    Bahkan Al-Qanduzi meriwayatkan banyak hadis lain yang lebih jelas dari hadis-hadis di atas. Al-Qanduzi telah meriwayat dari ‘Abayah bin Rab’i, dari Jabir yang mengatakan, “Rasulullah saw telah bersabda, ‘Saya adalah penghulu para nabi dan Ali adalah penghulu para washi, dan sesungguhnya para washi sepeninggalku berjumlah dua belas orang. Yang pertama dari mereka adalah Ali, dan yang terakhir dari mereka adalah al-Qa’im al-Mahdi.”‘

    BalasHapus
  46. Ulama terkenal Al-Dhahabi mengatakan dalam bukunya Tadzkirat al-Huffaz , jilid 4, halaman 298, dan Ibn Hajar al-’Asqalani menyatakan dalam al-Durar al-Kaminah, jilid 1, hal. 67 bahwa Sadruddin Ibrahim bin Muhammad bin al-Hamawayh al-Juwayni al-Shafi’i (disingkat Al-Juwayni) adalah seorang ahli Hadis yang mumpuni. Al-Juwayni menyampaikan dari Abdullah bin Abbas (ra) bahwa Nabi (sawa) mengatakan,”Saya adalah penghulu para Nabi dan Ali bin Abi Thalib adalah pemimpin para penerus, dan sesudah saya akan ada dua belas penerus. Yang pertama adalah Ali bin Abi Thalib dan yang terakhir adalah Al-Mahdi.”

    BalasHapus
  47. Al-Juwayni juga meriwayatkan bahwa Rasulullah (saw) mengatakan: ”Aku dan Ali dan Hasan dan Husain dan sembilan anak cucu Husain adalah yang disucikan (dari dosa) dan dalam kebenaran.” [Al-Juwayni, Fara’id al-Simtayn, Mu’assassat al-Mahmudi li-Taba’ah, Beirut 1978, p. 160.] Sekaitan dengan ayat di atas, Jabir bin Abdillah bertanya, “Ya Rasulullah, Siapa kah orang-orang yang wajib ditaati seperti yang diisyaratkan dalam ayat ini?” Rasulullah saaw menjawab, “Yang wajib ditaati adalah para khalifahku wahai Jabir, yaitu para Imam kaum Muslimin sepeninggalku nanti. Imam pertama mereka adalah Ali bin Abi Thalib, kemudian Hasan, kemudian Husein, kemudian Ali bin Husein, kemudian Muhammad bin Ali yang telah dikenal di dalam kitab Taurat dengan nama “Al-Baqir” dan engkau akan berjumpa dengannya wahai Jabir. Apabila engkau nanti berjumpa dengannya, maka sampaikanlah salamku kepadanya. Kemudian setelah itu As-Shadiq Ja’far bin Muhammad, kemudian Musa bin Ja’far, kemudian Ali bin Musa, kemudian Muhammad bin Ali, kemudian Ali bin Muhammad, kemudian Hasan bin Ali,kemudian yang terakhir ialah Al-Mahdi bin Hasan bin Ali sebagai Hujjatullah di muka bumi ini dan Khalifatullah yang terakhir. ( Rujuk ke Ghayah al-Maram, jilid 10, hal. 267, Itsbat al-Hudat, jilid 3/123 dan Yanabi’ al-Mawaddah, hal. 494, 443-Qundusi al hanafi )

    BalasHapus
  48. Seorang ulama Ahlusunah terkemuka bernama Al-Juwaini menukil sebuah riwayat, “Ketika ayat tersebut turun, Abu Bakar dan Umar berkata, ‘Ya Rasul Allah, apakah kepemimpinan ini dikhususkan untuk Ali?’

    Rasul menjawab, ‘Ya, wilayah (kepemimipinan) ini diturunkan untuknya dan untuk para washi-ku sampai Hari Kiamat.’

    Lalu kedua orang itu berkata lagi, ‘Ya Rasul Allah, jelaskanlah kepada kami siapa sajakah mereka itu?’

    Beliau menjawab, ‘Mereka itu adalah Ali, ia adalah saudaraku, wazirku, pewarisku, washiku dan khalifahku bagi umatku, dan dialah wali (pemimpin) setiap mukmin sepeninggalku, kemudian setelahnya adalah cucuku Al-Hasan, kemudian cucuku Al-Husein dan kemudian sembilan orang dari putra-putra keturunan Al-Husein secara berurutan. Al-Qur’an senantiasa bersama mereka, sebagaimana mereka selalu bersama Al-Qur’an, keduanya itu tidak akan pernah berpisah hingga mereka menjumpaiku di telaga Surga.”[ Ghayatul Maram, bab 58, hadis ke-4.]

    BalasHapus
  49. TELAAH PERBEDAAN SUNNI DAN SYIAH.
    Tulisan ini adalah tanggapan sederhana atas tulisan di situs ini yang berjudul Apa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah ?. Untuk memenuhi permintaan saudara Gura dalam tulisan saya yang lalu. Tulisan yang bercetak miring adalah tulisan di situs tersebut. Sebelumnya perlu diingatkan bahwa apa yang penulis(saya) sampaikan adalah bersumber dari apa yang penulis baca dari sumber-sumber Syiah sendiri.
    Banyak orang yang menyangka bahwa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) dianggap sekedar dalam masalah khilafiyah Furu’iyah, seperti perbedaan antara NU dengan Muhammadiyah, antara Madzhab Safi’i dengan Madzhab Maliki.Karenanya dengan adanya ribut-ribut masalah Sunni dengan Syiah, mereka berpendapat agar perbedaan pendapat tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Selanjutnya mereka berharap, apabila antara NU dengan Muhammadiyah sekarang bisa diadakan pendekatan-pendekatan demi Ukhuwah Islamiyah, lalu mengapa antara Syiah dan Sunni tidak dilakukan ?.
    Penulis(saya) menjawab benar perbedaan Sunni dan Syiah memang tidak sebatas Furu’iyah tetapi juga berkaitan dengan masalah Ushulli. Tetapi tetap saja Syiah adalah Islam(lihat tulisan ini). Kita akan lihat nanti. Tidak ada masalah dengan pendekatan Sunni dan Syiah karena tidak semuanya berbeda, terdapat cukup banyak persamaan antara Sunni dan Syiah.
    Apa yang mereka harapkan tersebut, tidak lain dikarenakan minimnya pengetahuan mereka mengenai aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Sehingga apa yang mereka sampaikan hanya terbatas pada apa yang mereka ketahui. Semua itu dikarenakan kurangnya informasi pada mereka, akan hakikat ajaran Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Disamping kebiasaan berkomentar, sebelum memahami persoalan yang sebenarnya
    Jawaban saya, kata-kata ini juga bisa ditujukan pada penulis itu sendiri, minimnya pengetahuan dia tentang Syiah kecuali yang di dapat dari Syaikh-syaikhnya. Kemudian berbicara seperti orang yang sok tahu segalanya. Dan berkomentar sebelum memahami persoalan sebenarnya.

    BalasHapus
  50. Sedangkan apa yang mereka kuasai, hanya bersumber dari tokoh-tokoh Syiah yang sering berkata bahwa perbedaan Sunni dengan Syiah seperti perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzahab Syafi’i. Padahal perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzhab Syafi’i, hanya dalam masalah Furu’iyah saja. Sedang perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah), maka perbedaan-perbedaannya disamping dalam Furuu’ juga dalam Ushuul.

    Bukankah baik kalau mengenal sesuatu dari sumbernya sendiri yaitu Ulama Syiah. Kalau si penulis itu menganggap Ulama Syiah Cuma berpura-pura lalu kenapa dia tidak menganggap Syaikh-Syaikh mereka itu yang sengaja mendistorsi tentang Syiah. Subjektivitas sangat berperan, anda tentu tidak akan mendengar hal yang baik tentang Syiah dari Ulama yang membenci dan mengkafirkan Syiah. Pengetahuan yang berimbang diperlukan jika ingin bersikap objektif. Sekali lagi perbedaan itu benar tidak sebatas Furu’iyah.

    BalasHapus
  51. Rukun Iman mereka berbeda dengan rukun Iman kita, rukun Islamnya juga berbeda, begitu pula kitab-kitab hadistnya juga berbeda, bahkan sesuai pengakuan sebagian besar ulama-ulama Syiah, bahwa Al-Qur’an mereka juga berbeda dengan Al-Qur’an kita(Ahlussunnah).
    Apabila ada dari ulama mereka yang pura-pura (taqiyah) mengatakan bahwa Al-Qur’annya sama, maka dalam menafsirkan ayat-ayatnya sangat berbeda dan berlainan.

