Kamis, 04 Desember 2014

Mencium Hajar Aswad

Assalamu'alaikum Wr Wb
Ada seseorang ikut kajian ma'rifat namanya ustadz, katanya, mencium hajar aswad itu karena bentuk hajar aswad itu seperti bentuk kemaluan ibu kita. Apa benar demikian ustadz?

wa'alaikumussalam.
Bentuk hajar aswad itu seperti ini:

jadi, hajar aswad adalah batu kecil-kecil itu. yang ada tanda panah.
apa bentuk kemaluan ibu dia seperti itu, wallahu a'lam.
supaya batu-batu itu tidak copot, maka diikat dengan batu dan pin besi,
bentuknya seperti ini:
setelah diberi pin besi, maka jadilah bentuk hajar aswad itu sekarang seperti ini:

kebetulan kawan kamu yang ikut kajian ma'rifat itu ngeres otaknya, tapi sok tau, sok ngerti ma'rifat, akibat masa kecil tidak mau belajar agama. akhirnya dia mikir, jadilah kesimpulan dia yang aneh bin ajaib itu, mencium hajar aswad karena bentuknya seperti kemaluan perempuan. suruh dia taubat nasuha dan belajar islam yang benar.
kita mencium hajar aswad karena mengikuti sunnah Rasulullah Saw.
shahabat nabi setingkat Umar bin Khatthab pun hanya mampu berkata,
"Wahai batu, aku tahu engkau tidak bisa mendatangkan manfaat dan mudharat, kalaulah bukan karena Nabi Muhammad Saw menciummu, aku pun tidak mau menicummu".
wassalam

d

4 komentar:

  1. Assalamualaikum ustadz, semoga dalam kesehatan selalu, ini Rahmat Ilahi yang di Bangkinang, sekarang ana ambil "Lc" di Tunisia, Jami'ah Zaitounah, ana selalu mengikuti pengajian ustadz, tulisan2 nya juga, sangat bermanfaat bagi umat insyaallah,,

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,dari banyak artikel-artikel mengenai Batu Hajar Aswad, belum ada penjelesan lebih lengkap mengenai dari mana batu tersebut didapatkan dan bagaimana sejarahnya sehingga batu tersebut dipasangkan dengan susunan batu dinding Ka'bah, karena semua periwayatan yang saya pernah baca soal Hajar Aswad tidak pernah diuraikan secara detail.

    kiranya ustadz bisa memberikan saya periwayatan mengenai Batu Hajar Aswad dan Dalilnya,terima kasih sebelumnya ustazd semoga allah selalu melimpahkan rahmatnya kepada Ustadz dalam berdakwah.

    BalasHapus
  3. izin berkunjung dari tim Doaharian, terima kasih tulisannya ustadz.

    salam hormat.

    BalasHapus