    Kata-kata yang begitu kurang tepat, yang benar adalah Syiah meyakini Rukun Iman dan Rukun Islam yang dimiliki Sunni tetapi mereka merumuskannya dengan cara yang berbeda dan memang terdapat perbedaan tertentu pada Syiah yang tidak diyakini Sunni.
    Kitab Hadis Syiah benar berbeda dengan Kitab Hadis Sunni karena Syiah menerima hadis dari Ahlul Bait as(hal ini ada dasarnya bahkan dalam kitab hadis Sunni lihat hadis Tsaqalain) sedangkan Sunni sebagian besar hadisnya dari Sahabat Nabi ra.
    .
    sesuai pengakuan sebagian besar ulama-ulama Syiah, bahwa Al-Qur’an mereka juga berbeda dengan Al-Qur’an kita. Ini adalah kebohongan, yang benar Ulama-Ulama Syiah menyatakan bahwa Al Quran mereka sama dengan Al Quran Sunni. Yang mengatakan bahwa Al Quran Syiah berbeda dengan Al Quran Sunni adalah kaum Syiah Akhbariyah yang bahkan ditentang oleh Ulama-Ulama Syiah. Kaum Akhbariyah ini yang dicap oleh penulis itu sebagai Ulama Syiah. Sudah keliru generalisasi pula. Penafsiran Al Quran yang berlainan bukan masalah, dalam Sunni sendiri perbedaan tersebut banyak terjadi.

    BalasHapus
  52. Sehingga tepatlah apabila ulama-ulama Ahlussunnah Waljamaah mengatakan : Bahwa Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) adalah satu agama tersendiri.

    Yang berkata seperti ini adalah Ulama-ulama Salafi, karena terdapat Ulama Ahlussunah yang mengatakan Syiah itu Islam seperti Syaikh Saltut, Syaikh Muhammad Al Ghazali, Syaikh Yusuf Qardhawi, dan lain-lain. Sebenarnya yang populer di kalangan Sunni adalah Syiah itu Islam tetapi golongan pembid’ah. Cuma Salafi yang dengan ekstremnya menyebut Syiah agama tersendiri.

    Melihat pentingnya persoalan tersebut, maka di bawah ini kami nukilkan sebagian dari perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dengan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah).

    BalasHapus

  53. Saya akan menanggapi satu persatu pernyataan penulis ini
    1. Ahlussunnah : Rukun Islam kita ada 5 (lima)
    a) Syahadatain
    b) As-Sholah
    c) As-Shoum
    d) Az-Zakah
    e) Al-Haj
    .
    Syiah : Rukun Islam Syiah juga ada 5 (lima) tapi berbeda:
    a) As-Sholah
    b) As-Shoum
    c) Az-Zakah
    d) Al-Haj
    e) Al wilayah
    .
    Jawaban: Saya tidak tahu apa sumber penukilan penulis ini, yang jelas Syiah juga meyakini Islam dimulai dengan Syahadat. Jadi sebenarnya Syiah meyakini semua rukun Islam Sunni hanya saja mereka menambahkan Al Wilayah. Yang ini yang tidak diakui Sunni, tentu perbedaan ini ada dasarnya.

    BalasHapus
  54. 2. Ahlussunnah : Rukun Iman ada 6 (enam) :
    a) Iman kepada Allah
    b) Iman kepada Malaikat-malaikat Nya
    c) Iman kepada Kitab-kitab Nya
    d) Iman kepada Rasul Nya
    e) Iman kepada Yaumil Akhir / hari kiamat
    f) Iman kepada Qadar, baik-buruknya dari Allah.
    .
    Syiah : Rukun Iman Syiah ada 5 (lima)*
    a) At-Tauhid
    b) An Nubuwwah
    c) Al Imamah
    d) Al Adlu
    e) Al Ma’ad
    Syiah jelas meyakini atau mengimani semua yang disebutkan dalam rukun iman Sunni, hanya saja mereka ,merumuskannya dengan cara berbeda seperti yang penulis itu sampaikan. Rukun iman Syiah selain Imamah mengandung semua rukun iman Sunni. Perbedaannya Syiah meyakini Imamah dan Sunni tidak, sekali lagi perbedaan ini ada dasarnya.
    .
    3. Ahlussunnah : Dua kalimat syahadat
    Syiah : Tiga kalimat syahadat, disamping Asyhadu an Laailaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, masih ditambah dengan menyebut dua belas imam-imam mereka
    .
    Ini tidak benar karena syahadat dalam Sunni dan Syiah adalah sama Asyhadu an Laailaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah. Tidak mungkinnya pernyataan penulis itu adalah bagaimana dengan mereka orang Islam pada zaman Rasulullah SAW, zaman Imam Ali, zaman Imam Hasan dan zaman Imam Husain. Bukankah jelas pada saat itu belum terdapat 12 imam.
    .
    4. Ahlussunnah : Percaya kepada imam-imam tidak termasuk rukun iman. Adapun jumlah imam-imam Ahlussunnah tidak terbatas. Selalu timbul imam-imam, sampai hari kiamat.
    Karenanya membatasi imam-imam hanya dua belas (12) atau jumlah tertentu, tidak dibenarkan.
    .
    Syiah : Percaya kepada dua belas imam-imam mereka, termasuk rukun iman. Karenanya orang-orang yang tidak beriman kepada dua belas imam-imam mereka (seperti orang-orang Sunni), maka MENURUT AJARAN SYIAH DIANGGAP KAFIR DAN AKAN MASUK NERAKA
    .
    Imam Sunni tidak terbatas karena setiap ulama bisa saja disebut Imam oleh orang Sunni. Bagi Syiah tidak seperti itu, 12 imam mereka ada dasarnya sendiri dalam sumber mereka, dan terdapat juga dalam Sumber Sunni tentang 12 khalifah dan Imam dari Quraisy. Intinya Syiah dan Sunni berbeda pandangan tentang apa yang disebut Imam.
    .

    BalasHapus

  55. Karenanya membatasi imam-imam hanya dua belas (12) atau jumlah tertentu, tidak dibenarkan. PERNYATAAN INI HANYA SEKEDAR PERSEPSI, TIDAK DIBENARKAN BERDASARKAN APA, JELAS SEKALI PENULIS INI TIDAK MEMAHAMI PENGERTIAN IMAM DALAM SYIAH.
    .
    .
    Karenanya orang-orang yang tidak beriman kepada dua belas imam-imam mereka (seperti orang-orang Sunni), maka menurut ajaran Syiah dianggap kafir dan akan masuk neraka. Saya tidak tahu apa dasar penulis itu, yang saya tahu Ulama Syiah selalu menyebut Sunni sebagai Islam dan saudara mereka. Anda dapat melihat dalam Al Fushul Al Muhimmah Fi Ta’lif Al Ummah oleh Ulama Syiah Syaikh Syarafuddin Al Musawi (terjemahannya Isu-isu Penting Ikhtilaf Sunnah dan Syiah hal 33 yang membuat bab khusus yang berjudul Keterangan Para Imam Ahlul Bait Tentang Sahnya Keislaman Ahlussunnah) Atau anda dapat merujuk Al ’Adl Al Ilahy karya Murtadha Muthahhari ( terjemahannya Keadilan Ilahi hal 271-275).

    BalasHapus
  56. jadi yg menyebarkan FITNAH BAHWA ORG SUNI YG TAK PERCAYA DGN 12 IMAM ADALAH KAFIR ADALAH DUSTA YG AKAN DIHISAP OLEH ALLAH KELAK

    BalasHapus
  57. 5. Ahlussunnah : Khulafaurrosyidin yang diakui (sah) adalah :
    a) Abu Bakar
    b) Umar
    c) Utsman
    d) Ali Radhiallahu anhum
    .
    Syiah : Ketiga Khalifah (Abu Bakar, Umar, Utsman) tidak diakui oleh Syiah. Karena dianggap telah merampas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib (padahal Imam Ali sendiri membai’at dan mengakui kekhalifahan mereka).
    .
    Pembahasan masalah ini adalah cukup pelik, oleh karenanya saya akan memaparkan garis besarnya saja. Benar sekali khulafaurrosyidin yang diakui Sunni adalah seperti yang penulis itu sebutkan. Syiah tidak mengakui 3 khalifah pertama karena berdasarkan dalil-dalil di sisi mereka Imam Ali ditunjuk sebagai khalifah pengganti Rasulullah SAW. Pernyataan (padahal Imam Ali sendiri membai’at dan mengakui kekhalifahan mereka), disini lagi-lagi terjadi perbedaan. Sunni berdasarkan sumber mereka menganggap Imam Ali berbaiat dengan sukarela. Tetapi Syiah berdasarkan sumber mereka menganggap Imam Ali berbaiat dengan terpaksa. Hal yang patut diperhitungkan adalah Syiah juga memakai sumber Sunni untuk membuktikan anggapan ini, diantaranya hadis dan sirah yang menyatakan keterlambatan baiat Imam Ali kepada khalifah Abu Bakar yaitu setelah 6 bulan. Sekali lagi perbedaan ini memiliki dasar masing-masing di kedua belah pihak baik Sunni dan Syiah, jika ingin bersikap objektif tentu harus membahasnya secara berimbang dan tidak berat sebelah. Perbedaan masalah khalifah ini juga tidak perlu dikaitkan dengan Islam atau tidak, bukankah masalah khalifah ini jelas tidak termasuk dalam rukun iman dan rukun islam Sunni yang disebutkan oleh penulis itu. OLEH KARENANYA JIKA SYIAH BERBEDA DALAM HAL INI MAKA ITU TIDAK MENUNJUKKAN SYIAH KELUAR DARI ISLAM.

    BalasHapus
  58. Sebelum mengakhiri bagian pertama ini, ada yang perlu diperjelas. Syiah meyakini rukun iman dan rukun islam Sunni hanya saja Syiah berbeda merumuskannya. Oleh karenanya dalam pandangan Sunni, Syiah itu Islam. Syiah meyakini Imamah yang merupakan masalah Ushulli dalam rukun Iman Syiah. Sunni tidak meyakini hal ini. Dalam pandangan Syiah, Sunni tetap sah keislamannya berdasarkan keterangan dari para Imam Ahlul Bait . Anda dapat merujuk ke sumber yang saya sebutkan

    BalasHapus
  59. TENTANG ORG SYIAH BERHAJI KEKARBALA !!
    ORANG SYIAH PALING DUNGUPUN TDK ADA YG MENGATAKAN BERHAJI ITU KEKARBALA.

    lagikanya jika mereka berhaji kekarbala buat apa setiap tahun org2 syiah diiran menghabiskan uang ratusan miliyar setiap tahun kemekah ??

    apa mereka bertaqiyah ?
    buat apa mereka bertaqiyah bukankah diiran 80-90 % mereka bermazhab syiah dan mereka mayoritas diiran.

    jadi ini jelas fitnah keji terhadap syiah imamiyah yg disebarkan oleh org2 pembenci syiah dan mengambil ajaran syiah dari pembenci syiah.

    BalasHapus
  60. TAQIYAH ITU ADALAH MENYEMBUNYIKAN KEBENRAN DARI MANUSIA ZHALIM DEMI MENJAGA HARTA DAN NYAWA. jika seseoarng syiah terancam jiwanya atau hartanya dibolehkan atau wajib bertaqiyah.

    dalilnya dalam suni juga ada yaitu amar bin yasir melaknat nabi saw dan mencela nabi saw dihadapan kafir quraisy demi menyelamatkan nyawanya dan ketika itu diketahui nabi saw maka nabi saw malah menyuruh amar bin yasir mengulangi perbuatannya jika disuruh kafir quraisy.

    jika bertaqiyah itu munafiq maka anda menuduh sahabat nabi saw adalah manusia munafiq.

    diindonesia syiah banyak terancam jiwanya karena diindonesia banyak yg membenci syiah bahkan sebagian suni rela membunuh, membakar dan merampas harta org syiah tanpa haq contohnya adalah peristiwa sampang. dimana pengikut syiah diusir dan rumahnya dibakar bahkan ada yg dibunuh.INI ADALAH FAKTA YG TAK TERBANTAHKAN.

    ulama2 suni juga mengamalkan taqiyah dimasa suharto jika hal itu tdk dilakukan ulama suni maka sdh lama ulama2 suni dibantai dimasa suharto selama 32 tahun.
    .
    jika taqiyah itu munafiq maka ratusan bahkan ribuan ulama suni diindonesia adalah kaum munafiq.

    ITULAH RESIKO KALO BICARA TANPA DALIL DAN TANPA TABAYUN.

    TENTANG HADIST2 TAQIYAH SYIAH YG USTAD KUTIP SEBAIKNYA ANDA BUKTIKAN DAHULU BAGAIMANA KEDUDUKAN HADIST TERSEBUT. SEBAB DIKITAB STANDART SYIAH SEPERTI AL-KAFI BUKAN KITAB SHAHIH SEPERTI KITAB HADIST BUKHARI MUSLIM. KITAB AL-KAFI ADA YG SHAHIH, DHOIF BAHKAN PALSU.

    ALANGKAH BIJAKNYA JIKA MENGUTIP KITAB SYIAH USTAD BUKTIKAN DAHULU KESHAHIHANNYA BARU MENGUNAKANNYA..
    KALO MENGUTIP HADIST2 ANEH DISYIAH LALU DISEMATKAN ITU AJARAN SYIAH INI TERLALU NAIF SEBAB BANYAK HADIST2 BUKHARI, MUSLIM YG ANEH2 JUGA SEPERTI HADIST BUKHARI YG MENGHINA NABI SAW DAN SYARIAT ISLAM.

    APAKAH ANDA MAU KITAB2 ANEH BUKHARI DAN MUSLIM ITU DIGUNAKAN ORG SYIAH UNTUK MENYESATKAN ORG SUNI ??

    ITULAH GUNANYA TABAYUN, AGAR ANDA TDK TERJERUMUS DALAM API FITNAH YG MEMBUAT ANDA MENYESAL DIAKHIRAT

    BalasHapus
  61. HADIST PELECEHAN KPD NABI SAW DALAM HADIST BUKHARI
    Shahih Bukhari : kekejaman Rasulullah saw MEMOTONG TANGAN DAN KAKI SERTA MENCONGKEL MATA PENCURI UNTA di dalam Shahih Bukhari
    Baca ini wahai Sunni dan salafi-wahabi dan buatlah beribu alasan wahai umat agama Wahabi.

    Shahih Bukhari,Hadits no.1405 :
    حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ شُعْبَةَ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ نَاسًا مِنْ عُرَيْنَةَ اجْتَوَوْا الْمَدِينَةَ فَرَخَّصَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَأْتُوا إِبِلَ الصَّدَقَةِ فَيَشْرَبُوا مِنْ أَلْبَانِهَا وَأَبْوَالِهَا فَقَتَلُوا الرَّاعِيَ وَاسْتَاقُوا الذَّوْدَ فَأَرْسَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأُتِيَ بِهِمْ فَقَطَّعَ أَيْدِيَهُمْ وَأَرْجُلَهُمْ وَسَمَرَ أَعْيُنَهُمْ وَتَرَكَهُمْ بِالْحَرَّةِ يَعَضُّونَ الْحِجَارَةَ تَابَعَهُ أَبُو قِلَابَةَ وَحُمَيْدٌ وَثَابِتٌ عَنْ أَنَسٍ
    Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yahya dari Syu’bah telah menceritakan kepada kami Qatadah dari Anas radliallahu ‘anhu bahwa ada sekelompok orang dari ‘Urainah yang sakit terkena udara dingin kota Madinah. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengobati mereka dengan memberi bagian dari zakat unta, yang mereka meminum susu-susunya dan air kencingnya. Namun kemudian orang-orang itu membunuh pengembala unta tersebut dan mencuri unta-untanya sejumlah antara tiga hingga sepuluh. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus seseorang. Akhirnya mereka dibawa ke hadapan Beliau, lalu kemudian BELIAU SAW MEMOTONG TANGAN DAN KAKI MEREKA SERTA MENCONGKEL MATA-MATA MEREKA DENGAN BESI PANAS LALU MENJEMUR MEREKA DIBAWAH PANAS DAN DITINDIH DENGAN BEBATUAN. Hadits ini dikuatkan juga oleh Abu Qalabah dan Humaid dari Tsabit dari Anas

    silahkan buka linknya disni.

    http://www.lidwa.com/app/

    BalasHapus




  62. HADIST SUNI : NABI SAW DIGAMBARKAN SEORANG YANG TAK TAHAN MENAHAN HAWA NAFSU SEKSNYA KETIKA MELIHAT WANITA CANTIK (NAUZUBILLAH)

    Dari Jabir, ia berkata:
    .
    بينما رسول الله صلى الله عليه وسلم جالس مع أصحابه إذ مرت به امرأة فأعجبته فقام فدخل على زينب بنت جحش فقضى حاجته ثم خرج فقال إذا رأى أحدكم مثل هذا فليأت أهله فإن المرأة تقبل في صورة شيطان وتولي في صورة شيطان فإذا رأى أحدكم امرأة فأعجبته فليأت أهله فإن ذلك يرد مما في نفسه
    Pada suatu ketika Rasulullah saw. duduk bersama para sahabatnya, LEWATLAH SEORANG WANITA, LALU IA MENGGIURKAN BELIAU, MAKA BELIAU SEGERA BANGUN DAN PULANG MENEMUI ZAINAB BINTI JAHSY, LALU MENGGAULINYA, setelah selesai beliau keluar dan bersabda, ‘Jika seorang dari kalian melihat seperti itu maka hendaknya ia menggauli istrinya, sebab sesungguhnya wanita datang menghadap dengan bentuk setan dan berpaling dalam bentuk setan, maka apabila seorang dari kalian memandangnya hendaknya ia menggauli istrinya karena sesungguhnya yang demikian dapat menolak yang ada dalam nafsunya”.[1]

    [1] Shahih Muslim dengan Syarah An-Nawawi,Kitab an-Nikah, bab Nadbu man Ra’a Imra’atan Fawaqa’at Fi Nafsihi Ila An Ya’tia Ahlahu Aw Jariyatahu Fayuwaqi’uha (anjuran bagi yang memandang seorang wanita lalu ia mempengaruhi nafsunya hendaknya ia mendatangi sitrinya atau budak sahayanya untuk menggaulinya),9\177-178.

    BalasHapus
  63. INILAH HADIST PELECEHAN SUNI KPD NABI SAW
    NABI SAW MENAMPAKKAN NAFSU SEKS DIWAJAHNYA YG TAK TERTAHANKAN SEHINGGA WANITA2 DAPAT MELIHAT NAFSU YG MEMBARA DARI WAJAH NABI SAW (NAUZUBILLAH )

    Di samping dongeng tuduhan keji di atas adalah apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannaf-nya, bab Ma Qâlû fi ar Rajuli Yara al Mar’ata Fatu’jibihu fal Yujâmi’ Ahlahu (Orang-orang yang berpendapat tentang seorang pria yang melihat seorang wanita lalu ia asyik hendaknya ia menggauli sitrinya).
    Dari Abdillah ibn Habib, ia berkata:
    .
    خرج رسول الله صلى الله عليه وسلم فلقي امرأة فأعجبته فرجع إلى أم سلمة وعندها نسوة يدفن طيبا (وكان طيب ابن النبي قد توفي) قال فعرفن ما في وجهه فأخلينه فقضى حاجته فخرج فقال من رأى منكم امرأة فأعجبته فليأت أهله فليواقعها فإن ما معها مثل الذي معها.
    Rasulullah saw. keluar lalu memergoki seorang wanita Nabi terpikat olehnya, maka pulanglah beliau ke rumah Ummu Salamah, dan ketika itu di rumah beliau terdapat banyak wanita yang sedang melawat jenazah Thayyib (putra Nabi saw.). perawi berkata, “MAKA PARA WANITA ITU MENGETAHUI DARI RAUT WAJAH NABI SAW. (BAHWA BELIAU SEDANG NAIK SYAHWAT), maka mereka meningalkan Nabi sendirian dengan Ummu Salamah, lalu beliau melampiaskan hajatnya, setelahnya keluar dan bersabda, “Barangsiapa memandang seorang wanita lalu ia memikatnya hendaknya ia mendatangi istrinya dan menggaulinya karena yang ada pada istrinya juga yang ada pada wanita itu.”

    BalasHapus
  64. tentang kitab imam ayatullah sayyid imam ali khoemni rah, sebagian besar ditulis dalam bahasa PERSIA BUKAN BAHASA ARAB. karena ayatullah sayyid imam ali khomeni rah menulis kitab2 tersebut khusus buat rakyat iran dimasa pemerintahan zhalim syah palaphy.

    sehingga kita bertanya :
    1. BAGAIMANA BISA KITAB YG ASLINYA BERBAHASA PERSIA TDK DITEMUKAN KETIKA KAUM NASHIBI (PEMBENCI KELUARGA NABI SAW ) YG MENGKLAIM INI KITAB IMAM KHOMENI RAH.

    2. Mengapa kitab2 palsu yg mengtasnamakan kitab ayatullah khomeni dalam bahasa arab dipublikasikan jauh setelah beliau wafat ?? mengapa buku2 itu tidak terbit ketika ayatullah sayyid imam ali khomeni rah masih hidup ??

    3. buku yg mengatasnamakan imam ayatullah khomeni banyak dibuat oleh seorang pendusta yg mengatasnamakan dirinya husein al-musawi. dalam bukunya "MENGAPA SAYA KELUAR DARI SYIAH" dan buku ini juga keluar jauh setelah imam khomeni rah wafat.

    4. terbukti sipenulis buku mengapa saya keluar dari syiah adalah pendusta. untuk lebih jelasnya silahkan anda ustad somad merujuk kesini pembahasannya sangat ilmiah dan masuk akal bagi org yg mau mencari kebenaran

    Kedustaan Penulis Kitab Lillahi Tsumma Lil-Tarikh “Mengapa Saya Keluar Dari Syiah” [Sayyid Husain Al Musawi]

    https://secondprince.wordpress.com/2010/05/27/kedustaan-penulis-kitab-lillahi-tsuma-lil-tarikh-%E2%80%9Cmengapa-saya-keluar-dari-syiah%E2%80%9D-sayyid-husain-al-musawi/

    BalasHapus
  65. semua yg ustad somad paparkan dalam youtube mengatasnamakan kitab ayatullah sayyid imam ali khomeni rah disini
    https://www.youtube.com/watch?v=Ld649YN3h0E

    semuanya ada dalam buku MENGAPA SAYA KELUAR DARI SYIAH'
    DAN KEBOHONGANNYA DAPAT DIKETAHUI DARI PERKATAANNYA SENDIRI DIDALAM BUKU TSB DIMANA SATU SAMA YG LAINNYA BERTENTANGAN.

    SUBHANALLAH , ALLAH MENAMPAKKAN KEDUSTAAN ORG2 NASHIBI YG GEMAR MENEBAR FITNAH.

    BalasHapus
  66. TENTANG KITAB AL-KAFI
    ulama syiah berbeda pendapat dengan keshahihan kitab al-kafi. ada yg menyatakan semuanya shahih dan banyak ulama yg mengatakan tdk semua kitab al-kafi shahih.

    yg jelas pendapat muktabar ulama syiah mengatakan kitab al-kafi tdk semuanya shahih hal ini berbeda dgn kitab bukhari muslim disisi suni yg 100 % shahih.

    BalasHapus
  67. Kedudukan Shahih Bukhari
    Shahih Bukhari adalah kitab hadis Sunni yang ditulis oleh Bukhari yang memuat 7275 hadis. Jumlah ini telah diseleksi sendiri oleh Bukhari dari 600.000 hadis yang diperolehnya dari 90.000 guru. Kitab ini ditulis dalam waktu 16 tahun yang terdiri dari 100 kitab dan 3450 bab. Hasil seleksi Bukhari dalam Shahih Bukhari ini telah Beliau nyatakan sendiri sebagai hadis yang shahih.

    Bukhari berkata
    “Saya tidak memasukkan ke kitab Jami’ ini kecuali yang shahih dan saya telah meninggalkan hadis-hadis shahih lain karena takut panjang” (Tahdzib Al Kamal 24/442).

    Bukhari hidup pada abad ke-3 H, karya Beliau Shahih Bukhari pada awalnya mendapat kritikan oleh Abu Ali Al Ghassani dan Ad Daruquthni, bahkan Ad Daruquthni menulis kitab khusus Al Istidrakat Wa Al Tatabbu’ yang mengkritik 200 hadis shahih yang terdapat dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Tetapi karya Ad Daruquthni ini telah dijawab oleh An Nawawi dan Ibnu Hajar dalam Hady Al Sari Fath Al Bari.

    An Nawawi dan Ibnu Shalah yang hidup pada abad ke-7 adalah ulama yang pertama kali memproklamirkan bahwa Shahih Bukhari adalah kitab yang paling otentik sesudah Al Quran. Tidak ada satupun ulama ahli hadis saat itu yang membantah pernyataan ini. Bahkan 2 abad kemudian pernyataan ini justru dilegalisir oleh Ibnu Hajar Al Asqallani dalam kitabnya Hady Al Sari dan sekali lagi tidak ada yang membantah pernyataan ini. Oleh karenanya adalah wajar kalau dinyatakan bahwa ulama-ulama sunni telah sepakat bahwa semua hadis Bukhari adalah shahih. (lihat Imam Bukhari dan Metodologi Kritik Dalam Ilmu Hadis oleh Ali Mustafa Yaqub hal 41-45).

    BalasHapus
  68. KEDUDUKAN AL KAFI
    Al Kafi adalah kitab hadis Syiah yang ditulis oleh Syaikh Abu Ja’far Al Kulaini pada abad ke 4 H. Kitab ini ditulis selama 20 tahun yang memuat 16.199 hadis. Al Kulaini tidak seperti Al Bukhari yang menseleksi hadis yang ia tulis. Di Al Kafi, Al Kulaini menuliskan riwayat apa saja yang dia dapatkan dari orang yang mengaku mengikuti para Imam Ahlul Bait as.

    Jadi Al Kulaini hanyalah sebagai pengumpul hadis-hadis dari Ahlul Bait as. Tidak ada sedikitpun pernyataan Al Kulaini bahwa semua hadis yang dia kumpulkan adalah otentik.

    Oleh karena Itulah ulama-ulama sesudah Beliau telah menseleksi hadis ini dan menentukan kedududkan setiap hadisnya.

    Di antara ulama syiah tersebut adalah Allamah Al Hilli yang telah mengelompokkan hadis-hadis Al Kafi menjadi shahih, muwatstsaq, hasan dan dhaif.

    Pada awalnya usaha ini ditentang oleh sekelompok orang yang disebut kaum Akhbariyah. Kelompok ini yang dipimpin oleh Mulla Amin Astarabadi menentang habis-habisan Allamah Al Hilli karena Mulla Amin beranggapan bahwa setiap hadis dalam Kutub Arba’ah termasuk Al Kafi semuanya otentik.

    Sayangnya usaha ini tidak memiliki dasar sama sekali. Oleh karena itu banyak ulama-ulama syiah baik sezaman atau setelah Allamah Al Hilli seperti Syaikh At Thusi, Syaikh Mufid, Syaikh Murtadha Al Anshari dan lain-lain lebih sepakat dengan Allamah Al Hilli dan mereka menentang keras pernyataan kelompok Akhbariyah tersebut. (lihat Prinsip-prinsip Ijtihad Antara Sunnah dan Syiah oleh Murtadha Muthahhari hal 23-30).

    Dari hadis-hadis dalam Al Kafi, Sayyid Ali Al Milani menyatakan bahwa 5.072 hadis shahih, 144 hasan, 1128 hadis Muwatstsaq(hadis yang diriwayatkan perawi bukan syiah tetapi dipercayai oleh syiah), 302 hadis Qawiy(kuat) dan 9.480 hadis dhaif. (lihat Al Riwayat Li Al Hadits Al Tahrif oleh Sayyid Ali Al Milani dalam Majalah Turuthuna Bil 2 Ramadhan 1407 H hal 257).

    Jadi dari keterangan ini saja dapat dinyatakan kira-kira lebih dari 50% hadis dalam Al Kafi itu dhaif. Walaupun begitu jumlah hadis yang dapat dijadikan hujjah(yaitu selain hadis yang dhaif) jumlahnya cukup banyak, kira-kira hampir sama dengan jumlah hadis dalam Shahih Bukhari.

    BalasHapus
  69. Semua keterangan diatas sudah cukup membuktikan perbedaan besar di antara SHAHIH BUKHARI DAN AL KAFI. SUATU HADIS JIKA TERDAPAT DALAM SHAHIH BUKHARI MAKA ITU SUDAH CUKUP UNTUK MEMBUKTIKAN KESHAHIHANNYA. SEDANGKAN SUATU HADIS JIKA TERDAPAT DALAM AL KAFI MAKA TIDAK BISA LANGSUNG DIKATAKAN SHAHIH, HADIS ITU HARUS DITELITI SANAD DAN MATANNYA BERDASARKAN KITAB RIJAL SYIAH ATAU MERUJUK KEPADA ULAMA SYIAH TENTANG KEDUDUKAN HADIS TERSEBUT.

    BalasHapus
  70. PERINGATAN
    Oleh karena cukup banyaknya hadis yang dhaif dalam Al Kafi maka seyogyanya orang harus berhati-hati dalam membaca buku-buku yang menyudutkan syiah dengan menggunakan riwayat-riwayat Hadis Syiah seperti dalam Al Kafi. Dalam hal ini bersikap skeptis adalah perlu sampai diketahui dengan pasti kedudukan hadisnya baik dengan menganalisis sendiri berdasarkan Kitab Rijal Syiah atau merujuk langsung ke Ulama Syiah.

    Dan Anda bisa lihat di antara buku-buku yang menyudutkan syiah dengan memuat riwayat syiah sendiri seperti dari Al Kafi tidak ada satupun penulisnya yang bersusah payah untuk menganalisis sanad riwayat tersebut atau menunjukkan bukti bahwa riwayat itu dishahihkan oleh ulama syiah. Satu-satunya yang mereka jadikan dalil adalah Fallacy bahwa Al Kafi itu di sisi Syiah sama seperti Shahih Bukhari di Sisi Sunni. Padahal sebenarnya tidak demikian, sungguh dengan fallacy seperti itu mereka telah menyatakan bahwa Syiah itu kafir dan sesat. Sungguh Sayang sekali.

    Peringatan ini jelas ditujukan kepada mereka yang akan membaca buku-buku tersebut agar tidak langsung percaya begitu saja. Pikirkan dan analisis riwayat tersebut dengan Kitab Rijal Syiah(Rijal An Najasy atau Rijal Al Thusi). Atau jika terlalu sulit dengarkan pendapat Ulama Syiah perihal riwayat tersebut. Karena pada dasarnya mereka Ulama Syiah lebih mengetahui hadis Syiah ketimbang para penulis buku-buku tersebut. Salam damai.
    Oleh: J. al-Gar (secondprince)

    BalasHapus
  71. dalam youtube dimenit 57 anda mengatakan mereka meyakini riwayat bathil, LALU BAGAIMANA DGN KITAB BUKHARI DAN MUSLIM SUNI YG MENCERITAKAN PELECEHAN-PELECEHAN KPD NABI SAW DAN SYARIAT ISLAM SEPERTI NABI SAW MANUSIA SUPER KEJAM YG TAK PUNYA PRIKEMANUSIAAN YG TEGA MENYIKSA MANUSIA DGN CARA MEMOTONG TANGAN, KAKI SERTA MENCUNGKIL MATA TAK PUAS DGN ITU SIBUKHARI DGN BANGGA MENSHAHIHKAN HADIST TSB MELANJUTKAN NABI SAW MENGHIMPIT ORG YG SUDAH DIPOTONG2 TERSEBUT DIHIMPIT DGN BATU BESAR LALU DIJEMUR DITERIK MATAHARI.

    APAKAH ANDA BANGGA MEMBACA KITAB HADIST YG KAYAK GINI USTAD SOMAD ??

    APAKH ANDA BANGGA DGN KITAB2 HADIST ANDA NABI SAW BERNAFSU MELIHAT WANITA CANTIK DAN SEGERA PULANG UNTUK MELAMPIASKAN SYAHWATNYA LALU DGN JELAS MENAMPAKKAN KEINGINAN SEKSNYA DIHADAPAN WANITA2 YG ADA DISEKITAR ISTRI NABI SAW ??

    APAKAH KAYAK BEGINI GAMBARAN NABI SAW DIMATA KALIAN WAHAI SUNI ??
    BEGITU RENDAHKAN PANDANGAN KALIAN KPD NABI SAW ??

    SEBAIKNYA ANDA PAHAM BETUL HADIST2 SHAHIH ANDA YG TAK LAYAK TSB SEBELUM MENYERANG MAZHAB ORG LAIN.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kamu kalau hidup di jaman umar sudah terpisah itu kepala dengan tubuhmu, seenaknya mengatakan hadist imam bukhori dan imam muslim mengatakan Baginda Rasulullah super kejam lah, itu lah ini lah, sebutkan hadistnya, lalu tafsirkan hadist menurut ahli tafsir,

      Hapus
  72. Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.. ustad mohon izin share ilmu2ny.. syukron

    BalasHapus
  73. tidak akan berani ustad somad itu menanggapi koment saya. sebab akan jatuh popularitasnya krn dia sedang naik daun.

    JIKA USTAD2 MAU CEPAT NAIK DAUN SILAHKAN FITNAH SYIAH SEBANYAK2NYA ANDA AKAN JADI TOP MARKOTOP !!! TAPI DIAKHIRAT BAGAIMANA ?? MULIA DIMATA MANUSIA TAPI HINA DIMATA ALLAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terlalu sibuk beliu untuk menyadarkan ummat supaya tidak terjerumus kedalam kesesatan SYIAH

      Hapus
  74. SAHABAT YG DIGIRING KENERAKA
    BANYAKNYA SAHABAT NABI SAW YG DILEMPAR KEDALAM NERAKA

    Bagi yang belum pernah diberi tahu oleh ustad dan sheikh2 salafi-wahabi yg diarab saudi akan terkejut melihat judul diatas. Dan bisa jadi sebagian orang yg tidak tahu dan tidak berilmu akan mengeluarkan amarah dan benci kepada orang yg menulis tulisan dengan judul diatas. Dan saya akan maklum dengan amarah dan cacian sebagian orang tersebut. Hal ini disebabkan oleh doktrin dan MITOS bahwa “Kebenaran itu wahai kaum muslimin adalah bersesuaian dengan dalil Al-Qur’an maupun As-Sunnah MENURUT PEMAHAMAN PARA SAHABAT radhiallhu anhum ajmain “ dan juga dongeng ini “: Ahlus Sunnah ridha dengan SELURUH SAHABAT DAN WAJIB MENGIKUTI JEJAK MEREKA, mereka itu semuanya ‘uduul’ (jama’ dari Adil lawan dari Dhalim) ….dst“Tapi rasa heran kita akan hilang jika kita merujuk pada hadist-hadist shahih dan mutawatir dari ahli-ahli hadist kenamaan seperti bukhari, muslim dan imam ahmad

    BalasHapus
  75. PARA SAHABAT YG DICAMPAKKAN KEDALAM NERAKA

    و حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ الْمُغِيرَةِ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا وَائِلٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ وَلَيُرْفَعَنَّ مَعِي رِجَالٌ مِنْكُمْ ثُمَّ لَيُخْتَلَجُنَّ دُونِي فَأَقُولُ يَا رَبِّ أَصْحَابِي فَيُقَالُ إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ تَابَعَهُ عَاصِمٌ عَنْ أَبِي وَائِلٍ وَقَالَ حُصَيْنٌ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ حُذَيْفَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
    HADIST BUKHARI NO - 6090 (no hadist merjuk pada 9 kitab imam hadis-lidwa pustaka)
    Telah menceritakan kepadaku Amru bin Ali telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Mughirah mengatakan; aku mendengar Abu Wa`il dari Abdullah radliyallahu'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Akulah yang mendahului kalian yang mendatangi telaga, dan diperlihatkan bersamaku beberapa orang diantara kalian, kemudian dicabut dari pandanganku, maka aku pun berteriak; 'ya rabbi, itu SAHABATKU! ' maka ada suara; 'Engkau tak tahu yang mereka lakukan sepeninggalmu'." hadits ini diperkuat oleh oleh 'Ashim dari Abu Wa`il. Dan Husain mengatakan; dari Abu Wa'il dari Khudzaifah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.

    BalasHapus
  76. Shahih Bukhari,Hadits No.3100 (no hadist merjuk pada 9 kitab imam hadis-lidwa pustaka) :

    Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Katsir telah mengabarkan kepada kami Sufyan telah bercerita kepada kami Al Mughirah bin an-Nu’man berkata telah bercerita kepadaku Sa’id bin Jubair dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma dari NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM BERSABDA: Sesungguhnya kalian akan dikumpulkan (pada hari qiyamat) dalam keadaan telanjang dan tidak dikhitan. Lalu Beliau membaca firman Allah QS al-Anbiya’ ayat 104 yang artinya (Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan yang pertama, begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti dari Kami. Sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya). Dan orang yang pertama kali diberikan pakaian pada hari qiyamat adalah Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam dan ada segolongan orang dari sahabatku yang akan diculik dari arah kiri lalu aku katakan: ITU SAHABATKU, ITU SAHABATKU. Maka Allah Ta’ala berfirman: Sesungguhnya mereka menjadi murtad sepeninggal kamu. Aku katakan sebagaimana ucapan hamba yang shalih (firman Allah dalam QS al-Maidah ayat 117 – 118 yang artinya (Dan aku menjadi saksi atas mereka selagi aku bersama mereka. Namun setelah Engkau mewafatkan aku…) hingga firman-Nya (….Engkau Maha Perkasa lagi Maha bijaksana).

    BalasHapus
  77. Dari Abdullah dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda : “Aku adalah orang yang mendahului kamu di telaga (haudh), maka sungguh orang-orang laki-laki diantaramu dinaikkan bersamaku, kemudian sungguh mereka dipisahkan dari aku, lalu aku berkata : “WAHAI TUHANKU, MEREKA ITU ADALAH PARA SAHABATKU (ASHABI) ). MAKA DIJAWAB: SESUNGGUHNYA ANDA TIDAK MENGETAHUI APA YANG DILAKUKAN OLEH MEREKA SELEPAS ANDA MENINGGALKAN MEREKA (inna-ka la tadri ma ahdathu ba‘da-ka) (Musnad Ahmad,1/402, 406, 407, 384, 425 dan 453. Shahih Muslim, 7/68. Sahih al-Bukhari Hadis no. 578)

    BalasHapus
  78. 3. Dari Anas dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda : “SUNGGUH ORANG-ORANG DARI SAHABATKU akan datang kepadaku di Haudh (Sungai atau Kolam Susu) sehingga apabila aku mengetahui mereka, mereka dipisahkan dariku, maka aku berkata : “SAHABAT-SAHABATKU” (ASHABI)!. Maka dia (Malaikat) berkata: Anda tidak mengetahui apa yang lakukan oleh mereka selepas anda meninggalkan mereka (inna-ka la adri ma ahdathu ba‘da-ka) (Hadits ditakhrij oleh Bukhari no. 584)

    BalasHapus
  79. 4. Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda: “Ketika aku sedang berdiri, terlihat olehku sekelompok orang. Setelah aku kenali mereka, ada seorang di antara mereka keluar dan mengajak kawan-kawannya, ‘Ayo, mari’ Aku bertanya, ke mana? ia menjawab, ‘ke neraka,’ Lalu aku bertanya lagi, mengapa nasib mereka sampai demikian? Kemudian dijawab: ‘Sesungguhnya mereka telah murtad sejak kau tinggalkan dan berbalik ke belakang (innahum irtaddu ba‘da-ka ‘ala Adbari-himi l-Qahqariyy). KEMUDIAN TERLIHAT SEKELOMPOK LAIN LAGI. KETIKA AKU KENALI MEREKA (PARA SAHABAT), ADA SEORANG DI Antara mereka keluar dan menyeru kawan-kawannya: ‘Ayo, mari’ Aku bertanya, ke mana? Ia menjawab: ‘Ke neraka’ Lalu aku bertanya lagi, mengapa mereka? dijawab: ‘SESUNGGUHNYA MEREKA TELAH MURTAD SEPENINGGALMU DAN KEMBALI KE BELAKANG. Kulihat tidak ada yang selamat dan lolos kecuali beberapa orang saja yang jumlahnya cukup sedikit, seperti jumlah onta yang tersesat dari rombongannya (fala ara-hu yakhlusu minhum illa mithlu hamali n-Na‘ am)” (Shahih Bukhari,8/150. Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Musyaiyib dari banyak sahabat Nabi).

    BalasHapus
  80. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  81. Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah (Saw.) bersabda: Sekumpulan daripada para sahabatku akan datang kepadaku di Hari Kiamat. Kemudian mereka akan diusir jauh dari Haudh.Maka aku akan bersabda: WAHAI TUHANKU!MEREKA ITU ADALAH PARA SAHABATKU (ashabi). Dijawab: Sesungguhnya anda tidak mengetahui apa yang mereka lakukan selepas anda meninggalkan mereka (inna-ka la ‘ilma la-ka bima ahdathu ba‘da-ka) SESUNGGUHNYA MEREKA TELAH MENJADI KAFIR-MURTAD KEBELAKANG (irtaddu ‘ala a‘qabi-bi-himu l-Qahqariyy) (Shahih Bukhari, 8/150)

    BalasHapus
  82. HR. MUSLIM NO - 4259

    و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ حَدَّثَنَا عَفَّانُ بْنُ مُسْلِمٍ الصَّفَّارُ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ الْعَزِيزِ بْنَ صُهَيْبٍ يُحَدِّثُ قَالَ حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيَرِدَنَّ عَلَيَّ الْحَوْضَ رِجَالٌ مِمَّنْ صَاحَبَنِي حَتَّى إِذَا رَأَيْتُهُمْ وَرُفِعُوا إِلَيَّ اخْتُلِجُوا دُونِي فَلَأَقُولَنَّ أَيْ رَبِّ أُصَيْحَابِي أُصَيْحَابِي فَلَيُقَالَنَّ لِي إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَعَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ قَالَا حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ ح و حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا ابْنُ فُضَيْلٍ جَمِيعًا عَنْ الْمُخْتَارِ بْنِ فُلْفُلٍ عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهَذَا الْمَعْنَى وَزَادَ آنِيَتُهُ عَدَدُ النُّجُومِ

    Dan telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Hatim; Telah menceritakan kepada kami 'Affan bin Muslim Ash Shaffar; Telah menceritakan kepada kami Wuhaib berkata; Aku mendengar 'Abdul 'Aziz bin Shuhaib bercerita dia berkata; Telah menceritakan kepada kami Anas bin Malik bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "BEBERAPA ORANG DARI PARA SAHABATKU DAHULU AKAN DATANG KE TELAGAKU, HINGGA KETIKA AKU MELIHAT MEREKA DAN MEREKA MEMANG DIPERLIHATKAN KEPADAKU, MEREKA DIHALANGI UNTUK MENDEKATIKU. MAKA AKU AKAN MENGATAKAN; YA RABBKU MEREKA ADALAH PARA SAHABATKU, MEREKA PARA SAHABATKU. Kemudian akan dikatakan kepadaku; 'Sesungguhnya kamu tidak tahu apa yang mereka perbuat sepeninggalmu. Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Ali bin Hujr keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Ali bin Mushir Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib Telah menceritakan kepada kami Ibnu Fudhail seluruhnya dari Al Mukhtar bin Fulful dari Anas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan Hadits yang semakna. Dan dia menambahkan; 'gelas-gelasnya sejumlah bintang-bintang di langit.'

    BalasHapus

  83. PR BESAR BUAT SUNI DAN WAHABI YANG MENGAKU ISLAM PALING BAIK.
    APAKAH 10 PAHAM SESAT DAN MENYESATKAN SUNI/WAHABI DIBAWAH INI ADALAH AJARAN ISLAM ?? DASAR SUNI DAN WAHABI GAGAL PAHAM

    DALAM HATI MEREKA ADA PENYAKIT LALU DITAMBAH ALLAH PENYAKITNYA; DAN BAGI MEREKA SIKSA YANG PEDIH, DISEBABKAN MEREKA BERDUSTA (QS AL-BAQARAH 10)
    .
    JIKA ANDA BERILMU SILAHKAN DIBANTAH KESEPULUH DOKTRIN DIBAWAH INI DENGAN DALIL SHAHIH BERUPA AL-QURAN DAN HADIST SHAHIH:
    HARI INI JUGA JIKA ANDA MAMPU SAYA AKAN KELUAR DARI SYIAH IMAMIYAH DAN KEMBALI KEMAZHAB SUNI.
    .
    1. SEMUA SAHABAT ADALAH ADIL, DAN PALING TAAT KEPADA ALLAH DAN RASULNYA (bertentangan dengan Al-quran dan hadist shahih)
    .
    2. SEMUA SAHABAT MASUK SURGA TANPA SINGGAH KENERAKA DAN SEMUA IJTIHAD SAHABAT DIRIDHOI OLEH ALLAH SWT, JIKA BENAR DAPAT 2 (DUA) PAHALA DAN JIKA SALAH DAPAT 1 (SATU ) PAHALA. (bertentangan dengan Al-quran dan hadist shahih)
    .
    3. MENCELA ATAU MELAKNAT SALAH SATU SAHABAT MAKA IA SEORANG SYIAH RAFIDAH DAN KELUAR DARI AGAMA ISLAM ALIAS NON MUSLIM ALIAS KAFIR (bertentangan dengan hadist shahih)
    .
    4. KITAB BUKHARI-MUSLIM ADALAH KITAB TERSHAHIH DIDUNIA SETELAH AL-QURAN (bertentangan dengan hadist shahih)
    .
    5. SELAIN PARA NABI DAN RASUL TIDAK ADA MANUSIA YG MAKSUM ATAU SUCI (bertentangan dengan Al-quran dan hadist shahih)
    .
    6. MEYAKINI TIDAK ADA WASIAT NABI SAW UNTUK MENGANGKAT IMAM ALI AS SEBAGAI PEMIMPIN ATAU KHALIFAH UMAT ISLAM SETELAH NABI SAW WAFAT (bertentangan dengan hadist shahih)
    .
    7. KETIGA KHALIFAH YAITU ABU BAKAR, UMAR DAN USMAN ADALAH KHALIFAH YG SAH BERDASARKAN SYARIAT ISLAM DAN PILIHAN SELURUH KAUM MUSLIMIN PADA SAAT ITU (bertentangan dengan hadist shahih)
    .
    8. ABU BAKAR ADALAH MANUSIA TERBAIK SETELAH NABI SAW (bertentangan dengan hadist shahih)
    .
    9. KEDUDUKAN AHLUL BAIT NABI SAW (IMAM ALI AS, SAYYIDAH FATIMAH AS, IMAM HASAN AS, IMAM HUSEIN AS ) DIBAWAH ABU BAKAR RA, UMAR RA DAN USMAN RA (bertentangan dengan Al-quran dan hadist shahih)
    .
    10. BERPEDOMAN PADA HADIST YG BERPEGANG PADA AL-QURAN DAN SUNAH NABI SAW (baca:hadist dhoif) dan MENGINGKARI HADIST SHAHIH MUTAWATIR untuk berpegang PADA AL-QURQAN DAN ITTRAH AHLUL BAITKU (bertentangan dengan hadist shahih)
    .
    Silahkan ANDA buktikan 10 (SEPULUH) PAHAM SESAT SUNI DAN SALAFI-WAHABI diatas BENAR ADANYA dan berdasarkan dalil shahih jika kaum suni dan salafi-wahabi tak mau disebut MEMPUNYAI PAHAM DAN DOKTRIN YG SESAT/MENYIMPANG DARI AL-QURAN DAN HADIST SHAHIH.

    BalasHapus
  84. 11 BUKTI SYIAH MENGAMALKAN HADIST TSAQALAIN (AL-QURAN DAN ITRAH AHLUL BAIT) DAN BERPEGANG TEGUH DENGANNYA ADALAH BUKTI MAZHAB SYIAH IMAMIYAH ADALAH PENCINTA AHLUL BAIT SEDANGKAN SUNI DAN WAHABI TIDAK:
    .

    1. SYIAH MEYAKINI SURAH AL-AHZAB AYAT 33 yg menyatakan ahlul bait adalah suci atau maksum tapi suni menolak ayat ini, dgn mengatakan tak ada manusia yg maksum selain para nabi dan rasul

    2. Syiah meyakini 5 orang dalam hadist al-kisa (selimut) adalah manusia-manusia suci yaitu nabi saw, imam ali as, sayyidah Fatimah as, imam hasan as dan imam husein as. Hadist ini adalah asbabun nuzul surah al-ahzab ayat 33. Hadist ini shahih disisi suni Tapi anehnya suni menolaknya dan hanya mengakui nabi saw saja manusia suci.
    .
    3. Nabi saw bersabda : bahwa imam ali as adalah penganti nabi saw sebagai khalifah. Hadistnya juga shahih disisi suni tapi lagi-lagi suni menolaknya dan mengatakan tak ada wasiat nabi saw bahwa ali as adalah khalifah/pemimpin atau wali setelah nabi saw
    .
    4. Nabi saw bersabda bahwa imam ali as adalah manusia terbaik setelah nabi saw. Tapi lucunya hadist suni ini diingkari juga dan aswaja mengatakan bahwa abu bakarlah manusia terbaik. Lucunya suni menetapkan abu bakar sebagai manusia terbaik setelah nabi saw tanpa dalil shahih
    .
    5. Syiah meyakini bahwa Fatimah as benar dalam masalah tanah fadak yg “dirampas” oleh abu bakar ra walaupun tidak digunakan untuk kepentingan pribadi. Tapi suni berpihak bahwa abu bakarlah yang benar. TAPI ANEHNYA SUNI TAKL PUNYA DALIL KUAT DALAM MEMBELA KEKELIRUAN ABU BAKAR YG “MERAMPAS” TANAH FADAK MILIK SAYYIDAH FATIMAH AS
    .
    6. Syiah meyakini bahwa kebenaran ada dipihak imam Ali as ketika berperang melawan aisyah, dan muawiyah. Tapi suni menganggap keduanya benar dan keduanya dapat pahala karena berijtihad. (aneh bin ajaib orang yg saling bunuh kok dikatakan dapat pahala ) padahal jelas-jelas al-quran dan hadist melarang dan menghukum orang yg membunuh walaupun seorang mukmin.
    .
    7. Syiah tanpa ragu melaknat yazid bin muawiyah yg mengirim pasukan untuk membantai keluarga imam husein dipadang karbala, tapi sungguh tragis wahabi-suni bersikap sok bijaksana mengatakan yazid tidak salah, dan melemparkan kesalahan pada panglima pasukannya. Tapi anehnya wahabi tak bisa menjawab ketika ditanya MENGAPA YAZID BIN MUAWIYAH TIDAK MENGHUKUM SAMA SEKALI PANGLIMANYA ??
    .
    8. Syiah mengambil imam mazhabnya dari keturunan nabi saw yaitu IMAM JA’FAR AS SHIDIQ sedangkan suni mengambil banyak imam mazhab sebanyak 4 orang dan semuanya bukan keturunan nabi saw
    .
    9. Syiah selalu mengambil hadist dari ahlul bait sebagai pedoman dalam menjalankan agama sesuai dgn tuntunan nabi saw, sebab syiah berkeyakinan bahwa ahlul bait lebih dekat kepada nabi saw daripada sahabat , sedangkan suni mengambil hadist sebagai pedoman dari sahabat tak peduli sahabt itu cacat atau tidak. Apalagi kalo diriwayatkan oleh bukhari dan muslim. Sudah pasti benar. (baca : 5 nama perawi hadist terbanyak dipegang oleh sahabat/sahabiyah)
    .
    10. Syiah dalam berbangsa dan bernegara ketika kami menjadi mayoritas disuatu Negara maka ahlul bait nabi saw dijadikan pimpinan tertinggi dalam Negara sekaligus pemimpin agama, yang mengatur Negara dan agama. Sedangkan suni ketika menjadi mayoritas disuatu Negara tidak menempatkan ahlul bait sebagai pemimpin bahkan suni tega memenjarakan ahlul bait nabi saw. Sebagai bukti habib rizieq shihab dipenjara sudah diketahui umum.
    .
    11. Syiah tunduk akan keputusan ulama ahlul bait nabi saw ketika mereka menjadi suatu pemimpin sedangkan suni tak jelas kepada ulama mana kalian tunduk. sehingga wajar kalian saling berkelahi sebab tak ada kelompok/seorang figur ulama yg menjadi panutan
    .
    Kesebelas bukti ini sudah jelas dan tegas mengambarkan bahwa syiah pencinta dan pengikut ahlul bait. Sedangkan suni TIDAK


    BalasHapus
  85. TANTANGAN BUAT USTAD SOMAD ATAU PENGIKUTNYA ATAU SUNI :
    jika anda dapat menyebut satu saja kesesatan/kekafiran yg dilakukan/diamalkan oleh mayoritas syiah imamiyah secara berjemaah dan kesesatan tsb berdasarkan al-quran dan dalil hadist shahih serta hal itu tidak dilakukan oleh suni. JIKA ANDA MAMPU MEMBUKTIKANNYA MAKA DETIK INI JUGA SAYA KELUAR DARI SYIAH IMAMIYAH.

    BERANI KALIAN KAUM SUNI MENERIMA TANTANGAN INI ?? SILAHKAN JIKA KAUM SUNI MERASA PALING BENAR. ..NGAK LAKU KOAR2 DIMEDSOS DENGAN MENDOKTRIN ORG2 AWAM SUNI UNTUK KALIAN BODOH-BODOHI TTG PAHAM SYIAH DGN CARA MENYEBAR FITNAH DAN TAK MAU DIALOQ

    NOTE : SEDANGKAN 10 PAHAM SESAT SUNI/WAHABI HINGGA DETIK INI KALIAN TAK MAMPU MEMBANTAHNYA

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya tantang anda untuk menyatakan abu bakar, umar dan aisyah telah dijamin Allah masuk surga. Sampaikan salam penghormatan bagi Mereka karena Allah telah Meridhoi Mereka.

      Hapus
    2. Saya tantang anda untuk menyatakan abu bakar, umar dan aisyah telah dijamin Allah masuk surga. Sampaikan salam penghormatan bagi Mereka karena Allah telah Meridhoi Mereka.

      Hapus
    3. Fuji Pratama
      semua org islam yg bersyhadat dan tidak mensyirikkan Allah MAKA MEREKA DIJAMIN MASUK SURGA SEBESAR APAPUN DOSA MEREKA. MASALAHNYA ADALAH MEREKA MASUK SURGA LANGSUNG ATAU SINGGAH DULU KENERAKA ??

      UNTUK HAL ITU HANYA ALLAH YG TAHU !!! WALLAHU A'LAM

      Hapus
  86. Saya tantang anda untuk menyatakan abu bakar, umar dan aisyah telah dijamin Allah masuk surga. Sampaikan salam penghormatan bagi Mereka karena Allah telah Meridhoi Mereka.

    BalasHapus
  87. Fuji Pratama
    semua org islam yg bersyhadat dan tidak mensyirikkan Allah MAKA MEREKA DIJAMIN MASUK SURGA SEBESAR APAPUN DOSA MEREKA. MASALAHNYA ADALAH MEREKA MASUK SURGA LANGSUNG ATAU SINGGAH DULU KENERAKA ??

    UNTUK HAL ITU HANYA ALLAH YG TAHU !!! WALLAHU A'LAM

    BalasHapus
    Balasan
    1. khoeimeni laknatullah...
      khoeimeni penjahat seks...
      khoeimeni pendusta..

      gimana perasaanmu? sakit hati? marah? kesal?
      kalau tidak Alhamdulillah kau sadar dari imam syiahmu yang asal-asalan berfatwa dan nyeleneh dalam menafsirkan hadist dan Al-Qur'ann
      kalau iya Naudzubillah summa naudsubillah, sama dengan saya yang sakit hati, kesal dan marah ketika kamu serta paham syiahmu mencaci maki Khalifah Abu Bakar Ass Siddiq Ra, khalifah umar bin khattab Ra serta Aisyah Ra
      lalu bagaimana khoeimeni laknatullah yang berfatwa Ali bin Abi Thollib Ra itu Tuhan? bukan syirik namanya? apakah kamu yakin khoeimeni itu langsung ke syurga bila mati? kamu
      yakin si khoeimeni laknatullah itu transit ke neraka? atau malahan si khoeimeni ini malah abadi di neraka dan abadi tak masuk syurga...

      Hapus
  88. INI UCAPAN/PANDANGAN IMAM ALI AS DALAM HADIST SHAHIH ANDA IMAM MUSLIM YG DIULANG KEMBALI OLEH UMAR, BAHWA IMAM ALI AS MEMANDANG ABU BAKAR DAN UMAR MANUSIA PEMBOHONG, PENDOSA, PENIPU DAN PENGKHIANAT. (hadistnya panjang cukup intinya saja )

    فلما توفي رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم قال أبو بكر: أنا وليُّ رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم، فجئتما تطلب ميراثك كن ابن أخيك و يطلب هذا ميراث إمرأته من أبيها فقال أبو بكر: قال رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏قال: ما نورث ما تركنا صدقة! فرأيتماهكاذبا آثما غادرا خائنا والله يعلم أنه فيها صادق بار راشد تابع للحق …..
    “… Dan ketika Rasulullah saw. wafat, Abu Bakar berkata, ‘Aku adalah walinya Rasulullah, lalu kalian berdua (Ali dan Abbas) datang menuntut warisanmu dari anak saudaramu dan yang ini menuntut bagian warisan istrinya dari ayahnya. Maka Abu Bakar berkata, ‘Rasulullah saw. bersabda:“Kami tidak diwarisi, apa- apa yang kami tinggalkan adalah shadaqah.”, LALU KALIAN BERDUA MEMANDANGNYA SEBAGAI PEMBOHONG, PENDOSA, PENIPU DAN PENGKHIANAT. Demi Allah ia adalah seorang yang jujur, bakti, terbimbing dan mengikuti kebenaran. Kemudian Abu Bakar wafat dan aku berkata, ‘Akulah walinya Rasulullah saw. dan walinya Abu Bakar, lalu kalian BERDUA MEMANDANGKU SEBAGAI PEMBOHONG, PENDOSA, PENIPU DAN PENGKHIANAT…. “ (HR. Muslim, Kitab al Jihâd wa as Sair, Bab Hukm al Fai’,5/152)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagaman alquran yg sekarag ucapan imam mu yg bilang palsu.

      Sementara alquran yg asli turun pakai alaquran yg sekrang...

      Hapus
  89. Bagi yang belum tahu tentang syiah atau anti syiah, saya sarankan untuk membaca tulisan dari link dibawah ini sebagai referensi untuk bentuk tabayyun kepada syiah. Jangan sampai anda belum tahu tentang syiah, tapi sudah berani memvonis syiah sebagai sesat bahkan kafir, hanya karena mendapat info negatif sepihak tentang syiah, lalu langsung mempercayainya dan ikut - ikutan saja, dan di akhirat kelak anda akan menyesalinya dengan penyesalan yang terbesar, karena bisa jadi tuduhan kafir itu jika tidak benar maka akan berbalik mengenai si penuduh [Shahih, HR. al-Bukhari no. 6104 dan Muslim no.60], dan hal itu sudah terlambat, karena pada saat itu penyesalan sudah tiada guna lagi. Untuk bertabayyun, buka dan bacalah:
    https://simpatisansyiah.wordpress.com/
    di web ini hanya ada 1 catatan: "Tabayyun Kepada Syiah: Saya Dari Anti Syiah Menjadi Simpatisan Syiah" saja.
    Semoga bermanfaat. :)

    BalasHapus
  90. Bagi kami ahlussunnah tidak ada keraguan bagi sahabat2 Nabi Muhammad yang telah dijamin masuk surga oleh Allah. Termasuk Abu bakar dan Umar. Kami akan menyebut mereka dengan Abu Bakar radiallahuanhu begitu juga umar radiallahanhu..disini saja sudah jelas bahwa syiah itu keluar dari ahlussunnah.. Antum siapa? Nabi bukan, ulama juga bukan. Tapi mengapa antum tidak menghargai Abu Bakar dan umar yg jelas2 sahabat nabi Muhammad.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas, apa syiah sama dgn kaum khawarij? Mohon pencerahannya

      Hapus
    2. Mut'ah itu pelacuran dibungkus gaya islam.
      Sudah banyak korban penyakit hiv yg mereka sembunyikan akibat pelacuran mut'ah bahkan ada tokoh mereka yang mati karena aids.
      Bahkan komeni tidak malu malu memut'ah anak balita.
      Rukun islam dan rukun iman mereka berbeda dengan ahlus sunnah.

      Hapus
  91. Akhlak Hasan(cucu Nabi Muhammad) adalah Akhlak yang baik, Tidak mencela sahabat begitulah Akhlak ahlul bait,, adapun mengaku ahlul bait namun mencela sahabat maka ajaran tersebut bukanlah akhlak ahlul bait.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitu pula Akhlak husain(cucu nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam),, tidak mencela sahabat.

      Hapus